CDIA raih pinjaman US$200 juta dari Bangkok Bank untuk ekspansi

CDIA raih pinjaman US$200 juta dari Bangkok Bank untuk ekspansi

Jagat maya sedang ramai membicarakan topik ini. Banyak netizen yang ingin tahu kebenaran di balik CDIA raih pinjaman US$200 juta dari Bangkok Bank untuk ekspansi. Berikut fakta yang berhasil kami rangkum.

PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) telah mengumumkan penandatanganan Perjanjian Fasilitas dengan Bangkok Bank Public Company Limited (BBL), sebuah bank asal Thailand, pada 29 Desember 2025. Perjanjian ini mencakup penyediaan fasilitas pinjaman berjangka sebesar US$ 200 juta yang akan diberikan oleh BBL kepada CDIA.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), manajemen CDIA menjelaskan bahwa pemberian fasilitas pinjaman ini bertujuan untuk mendukung kebutuhan umum korporasi perusahaan. Hal ini termasuk pembiayaan operasional dan pengembangan bisnis. Pinjaman tersebut memiliki bunga yang ditetapkan berdasarkan Term Secured Overnight Financing Rate (SOFR) ditambah marjin tertentu. Jangka waktu penarikan pinjaman adalah enam bulan sejak tanggal perjanjian ditandatangani.

CDIA Chart
by TradingView

Perjanjian antara CDIA dan BBL tunduk pada hukum Singapura. Dalam hal terjadi sengketa, penyelesaiannya akan merujuk pada Singapore International Arbitration Centre. Transaksi ini dianggap sebagai transaksi material sesuai ketentuan POJK 17/2020 karena nilai transaksi melebihi 20% dari ekuitas CDIA.

Namun, karena fasilitas pinjaman diperoleh secara langsung dari institusi perbankan luar negeri, CDIA tidak wajib menggunakan penilai independen untuk menentukan nilai wajar dari transaksi atau menilai keadilan transaksi tersebut.

Poin Penting dalam Perjanjian

  • Nilai Pinjaman: Fasilitas pinjaman yang diberikan oleh BBL senilai US$ 200 juta.
  • Tujuan Pinjaman: Untuk memenuhi kebutuhan umum korporasi, termasuk operasional dan pengembangan usaha.
  • Suku Bunga: Berdasarkan SOFR ditambah marjin tertentu.
  • Jangka Waktu Penarikan: Enam bulan sejak tanggal perjanjian.
  • Hukum yang Berlaku: Perjanjian tunduk pada hukum Singapura.
  • Penyelesaian Sengketa: Melalui Singapore International Arbitration Centre.
  • Kategori Transaksi: Dianggap sebagai transaksi material sesuai POJK 17/2020.
  • Pengecualian: CDIA tidak wajib menggunakan penilai independen karena pinjaman diperoleh dari institusi luar negeri.

Dampak bagi CDIA

Transaksi ini menunjukkan kemampuan CDIA dalam mengakses sumber pendanaan internasional, yang dapat membantu memperkuat posisi keuangan perusahaan. Selain itu, adanya kerja sama dengan BBL juga menunjukkan tingkat kepercayaan dari lembaga keuangan luar negeri terhadap prospek bisnis CDIA.

Dengan dana yang diperoleh, CDIA dapat memperluas operasionalnya, melakukan investasi strategis, serta meningkatkan daya saing di pasar. Langkah ini juga memberikan fleksibilitas dalam pengelolaan keuangan perusahaan, terutama dalam menghadapi tantangan ekonomi yang mungkin terjadi.

Potensi Risiko dan Tantangan

Meski transaksi ini memberikan manfaat signifikan, CDIA juga harus mempertimbangkan risiko yang mungkin muncul. Misalnya, fluktuasi kurs mata uang asing bisa memengaruhi biaya pinjaman. Selain itu, kondisi ekonomi global dan stabilitas politik di Thailand juga bisa memengaruhi hubungan bisnis antara CDIA dan BBL.

Untuk mengurangi risiko tersebut, CDIA perlu memastikan adanya manajemen risiko yang baik, termasuk monitoring berkala terhadap kondisi keuangan dan operasional perusahaan. Selain itu, komunikasi yang efektif dengan mitra bisnis seperti BBL juga penting untuk menjaga hubungan yang saling menguntungkan.

Kesimpulan

Perjanjian fasilitas pinjaman antara CDIA dan BBL menjadi langkah strategis yang dapat mendukung pertumbuhan dan pengembangan perusahaan. Dengan dukungan finansial dari institusi luar negeri, CDIA memiliki peluang untuk memperkuat posisi di pasar dan menghadapi tantangan ekonomi dengan lebih baik. Namun, penting bagi perusahaan untuk tetap waspada terhadap risiko yang mungkin muncul dan menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis dan stabilitas keuangan.

Kesimpulan: Bagaimana menurut Anda kejadian ini? Jangan lupa share artikel ini agar teman-teman Anda tidak ketinggalan berita heboh ini.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar