
Persiapan Lingkungan Jelang Banda Heritage Festival
Pemerintah Daerah Maluku Tengah melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menunjukkan perhatian serius terhadap sektor lingkungan menjelang pelaksanaan Banda Heritage Festival. Acara yang akan digelar pada 26 November 2025 mendatang ini diharapkan dapat menjadi momentum penting dalam menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan di Pulau Banda.
Salah satu fokus utama dari persiapan tersebut adalah penanganan sampah. Karena diprediksi akan ada banyak pengunjung, DLH memastikan bahwa sistem pengelolaan sampah telah siap untuk menghadapi lonjakan jumlah sampah selama festival berlangsung.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Kadis Lingkungan Hidup, Hengky Tomasoa, menyampaikan bahwa setiap hari Jumat akan dilakukan pembersihan oleh masing-masing Negeri. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya dilakukan jelang dan saat festival, tetapi juga akan terus berlanjut sebagai bagian dari program rutin.
"Kami sudah berkoordinasi resmi dengan Camat di Kepulauan Banda agar para Kepala Pemerintah Negeri (KPN) kembali menghidupkan ruang bersih," ujar Tomasoa kepada aiotrade di Masohi, Selasa (11/11/2025).
Untuk pembuangan sampah yang menuju ke pantai, ia menyatakan bahwa pihaknya akan memberikan informasi resmi di sudut-sudut jalan, terutama di area pantai. Informasi ini akan disampaikan secara berkala, yaitu sehari dua kali.
Ia menegaskan bahwa jika festival berlangsung dan selesai, Banda akan dalam kondisi bersih. Untuk mencapai hal ini, DLH akan bekerja sama dengan Dinas Pariwisata serta kelompok Sadar Wisata (Darwis) di desa-desa maupun LSM di Banda.
"Kita ingin mewujudkan Banda yang bersih dan baik untuk kunjungan wisata," jelas Hengky Tomasoa.
Ia juga mengungkapkan bahwa banyak teman-teman konsorsium di Banda yang bersedia membantu. Meski demikian, ia menekankan bahwa respons dari pemerintah tingkat Kecamatan sangat penting. "Kami sudah memiliki banyak komunikasi dengan mereka," tambahnya.
Selain itu, DLH bersama Dinas PUPR Maluku Tengah sedang menyiapkan skema Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di Banda. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan sampah secara berkelanjutan.
Dalam upaya menjaga kebersihan lingkungan, DLH juga akan memperkuat kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk komunitas lokal dan organisasi masyarakat. Hal ini bertujuan untuk menciptakan kesadaran kolektif tentang pentingnya menjaga lingkungan.
- Berikut beberapa langkah yang akan diambil DLH dalam menghadapi Banda Heritage Festival:
- Pembersihan rutin setiap hari Jumat oleh masing-masing Negeri.
- Penyampaian informasi resmi mengenai pembuangan sampah di pantai.
- Kolaborasi dengan Dinas Pariwisata dan kelompok Darwis untuk menjaga kebersihan.
- Persiapan TPST di Banda untuk pengelolaan sampah yang lebih efektif.
Dengan persiapan yang matang dan kolaborasi yang kuat, Banda diharapkan bisa menjadi contoh dalam menjaga lingkungan selama acara besar seperti Banda Heritage Festival.