
Pusat Perbelanjaan Moro Purwokerto Akan Dihidupkan Kembali
Pusat perbelanjaan Moro Purwokerto, yang terletak di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, dikabarkan akan kembali beroperasi setelah sempat ditutup akibat pailit. Informasi ini disampaikan oleh Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, yang menyatakan bahwa telah ada investor yang menunjukkan minat untuk menghidupkan kembali mal tersebut.
Menurut Bupati Sadewo, selain sebagai pusat perbelanjaan, Moro Purwokerto juga akan dikembangkan menjadi rumah sakit. Ia menjelaskan bahwa saat ini sedang dalam proses negosiasi dan sudah ada kesepakatan awal terkait angka investasi yang akan ditanamkan.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
"Ini lagi ada negosiasi, saya sudah fasilitasi, angkanya sudah ketemu dan kemungkinan akan menjadi mall dan rumahsakit," ujar Bupati Sadewo dalam acara Bulan Iklusi Keuangan 2025 di Rita Supermall, Sabtu (18/10/2025).
Investor yang tertarik untuk menghidupkan kembali Moro Purwokerto merupakan pemilik jaringan ritel besar di Indonesia. Dalam pertemuan tersebut, Bupati Sadewo menegaskan komitmen dari calon investor tersebut untuk melanjutkan usaha mal yang sebelumnya tutup karena pailit.
"Investor sudah ketemu dengan saya," papar dia.
Pailit Akibat Pandemi
Moro Purwokerto berhenti beroperasi pada 17 Oktober 2023 dan diputus pailit oleh Pengadilan Negeri Semarang pada 16 Oktober 2023. Pusat perbelanjaan yang berada di Jalan Perintis Kemerdekaan Purwokerto itu tutup setelah 26 tahun beroperasi.
Kejayaan Moro Purwokerto mulai meredup saat pandemi Covid-19 melanda. Retail milik PT Bamas Satria Perkasa itu mulai kehilangan pengunjung, sehingga pendapatan menurun hingga akhirnya mereka merugi dan berutang pada pemasok barang, bank, serta karyawan.
Saat itu, Moro Mall Purwokerto mempekerjakan 431 karyawan. Kondisi keuangan yang sulit membuat delapan pemegang saham PT Bamas Satria Perkasa memutuskan untuk tidak melanjutkan bisnis Moro Purwokerto.
Dibuka pada 17 Desember 1997, Moro Purwokerto memutuskan tutup pada 17 Oktober 2023.
"Pasca Covid, kena imbasnya dan ada tunggakan yang tidak bisa dibayar."
"Moro Mall bukan hanya milik satu keluarga tapi ada 8 pemegang saham."
"Kemudian, tidak ada kesepakatan antara 8 orang itu," kata Tim Kurator Moro Purwokerto Aan Rohaeni, 8 Maret 2024.
Putusan pailit dari Pengadilan Niaga Semarang pada 16 November 2023 lewat putusan Nomor 25/Pdt.Sus-PKPU/2023/PN.Niaga.Smg mempertegas kondisi Moro Purwokerto. Tim kurator kemudian melelang aset Moro Purwokerto senilai Rp279,555 miliar.
Potensi Pengembangan Baru
Dengan rencana pengembangan menjadi rumah sakit, Moro Purwokerto diharapkan dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat Banyumas. Selain itu, kembalinya mal ini juga akan memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah, termasuk dalam hal penciptaan lapangan kerja.
Investor yang terlibat dalam proyek ini juga diharapkan mampu membawa perubahan signifikan, baik dalam hal pengelolaan, pelayanan, maupun inovasi bisnis. Proses pembangunan dan pengembangan akan dilakukan secara bertahap, dengan fokus pada peningkatan kualitas dan keberlanjutan.
Selama masa transisi, pihak berwenang akan terus memantau perkembangan proyek ini untuk memastikan bahwa semua aspek dijalankan sesuai dengan standar yang berlaku.