Cemas Menantikan Kabar Anak di RSI Cempaka Putih

admin.aiotrade 07 Nov 2025 4 menit 30x dilihat
Cemas Menantikan Kabar Anak di RSI Cempaka Putih

Kondisi Korban Ledakan di RS Cempaka Putih


Di Gedung Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Islam Cempaka Putih, Jakarta Timur, suasana terasa sangat penuh sesak. Sejak siang hari, puluhan siswa SMA Negeri 72 Jakarta yang menjadi korban ledakan di sekolah mereka dilarikan ke rumah sakit ini dan juga ke RS Yarsi. Di luar gedung, petugas kepolisian dan tenaga kesehatan tampak sibuk melakukan tugas masing-masing. Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Asep Edi Suheri, memerintahkan pendirian posko penanganan ledakan di rumah sakit ini. Di sekitar posko, beberapa petugas Dokkes Polri terlihat membantu proses pendataan dan penanganan korban.

Keluarga Korban Tunggu Kabar Anaknya


Di ruang tunggu depan IGD, wajah-wajah cemas dari keluarga korban terlihat jelas. Beberapa orang tua duduk bersandar di kursi tunggu dengan mata yang sembab, sementara yang lain bolak-balik ke ruang perawatan untuk menanyakan kabar anaknya. Di tengah kesibukan itu, seorang ibu bernama Indri tampak duduk di salah satu bangku ruang tunggu, menenangkan diri setelah memastikan kondisi putranya, Rifki, yang juga merupakan siswa kelas X SMA 72.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Indri masih terlihat syok dengan kejadian yang menimpa anaknya. “Saya belum berani lihat-lihat, masih syok aja sih,” kata Indri pelan. Ia bercerita bahwa anaknya sempat berada di lokasi saat ledakan terjadi.

Pengalaman Rifki Saat Ledakan Terjadi


“Iya sempat (ketemu), cuma ya itu kondisi anak saya nggak apa-apa, cuma karena syok aja. Dan cerita juga cuma sedikit, itu pas salat Jumat, belum sempat salat Jumat malah pas itu langsung bunyi ledakan, tiga kali ledakan,” tuturnya.

Indri mengatakan Rifki menyaksikan sendiri teman-temannya terluka. “Anak kanan kiri itu udah berdarah-darah, teman-temannya itu, dia sendiri alhamdulillah. Dan anak saya juga dikirain, aduh apa, mungkin berdarah gitu. Tapi pas lihat kaca kalau nggak lainnya, anak saya cuma ngangkat teman satu karena kena paku ya, jadinya langsung dilariin ke luar ke ambulans. Habis itu anak saya juga dibawa ke sini juga,” ujarnya.

Indri mengaku anaknya sempat tak ingat banyak hal pasca-ledakan. “Cuma asap aja, asap sama ledakan, terus habis itu udah nggak dengar apa-apa. Kecuali temannya itu, yang sahabatnya itu kena, agak gosong atau ada percikan kaca atau gimana, langsung dibawa aja,” katanya.

Kejadian yang Mengubah Hidup Rifki


Menurut Indri, Rifki juga sempat kehilangan kacamata saat berusaha menolong temannya keluar dari lokasi. “Dia enggak ingat kacamatanya, dia hilang. Dia juga minus lumayan ya. Dia nggak, raba-raba juga nggak ketemu. Jadi yang penting saya keluar, saya keluar. Udah keluar dari situ,” tambahnya.

Hingga sore hari, Indri mengaku pihak sekolah belum banyak memberikan informasi kepada orang tua. “Saya belum lihat-lihat gitu lagi,” ujarnya singkat. Ia juga menyebut putranya sempat melihat salah satu temannya mengalami luka lebih serius. “Randika ya. Yang dia lihatnya Randika yang ini, yang berdarah. Tapi katanya ada yang lebih parah lagi. Saya juga nggak tahu,” tutur Indri.

Kondisi Rifki Saat Ini


Ia menambahkan, Rifki kini sudah bisa beristirahat di ruang perawatan meski masih trauma dengan kejadian itu. “Nggak (lihat yang lebih parah), karena dia habis itu langsung disuruh duduk di sini, tenangin diri. Karena mungkin di dalam ada yang berdarah-darah karena Rifki nggak berdarah. Jadi dia nunggu di sini,” katanya.

Meski tampak berusaha tenang, Indri belum tahu bagaimana kondisi sekolah dan barang-barang anaknya pasca-ledakan. “Belum (ada info). Tas-tas juga belum tau mau diambil kapan. Karena sepatu-sepatu anak-anak juga kan masih di masjid ya. Masjid sekolah. Tas juga. Laptop-laptop anak-anak juga masih di sekolah,” ucapnya.

Kondisi IGD RS Cempaka Putih


Sore itu, suasana IGD RS Cempaka Putih belum benar-benar reda. Beberapa korban tampak masih keluar masuk ruang perawatan, sebagian dibawa dengan tandu menuju ambulans untuk melakukan CT Scan ke fasilitas RS terdekat. Di sisi lain, para orang tua seperti Indri hanya bisa menunggu, berharap anak-anak mereka segera pulih dan kejadian serupa tak lagi terulang.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan