
bali.aiotrade, KUTA – CEO FundedHere Kenneth Pang menyoroti tantangan nyata yang dihadapi pelaku UMKM di marketplace digital saat ini. Menurutnya, pasar e-commerce jauh lebih kompetitif dibanding retail fisik.
"Anda mungkin punya produk yang tepat, sudah mulai belajar cara jualan yang baik, tetapi tanpa modal yang cukup untuk inventory dan marketing, ya pertumbuhan akan terhambat. Nah, di sinilah FundedHere hadir, bukan sekadar kasih dana, tetapi jadi mitra investasi yang tumbuh bersama seller," ujar Kenneth Pang saat acara edukasi dan networking untuk seller TikTok Shop di Swiss-Belhotel Rainforest, Kuta.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Kenneth Pang lantas menjelaskan konsep Return on Capital (ROC) sebagai kunci kesuksesan bisnis online. Menariknya, banyak seller yang terlalu fokus pada omzet besar. Padahal, kata dia, yang lebih penting adalah ROC.
"Berapa sih profit yang Anda dapatkan dari setiap rupiah modal yang diputar? Dengan leverage atau modal eksternal yang tepat, ROC Anda bisa meningkat drastis dari 20 persen jadi 200 persen. Bayangkan aja, modal yang sama, tapi hasilnya bisa 10 kali lipat," imbuh Kenneth Pang.
FundedHere, fintech platform resmi mengumumkan kemitraan strategis dengan MEA Digital Marketing. Kemitraan itu ditandai dengan peluncuran program PPN, Partner Percepatan Cuan. PPN bukan program biasa, tetapi ekosistem lengkap yang mengintegrasikan pendanaan modal, optimasi marketing, dan dukungan operasional untuk mempercepat pertumbuhan bisnis e-commerce.
Program kolaborasi FundedHere x MEA Digital Marketing ini menawarkan pendekatan holistik lewat lima pilar utama:
-
Funding (pendanaan). FundedHere menyediakan co-investment capital untuk inventory dan marketing budget berdasarkan performa toko, bukan jaminan aset. Modal bisa mencapai hingga 90 persen dari kebutuhan seller dengan model GMV sharing yang fleksibel.
-
Marketing management. Tim expert MEA Digital Marketing mengoptimasi strategi konten, live selling, iklan berbasis data, plus akses ke jaringan affiliate yang performanya tinggi. Semua budget marketing diinvest oleh FundedHere dan dikelola secara profesional.
-
Fulfillment & logistics. Dukungan operasional 3PL (Third-Party Logistics) untuk warehouse dan fulfillment. Jadi proses picking, packing, sama shipping berjalan cepat dan terukur.
-
Product supply. Kemampuan sourcing produk dengan daya tawar kuat tanpa perlu uang muka. Termasuk dukungan OEM dan ODM untuk pengembangan produk.
-
Market expansion. Akses ke pasar regional dan global untuk perluas jangkauan bisnis.
"Seller cukup fokus pada strategi penjualan aja. Modal, marketing, operasional, semua kami handle," kata Kenneth Pang.
Yang menarik dari kolaborasi ini adalah pendekatan unik MEA Digital Marketing yang berbeda dari kompetitor lainnya. MEA adalah satu-satunya agency lokal yang tidak mengandalkan artis untuk pertumbuhan.
"Kami fokus memperhatikan pelatihan buat kreator. Jadi kreator enggak harus sudah artis, harus sudah besar. Enggak, siapa pun bisa masuk, kami bantu, bimbing, sampai mereka jalan. Kami mengutamakan service pelayanan," ujar Founder MEA Digital Marketing Yohan Agustian.
Menurutnya, pendekatan ini sangat relevan dengan booming social commerce Indonesia yang mencapai USD 5,25 miliar pada 2025 dengan pertumbuhan 17,1 persen per tahun. Dengan 60 persen pembeli Indonesia kini menggunakan platform live shopping, keahlian MEA dalam TikTok commerce jadi aset strategis yang powerful.
Selain sebagai TikTok Shop Partner (TSP) resmi, MEA juga menawarkan layanan komprehensif meliputi manajemen marketplace (Tokopedia, Shopee, Lazada), pengelolaan media sosial, dan jasa iklan digital untuk meningkatkan visibilitas dan performa penjualan.
Salah satu seller yang sudah merasakan manfaat program ini adalah owner brand fashion Pride n Joy. Mereka bermitra dengan FundedHere lewat rekomendasi MEA Digital Marketing. Berkat kemitraan ini, pertumbuhan omzet dan profit pun menjadi nyata.
"Pertama, saya jadi bisa stock regular dan enggak khawatir kehabisan stock. Kedua, budget marketing bisa upgrade sehingga profit yang didapat lebih besar. Traffic juga makin tinggi karena marketing budget di-invest FundedHere," tuturnya.
Acara di Bali ini adalah bagian dari roadshow edukasi FundedHere yang sudah mengunjungi tujuh kota besar di Indonesia, antara lain Bandung, Jakarta, Surabaya, Yogyakarta, Bogor, Malang, dan Bali.
"Kami percaya banget bahwa edukasi finansial itu kunci. Banyak UMKM yang enggak tahu cara mengoptimalkan modal atau paham konsep leverage. Lewat roadshow ini, kami tidak hanya tawarkan pendanaan, tetapi membangun literasi keuangan yang akan bawa bisnis mereka ke level berikutnya," tutur Kenneth Pang.
Acara ini juga menghadirkan speaker dari Desty dan TikTok Shop yang berbagi insight tentang tren e-commerce dan strategi optimasi penjualan di platform digital. Hadir pula Tessar Napitupulu, CEO Arfadia sebagai media support dan content partner yang mendukung aspek Search Everywhere Optimization dan strategi konten digital yang relevan untuk seller modern.