Cargill Bangun Kilang Kelapa Sawit di Lampung, Capai 1 Juta Ton Metrik

admin.aiotrade 21 Okt 2025 3 menit 16x dilihat
Cargill Bangun Kilang Kelapa Sawit di Lampung, Capai 1 Juta Ton Metrik


Perusahaan asal Amerika Serikat, Cargill, melalui anak perusahaannya PT Pacrim Nusantara Lestari Food, telah membangun kilang minyak kelapa sawit di Bandar Lampung. Kilang ini memiliki kapasitas pemurnian sebesar 1 juta metrik ton per tahun.

Asia Pacific Group President of Cargill Agriculture and Trading, Penne Kehl, menyatakan bahwa kilang di Lampung dirancang untuk mengolah hingga 3.000 metrik ton minyak sawit per hari, dengan kapasitas pemurnian mencapai 1 juta metrik ton per tahun.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

“Investasi kami di refinery ini menandai era baru kemitraan, seiring dengan upaya kami untuk meningkatkan produksi produk kelapa sawit yang aman dan berkelanjutan, serta membangun rantai pasok yang tangguh dan berkontribusi terhadap sistem pangan global yang aman, bertanggung jawab, dan berkelanjutan,” ujar Penne dalam gelaran Lampung Refinery Inauguration di Bandar Lampung, Senin (20/10).

Fasilitas pabrik dilengkapi dengan instalasi pengolahan air limbah dan peralatan berteknologi hemat energi. Selain itu, ada juga sistem pengelolaan air yang dirancang untuk meminimalkan dampak operasional terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar, sekaligus memastikan produk tetap memenuhi standar kualitas tertinggi.

Staf Ahli Bidang Iklim Usaha dan Investasi Kementerian Perindustrian, Doddy Rahadi, menjelaskan bahwa investasi tersebut mencapai USD 200 juta atau setara Rp 3,31 triliun (kurs Rp 16.573 per USD).

“Kami mendapat informasi nilai investasi yang ditanamkan mencapai USD 200 juta atau sekitar Rp 3,3 triliun. Kapasitas produksi terpasang juga sangat besar, yaitu 1 juta ton minyak kelapa sawit per tahun. Ini berarti sangat strategis untuk mendukung ketahanan pangan nasional dan global,” kata Doddy dalam kesempatan yang sama.


Doddy menjelaskan, saat ini hilirisasi industri kelapa sawit untuk produk pangan, nonpangan, pakan, hingga bahan bakar terbarukan (EBT) telah menyerap 4,1 juta tenaga kerja di Indonesia.

Managing Director Business Tropical Oil Cargill, Azlan Adnan, menambahkan bahwa proyek kilang di Lampung merupakan kilang pertama Cargill di Indonesia.

Kilang ini memproduksi berbagai produk intermediate seperti Crude Palm Oil (CPO), Bleached Palm Oil, Refined Palm Oil, Palm Fatty Acid Distillate, Refined Palm Olein, Refined Palm Stearin, Crude Palm Kernel Oil, Bleached Palm Kernel Oil, Refined Palm Kernel Oil, dan Palm Kernel Fatty Acid Distillate. Produksi didominasi oleh CPO.

Azlan menyebut proyek refinery ini akan mengintegrasikan rantai pasok global Cargill, dengan porsi pemasaran 30 persen untuk kebutuhan domestik dan 70 persen ekspor.

“Kami punya perkebunan sawit di Sumatera Selatan dan Kalimantan Barat. Dengan adanya refinery di Lampung ini, kami bisa menghubungkan pasokan ke pelanggan di seluruh dunia, terutama di Amerika Utara, Eropa, dan beberapa negara Asia seperti China, India, dan Pakistan. Sekitar 30 persen produksi untuk pasar domestik, sisanya ekspor,” jelas Azlan.

Dari sisi pasokan, kilang ini mendapatkan bahan baku dari perkebunan kelapa sawit di Lampung (20 persen), sementara sisanya berasal dari Bengkulu, Kalimantan Barat, dan Sumatera Selatan.

“Kadang bergantung pada ketersediaan dan harga pasar, tapi rata-rata 20 persen datang dari Lampung, sementara 30 persen lagi dari Kalimantan Barat dan Bengkulu. Lokasi ini kami pilih karena sangat strategis,” kata Azlan.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan