
Tren Menabung Kripto di Indonesia Meningkat dengan Metode DCA
Minat masyarakat Indonesia terhadap aset digital kripto semakin meningkat, terutama dalam hal menabung. Salah satu metode yang kini menjadi pilihan populer adalah Dollar Cost Averaging (DCA) atau menabung secara rutin. Metode ini dinilai lebih aman dan praktis karena pengguna tidak perlu membeli seluruh aset sekaligus, tetapi secara berkala dan sedikit demi sedikit.
Menurut data yang diperoleh, hingga akhir 2025, fitur Auto DCA sudah digunakan oleh hampir 20 ribu orang untuk menabung kripto secara otomatis. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat mulai mengadopsi pendekatan yang lebih terencana dalam berinvestasi di pasar kripto.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Cara Kerja DCA dan Keuntungan yang Ditawarkan
DCA merupakan strategi investasi yang melibatkan pembelian aset digital secara berkala, terlepas dari fluktuasi harga. Pendekatan ini membantu pengguna mengurangi risiko kerugian akibat volatilitas harga. Dengan cara ini, investor dapat membangun portofolio secara bertahap tanpa harus khawatir terhadap naik turunnya harga pasar.
Di platform Pintu, fitur Auto DCA telah menjadi salah satu alat utama yang digunakan oleh pengguna. Fitur ini memungkinkan pengguna untuk menabung kripto secara otomatis sesuai jadwal yang ditentukan. Namun, meskipun metode ini cukup efektif, masih ada tantangan yang dihadapi oleh pengguna, seperti kebingungan dalam memilih koin yang tepat untuk dimasukkan dalam DCA.
Solusi dari Pintu: Auto DCA Explore Plans
Untuk mengatasi masalah tersebut, Pintu meluncurkan fitur baru bernama Auto DCA Explore Plans. Fitur ini dirancang agar pengguna tidak perlu lagi repot memilih aset kripto satu per satu. Pengguna bisa memilih dari beberapa kategori yang tersedia, antara lain:
- Blue Chip: Koin-koin besar yang cenderung lebih stabil.
- DeFi Champ: Kumpulan koin yang bergerak di dunia keuangan digital (DeFi).
- Top Alts: Altcoin populer yang sedang banyak dilirik.
Setelah memilih kategori, pengguna hanya perlu menentukan jumlah tabungan dan jadwalnya. Sistem akan mengelola proses penabungan secara otomatis. Iskandar Mohammad, Head of Product Marketing Pintu, menjelaskan bahwa tujuan dari fitur ini adalah memberikan arahan yang lebih jelas bagi pengguna agar tidak ragu-ragu dalam memilih aset.
Tingkat Minat yang Tinggi di Kalangan Investor Kripto
Data OJK menunjukkan bahwa jumlah investor kripto di Indonesia telah mencapai 19,08 juta orang pada Oktober 2025. Angka ini mencerminkan pertumbuhan pesat minat masyarakat terhadap aset digital. Di platform Pintu sendiri, penggunaan fitur Auto DCA juga meningkat. Pada kuartal III 2025, jumlah transaksi Auto DCA meningkat lebih dari 17 persen. Kebanyakan pengguna memilih untuk menabung harian atau mingguan.
Iskandar menambahkan bahwa fitur ini dibuat untuk membantu pengguna lebih memahami karakteristik aset yang dipilih dan membangun kebiasaan menabung yang disiplin. Ia menegaskan bahwa investasi kripto jangka panjang bukan hanya tentang memilih koin yang sedang naik, tetapi lebih pada kebiasaan dan disiplin.
Pentingnya Konsistensi dalam Berinvestasi
Menurut Iskandar, kunci sukses dalam berinvestasi kripto adalah konsistensi dan disiplin. Dengan menggunakan Auto DCA Explore Plans yang sederhana dan mudah digunakan, Pintu berkomitmen untuk membantu masyarakat Indonesia membangun kebiasaan menabung kripto secara rutin. Dengan demikian, pengguna tidak hanya mendapatkan manfaat finansial, tetapi juga memperkuat pola pikir investasi yang sehat.