Cara Andi Raup Rp 30 Juta dari Gunungan Sampah Bantargebang

admin.aiotrade 16 Des 2025 6 menit 12x dilihat
Cara Andi Raup Rp 30 Juta dari Gunungan Sampah Bantargebang

aiotrade – Di balik bau menyengat dan gunungan sampah TPST Bantargebang, Bekasi, Andi (34), menemukan sumber penghidupannya, dengan meraup hingga Rp 30 juta per bulan dari limbah plastik. Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang selama ini dikenal sebagai simbol krisis sampah Jakarta yang kian mengkhawatirkan. Ribuan ton sampah masuk ke kawasan ini setiap hari dan telah melampaui kapasitas ideal. Namun, di tengah kondisi tersebut, sebagian warga justru menggantungkan hidup dari aktivitas pengelolaan sampah secara informal. Salah satunya adalah Andi (34), pengepul limbah plastik yang telah bertahun-tahun bekerja di sekitar TPST Bantargebang. Pekerjaan yang kerap dipandang menjijikkan oleh sebagian orang ini justru memberi Andi penghasilan puluhan juta rupiah setiap bulan. "Sukanya kalau keuntungan lebih dari ekspetasi kami, itu bulan kemarin Rp 30 juta per bulan," jelas Andi ketika diwawancarai aiotrade di lokasi, Jumat (12/12/2025). Bagaimana kisah Andi menjadi pengepul sampah plastik hingga meraup penghasilan Rp 30 juta per bulan? Usaha Turun-Temurun Sejak 1996 Usaha pengepulan limbah plastik yang dijalankan Andi bukanlah bisnis yang baru dirintis. Usaha tersebut telah berdiri sejak 1996 dan merupakan warisan dari ayahnya. Pada awalnya, ayah Andi bekerja sebagai pemulung yang setiap hari mengais sampah di Bantargebang. Pengalaman panjang itu membuat sang ayah menyadari bahwa limbah plastik memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi. Kesadaran tersebut mendorong ayah Andi beralih profesi menjadi pengepul limbah plastik. Lapak pengepulan itu kemudian dikenal dengan nama “Lapak Bos Min”. Seiring bertambahnya usia, ayah Andi menyerahkan pengelolaan usaha tersebut kepada Andi. Hingga kini, Andi melanjutkan dan mengembangkan usaha keluarga itu di tengah semakin membeludaknya volume sampah Bantargebang. Bagaimana Cara Andi Mengelola Limbah Plastik? Andi menjelaskan bahwa sistem kerja usahanya dimulai dari membeli limbah plastik dari para pemulung. Para pemulung tersebut bekerja di area TPST Bantargebang dan mengumpulkan plastik dari gunungan sampah. "Kami beli ada yang Rp 450 perak sampai Rp 700 itu biaya angkut dan sortir tanggungan saya, mereka (pemulung) hanya cari," jelas Andi. Limbah plastik yang dibeli kemudian dibawa ke lapak pengepulan milik Andi yang berada tepat di samping TPST Bantargebang. Setibanya di lapak, plastik dimasukkan ke dalam bak berukuran besar untuk dicuci. Proses pencucian dilakukan agar kotoran yang menempel dapat dibersihkan. Setelah dicuci, limbah plastik disortir berdasarkan jenis materialnya. "Kalau di sini jenis plastik yang banyak Polypropylene (PP), HDPE-High-Density Polyethylene (HD), Polyethylene (PE), dan plastik sablon warna," ujar Andi. Plastik yang telah disortir kemudian dijemur hingga benar-benar kering. Limbah Plastik Dijual ke Distributor dengan Harga Berbeda Setelah kering, limbah plastik dikemas menggunakan plastik hitam berukuran besar. Plastik tersebut kemudian dijual ke distributor. Setiap jenis plastik memiliki harga jual yang berbeda, seperti: * Plastik jenis PE dijual dengan kisaran Rp 3.000–6.000 per kilogram. * Plastik sablon atau berwarna dijual sekitar Rp 4.000 per kilogram. * Plastik jenis PP dihargai sekitar Rp 2.000 per kilogram. * Plastik HD dijual dengan harga sekitar Rp 1.300 per kilogram. Harga tersebut berlaku untuk plastik yang sudah bersih dan kering. Distributor kemudian mengolah plastik tersebut untuk diperbarui atau didaur ulang menjadi berbagai produk, seperti kursi, palet, dan kebutuhan industri lainnya. Mengurangi Beban Sampah Bantargebang Andi menilai usahanya tidak hanya memberi keuntungan ekonomi, tetapi juga membantu mengurangi beban sampah di Bantargebang. "Kalau semua jenis plastik sekitar 3 - 4 ton bisa saya kumpulin dalam satu hari," ungkap Andi. Jumlah tersebut menjadi signifikan karena plastik merupakan jenis sampah yang sangat sulit terurai secara alami. Pemilahan dan pengolahan plastik membantu mencegah sampah terus menumpuk di TPST Bantargebang. Andi Membuka Lapangan Kerja bagi Warga Sekitar Usaha pengepulan limbah plastik Andi juga membuka lapangan pekerjaan bagi warga sekitar. Saat ini, Andi mempekerjakan tujuh orang karyawan. Karyawan tersebut terdiri dari ibu rumah tangga dan pemuda setempat. "Kalau buat sortir sekarang ada tujuh orang. Ibu-ibu ada dua, sisanya pemuda yang malas cari kerja di luar," tutur Andi. Para ibu rumah tangga yang bertugas menyortir plastik menerima upah sekitar Rp 85.000 per hari. Para pemuda yang membantu mengangkat, mencuci, dan menyortir plastik dibayar sekitar Rp 100.000 per hari. Salah satu karyawan Andi, Surheni (36), mengaku bersyukur meskipun penghasilannya tergolong pas-pasan. "Rp 85.000 itu harian, sebenarnya enggak cukup, cuma dicukup-cukupin aja. Namanya orang susah, kalau butuh ya harus beli beras, beli kebutuhan pokok," tutur Surheni. Surheni bekerja sebagai penyortir limbah plastik karena penghasilan suaminya tidak mencukupi kebutuhan keluarga. Suka Duka Bekerja di Tengah Bau Sampah Surheni telah bekerja di lapak pengepulan milik Andi selama dua tahun. Ia menilai pekerjaannya penuh dengan suka dan duka. Di satu sisi, pekerjaan ini memberinya tambahan penghasilan. Di sisi lain, risiko kesehatan akibat bau sampah menjadi tantangan. "Pernah sakit karena sampah tapi paling sehari atau dua hari. Biasanya flu dan sakit kepala. Alhamdulillah enggak yang parah," jelas dia. Surheni mengaku telah terbiasa dengan bau menyengat dari TPST Bantargebang. Risiko Paparan Gas Metana Guru Besar Ilmu Penyakit Dalam Universitas Indonesia, Ari Fahrial Syam, mengingatkan bahwa paparan gas metana dari sampah tidak boleh dianggap sepele. "Tapi, yang jelas ketika dia terpapar dengan sampah, gas metana, segala macem, itu tentu yang akan terganggu adalah paru-parunya," ucap Ari. Paparan gas metana secara terus-menerus dapat meningkatkan risiko penyakit paru obstruktif kronis. Risiko tersebut dapat memburuk pada individu yang memiliki alergi atau hipertensi. Pemilahan Sampah sebagai Kunci Pakar Lingkungan Universitas Indonesia, Mahawan Karuniasa, menilai pemilahan sampah menjadi salah satu kunci memperpanjang usia TPST Bantargebang. "Kemudian, strategi memperpanjang tentu saja agar TPST itu terus dapat menampung sampah tentu saja yang pertama kita harus lihat dari hulunya, bagaimana mengurangi 7.000 ton per hari itu yang masuk ke Bantar Gebang," ungkap Mahawan. Pemilahan sampah sejak dari rumah tangga memungkinkan penerapan metode 3R, yakni Reduce, Reuse, dan Recycle. Praktik inilah yang selama ini dijalankan Andi melalui pemilahan limbah plastik bernilai ekonomi. Tantangan Regulasi dan Peran Pemerintah Mahawan menilai regulasi pengelolaan sampah perlu diikuti dengan implementasi yang konsisten. "Saya kira dengan regulasi yang ada pun pelaksanaannya kita arahkan untuk menjaga agar berapa pun jumlah sampah itu bisa seimbang dengan pemrosesannya," kata dia. Anggota Komisi D DPRD Provinsi DKI Jakarta dari Fraksi PSI, Bun Joi Phiau, menyebut persoalan Bantargebang telah lama menjadi perhatian legislatif. "Persoalan Bantargebang menjadi permasalahan yang selalu menjadi perhatian kami di DPRD DKI Jakarta. Namun, akar permasalahannya terletak di jumlah sampah yang dihasilkan oleh Jakarta," ungkap Bun. Data Pemprov DKI Jakarta pada 2019 mencatat lebih dari 1.300 truk mengangkut lebih dari 7.000 ton sampah ke Bantargebang setiap hari. Tumpukan sampah tersebut kini setara dengan gedung 16 lantai dan berpotensi menimbulkan risiko longsor yang membahayakan pekerja dan warga sekitar. Di tengah krisis sampah yang terus membesar, kisah Andi menunjukkan bahwa pengelolaan sampah berbasis pemilahan tidak hanya memberi manfaat ekonomi, tetapi juga menjadi bagian dari solusi mengurangi beban TPST Bantargebang.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan