Perbedaan Bunga Kartu Kredit yang Harus Kamu Pahami
Banyak pengguna kartu kredit merasa kaget saat melihat tagihan bulanannya membengkak. Padahal, rasanya hanya belanja sedikit, tapi kok bunganya besar? Masalahnya, sering terjadi salah kaprah antara bunga cicilan tetap (Fixed Installment) dengan bunga retail (Revolving Interest). Padahal, cara menghitung keduanya sangat berbeda!
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Sesuai aturan Bank Indonesia yang berlaku hingga akhir 2025, batas maksimum bunga kartu kredit adalah 1,75% per bulan. Namun, angka ini bisa terasa ringan atau berat tergantung bagaimana cara kamu membayar tagihan. Yuk, kita bedah cara menghitungnya satu per satu agar kamu tidak boncos!
Dua Jenis Bunga Kartu Kredit

Sebelum memahami cara menghitungnya, ada baiknya kita pahami dulu kalau ada dua jenis bunga yang dikenakan kepada pemegang kartu kredit. Berikut penjelasannya.
| Jenis Bunga | Kapan Terjadi? | Besaran Bunga (Estimasi) | Cara Hitung |
|---|---|---|---|
| 1. Bunga Cicilan Tetap (Installment) | Saat kamu minta ubah transaksi belanja menjadi cicilan (tenor 3, 6, 12 bulan). | 0% - 1% per bulan (Flat). | (Pokok + Bunga) dibagi Bulan. |
| 2. Bunga Retail (Revolving) | Saat kamu hanya membayar Minimum Payment (5%) atau tidak lunas penuh. | Maks. 1,75% per bulan (Efektif/Harian). | Dihitung harian dari tanggal pembukuan transaksi. |
Cara Menghitung Bunga Kartu Kredit

Setelah memahami perbedaan kedua jenis bunga kartu kredit tersebut, kini kita sama-sama menyelami cara menghitungnya. Ingat, keduanya memiliki cara perhitungan yang berbeda.
Cara Hitung Bunga Cicilan Tetap (Ubah Transaksi)
Ini adalah fitur favorit untuk membeli barang mahal (HP, Laptop) agar pembayarannya terasa ringan. Biasanya, bunga yang ditawarkan bersifat flat.
Contoh Kasus:
Kamu membeli HP seharga Rp12.000.000 dan mengubahnya menjadi cicilan 6 bulan dengan bunga 1,5% per bulan.
Rumus:
(Total Belanja x Bunga) + (Total Belanja / Tenor)
Perhitungan:
Bunga per Bulan:
Rp12.000.000 x 1,5% = Rp180.000
Cicilan Pokok:
Rp12.000.000 / 6 bulan = Rp2.000.000
Total Setoran per Bulan:
Rp2.180.000
Tips:
Untuk mensiasati agar bunga cicilan tetap tidak membengkak, carilah promo cicilan 0% agar kamu cukup membayar pokoknya saja tanpa tambahan Rp180.000 tersebut!
Cara Hitung Bunga Retail (Akibat Bayar Minimum)
Ini adalah skenario yang paling sering menjebak pengguna kartu kredit. Bunga Retail (Revolving Interest) berlaku jika kamu hanya membayar minimum atau tidak membayar lunas 100% tagihanmu sebelum jatuh tempo.
Banyak yang mengira jika tagihan Rp5 juta dan sudah dibayar Rp4 juta, maka bunga hanya dihitung dari sisa utang (Rp1 juta). Faktanya salah besar.
Jika kamu membayar kurang dari total tagihan (meskipun hanya kurang sedikit), bank akan mencabut fasilitas "Bebas Bunga" (Grace Period). Akibatnya, bunga akan dihitung mundur secara harian dari total transaksi awal, bukan hanya dari sisa utangmu.
Contoh Kasus:
Kamu bertransaksi di tanggal 1 Januari menggunakan kartu kredit sebesar Rp5.000.000. Lalu, pada tanggal 5 Februari, kamu hanya membayar sebesar minimum payment saja, yaitu 5% dari total pembayaran (Rp250.000). Maka, kamu akan dikenakan bunga retail dengan rincian sebagai berikut.
Bank tidak menghitung bunga dari sisa utang saja, tapi dari saldo awal.
Bunga Periode 1 (Sebelum Kamu Bayar):
Bank menghitung bunga dari Rp5.000.000 (full) mulai dari tanggal transaksi sampai uang pembayaran diterima.
Basis: Rp5.000.000.
Durasi: 1 Jan - 5 Feb (35 Hari).
Hitungan: (Rp5.000.000 x 1,75% x 12 x 35) / 365 = Rp100.685.
Bunga Periode 2 (Setelah Kamu Bayar):
Setelah membayar Rp250.000, sisa utang menjadi Rp4.750.000. Bank menghitung bunga dari sisa ini sampai tanggal cetak tagihan berikutnya.
Basis: Rp4.750.000
Durasi: 6 Feb - 20 Feb (15 Hari)
Hitungan: (Rp4.750.000 x 1,75% x 12 x 15) / 365 = Rp40.993.
| Komponen | Nominal |
|---|---|
| Sisa Utang Pokok | Rp4.750.000 |
| Bunga (Periode 1 + 2) | + Rp141.678 |
| Total Tagihan Baru | Rp4.891.678 |
Aturan Penting BI 2025:
Hingga 31 Desember 2025, batas minimum pembayaran masih 5% dan denda keterlambatan maksimal 1% (atau Rp100.000). Manfaatkan kelonggaran ini dengan bijak!
Tips Cerdas Mengelola Cicilan

Ilustrasi menghitung bunga cicilan kredit
Agar kartu kredit tetap jadi alat bantu dan bukan beban, perhatikan tips berikut:
-
Evaluasi Kemampuan Bayar:
Sebelum mengambil cicilan HP 12 bulan, pastikan arus kas bulananmu aman. Jangan sampai cicilan memakan lebih dari 30% gaji. -
Pilih Tenor Pendek:
Semakin lama tenor (misal 24 bulan), semakin besar total bunga yang kamu bayar, meskipun cicilan bulanannya terlihat kecil. -
Hindari Bunga Berbunga:
Sebisa mungkin hindari fitur pembayaran minimum. Jika tidak sanggup bayar penuh, lebih baik segera ubah transaksi tersebut menjadi Cicilan Tetap lewat aplikasi bank agar bunganya jelas dan terhenti. -
Pilih Cicilan Kredit Sesuai Kemampuan
Memahami cara hitung bunga kartu kredit adalah kunci kebebasan finansial. Gunakan fitur cicilan 0% untuk belanja produktif, dan hindari jebakan bunga retail dengan selalu membayar penuh tagihanmu.
Komentar
Kirim Komentar