
Pengakuan CEO Nvidia: Jika Masih Muda, Lebih Pilih Ilmu Fisika
\nCEO perusahaan teknologi ternama, Nvidia, Jensen Huang, mengungkapkan keinginannya jika ia masih berusia 20 tahun. Dalam sebuah wawancara, ia menyatakan bahwa ia lebih memilih mengambil jurusan Ilmu Fisika daripada Ilmu Perangkat Lunak.
\nPernyataan ini muncul saat ia diwawancarai oleh seorang jurnalis pada Juli lalu. Pertanyaan yang diajukan adalah tentang apa yang akan ia fokuskan jika ia kembali ke masa muda, yaitu usia 22 tahun, dengan ambisi yang sama seperti sekarang. Jawaban yang diberikan oleh Huang mengejutkan banyak orang, karena ia mengungkapkan preferensinya untuk bidang ilmu yang berbeda dari latar belakangnya sendiri.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Latar Belakang Pendidikan Jensen Huang
\nJensen Huang memiliki latar belakang pendidikan yang cukup unik. Ia lulus kuliah dua tahun lebih awal, pada usia 20 tahun. Gelar sarjana Teknik Elektro yang ia peroleh dari Oregon State University pada tahun 1984. Setelah itu, ia melanjutkan studi S2 di Stanford University dan meraih gelar Master dalam Teknik Elektro pada tahun 1992. Beberapa bulan setelahnya, pada April 1993, ia mendirikan Nvidia bersama rekan-rekannya, Chris Malachowsky dan Curtis Priem, sambil makan malam di restoran Denny’s di San Jose, California.
\nDi bawah kepemimpinan Huang sebagai CEO, Nvidia kini menjadi salah satu perusahaan teknologi terbesar di dunia. Perusahaan ini telah menciptakan berbagai inovasi dalam industri chip dan komputasi.
\nAlasan Memilih Ilmu Fisika
\nMeskipun tidak secara spesifik menjelaskan alasan pasti, Huang menyatakan bahwa ia lebih tertarik pada Ilmu Fisika. Menurut penjelasan dari situs resmi McGill University di Kanada, fisika dan ilmu komputer saling melengkapi. Fisika bisa dianggap sebagai dasar yang penting untuk mempelajari ilmu-ilmu lanjutan. Selain itu, fisika memberikan perspektif analitis dalam pemecahan masalah dan pemahaman dasar tentang alam.
\nSementara itu, ilmu komputer membantu meningkatkan kemampuan untuk membuat aplikasi praktis dan memiliki minat teoretisnya sendiri. Situs Montclair State University di AS juga menyatakan bahwa fisika merupakan landasan bagi ilmu pengetahuan alam lainnya, seperti kimia, geologi, biologi, dan astronomi. Pentingnya fisika dalam memahami teknologi modern juga tidak dapat dipandang remeh.
\nFisika sebagai Dasar Ilmu Pengetahuan
\nInti dari ilmu fisika adalah kombinasi eksperimen, observasi, dan analisis fenomena menggunakan matematika dan komputasi. Melalui fisika, kita belajar untuk memahami hubungan matematika fundamental yang mengatur fenomena alam dan menerapkannya pada berbagai permasalahan yang menarik. Dengan demikian, fisika bukan hanya sekadar ilmu teori, tetapi juga memiliki dampak nyata dalam pengembangan teknologi dan pemahaman dunia.
\nDengan pengakuan ini, Jensen Huang menunjukkan bahwa meskipun ia telah sukses dalam bidang teknologi, ia tetap menghargai peran penting dari ilmu fisika sebagai fondasi untuk berbagai inovasi dan pemahaman tentang cara kerja alam semesta.