Program Penanaman Pohon sebagai Solusi untuk Bencana Hidrometeorologi
Program penanaman pohon bukan hanya sekadar kegiatan lingkungan, tetapi juga merupakan langkah strategis dalam mengatasi berbagai masalah yang terkait dengan bencana hidrometeorologi. Mulai dari banjir, longsor, hingga kekeringan, sering kali diperparah oleh kerusakan lingkungan dan meluasnya lahan kritis. Oleh karena itu, penanaman pohon menjadi salah satu upaya penting dalam menjaga keseimbangan alam dan mencegah risiko bencana.
Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Sarif Abdillah, menyatakan bahwa penanaman pohon lebih dari sekadar tindakan ekologis. Ia menekankan bahwa gerakan ini juga memiliki dimensi ekonomi yang kuat jika hasil tanaman dapat diolah dan dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar. Dengan demikian, penanaman pohon tidak hanya memberikan manfaat lingkungan, tetapi juga dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Atas dasar tersebut, Sarif menegaskan bahwa penanaman pohon harus menjadi gerakan yang berkelanjutan, bukan sekadar seremoni. Setiap pohon yang ditanam harus menjadi simbol harapan baru, bahwa mitigasi bencana bukan hanya wacana, tetapi tindakan nyata untuk menjaga bumi dan manusia yang tinggal di atasnya. Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menekankan bahwa kesadaran akan pentingnya pohon harus terus dipupuk.
Setiap tanggal 21 November diperingati sebagai Hari Pohon Sedunia. Peringatan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kesadaran akan pentingnya pohon bagi kehidupan dan ekosistem. Menurut Kakung, panggilan akrab Sarif Abdillah, menanam pohon bukan hanya simbol, tetapi juga langkah kecil dalam memerangi dampak besar yang ditimbulkan oleh deforestasi, perubahan iklim, dan polusi.

Apalagi, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah, lahan kritis di luar hutan di provinsi ini cukup luas. Di mana lahan sangat kritis seluas 88.698 hektare (ha), lahan kritis 251.331 ha, lahan agak kritis 673.755 ha, dan lahan potensi kritis seluas 192.070 ha. Hal ini menunjukkan bahwa kondisi lahan di Jawa Tengah masih sangat rentan terhadap berbagai bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, dan kekeringan.
Kakung menekankan bahwa semua pihak harus memastikan pohon yang ditanam tetap hidup. Selain mengurangi risiko bencana, pohon juga harus dapat dinikmati hasilnya oleh masyarakat. Dengan demikian, penanaman pohon tidak hanya bertujuan untuk lingkungan, tetapi juga untuk kesejahteraan masyarakat.
Pohon memiliki peran besar dalam menjaga keseimbangan alam. Melalui proses fotosintesis, pohon menghasilkan oksigen yang dibutuhkan oleh makhluk hidup dan menyerap karbon dioksida yang berlebih di atmosfer. Proses ini juga membantu menekan laju perubahan iklim. Selain itu, akar pohon membantu menahan erosi tanah, menjaga kesuburan lahan, serta menyediakan habitat bagi berbagai spesies flora dan fauna.
Selain manfaat ekologis, pohon juga memberikan nilai ekonomi yang besar. Kayu, getah, serat, hingga buah-buahan yang dihasilkan pohon menjadi sumber bahan baku bagi berbagai industri. Namun, pemanfaatan tersebut tentu harus dibarengi dengan pengelolaan yang berkelanjutan agar tidak merusak keseimbangan alam. Dengan demikian, penanaman pohon harus dilakukan dengan tanggung jawab dan kesadaran akan pentingnya keberlanjutan.