
Berbagai Insentif dan Bantuan Sosial yang Diberikan Pemerintahan Prabowo-Gibran dalam Setahun Terakhir
Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di tahun pertamanya menunjukkan berbagai insentif dan bantuan sosial (bansos) yang diberikan kepada masyarakat. Tujuan dari program ini adalah untuk meringankan beban kehidupan sehari-hari, menjaga daya beli, serta meningkatkan kualitas hidup rakyat Indonesia.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
1. Bantuan Langsung Tunai (BLT) Tambahan
BLT tambahan diluncurkan oleh Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto pada Jumat (16/10/2025). Besaran BLT tambahan mencapai Rp 300.000 per bulan selama tiga bulan, sehingga totalnya adalah Rp 900.000 per keluarga penerima manfaat (KPM). Pencairan dilakukan melalui bank Himbara dan PT Pos Indonesia. Total anggaran yang disalurkan mencapai Rp 30 triliun untuk 35,04 juta KPM.
2. Diskon Tarif Listrik Awal Tahun
Pemerintah memberikan diskon tarif listrik hingga 50 persen bagi pelanggan dengan daya listrik sampai 2.200 VA selama dua bulan, yaitu Januari dan Februari 2025. Diskon ini bertujuan untuk meringankan beban masyarakat dan menjaga daya beli. Total pelanggan yang mendapat diskon mencapai 81,4 juta orang.
3. Bantuan Subsidi Upah (BSU) untuk Sektor Formal
BSU sebesar Rp 600.000 diberikan kepada 15,2 juta pekerja di sektor formal. Program ini berlaku untuk dua bulan, Juni dan Juli 2025. Penyaluran terakhir dilakukan pada Agustus 2025. BSU dicairkan melalui bank Himbara dan Bank Syariah Indonesia (BSI).
4. Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) atau Bantuan Sembako
BPNT 2025 telah mencapai tahap keempat penyaluran. Setiap KPM berhak menerima bantuan sebesar Rp 200.000 per bulan, atau total Rp 600.000 setiap tiga bulan. Pencairan dilakukan melalui bank Himbara dan kantor pos.
5. Bansos Program Keluarga Harapan (PKH)
PKH merupakan bansos yang ditujukan untuk membantu keluarga miskin dan rentan. Pencairan bansos PKH saat ini memasuki kuartal IV-2025. Besaran bantuan bervariasi, seperti ibu hamil menerima Rp 750.000 tiap tahap, lansia berusia 70 tahun ke atas menerima Rp 600.000 tiap tahap, dan korban pelanggaran HAM berat menerima Rp 2,7 juta tiap tahap.
6. Program Indonesia Pintar (PIP)
PIP dirancang untuk siswa dari keluarga kurang mampu agar dapat menyelesaikan pendidikan menengah. Besaran bantuan PIP berkisar antara Rp 450.000 hingga Rp 1,8 juta per tahun tergantung jenjang pendidikan.
7. Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah
KIP Kuliah diberikan untuk pembiayaan kuliah di perguruan tinggi negeri maupun swasta. Selain biaya pendidikan, ada tambahan uang saku per bulan yang besarannya tergantung dari klaster tempat mahasiswa kuliah.
8. Bantuan Beras 10 Kilogram
Program beras 10 kg diberikan kepada 18,27 juta KPM. Setiap keluarga menerima 10 kg beras per bulan, dengan total 40 kg selama periode September–Desember 2025. Anggaran yang disiapkan sebesar Rp 13,8 triliun.
9. Bantuan Iuran BPJS Kesehatan (PBI JKN)
PBI JKN memberikan akses layanan kesehatan gratis bagi masyarakat miskin dan tidak mampu. Peserta tidak perlu membayar iuran bulanan karena sepenuhnya ditanggung pemerintah. Syarat penerima PBI adalah masyarakat yang tergolong fakir miskin atau tidak mampu.
Dengan berbagai program insentif dan bansos tersebut, pemerintahan Prabowo-Gibran menunjukkan komitmennya untuk membantu masyarakat dalam menghadapi tantangan ekonomi dan sosial.