
Pertumbuhan Pasar Aset Kripto di Indonesia
Direktur Utama PT Central Financial X (CFX), Subani, menyampaikan bahwa pasar aset kripto mengalami pertumbuhan yang signifikan pada kuartal III 2025. Menurutnya, pertumbuhan ini mencerminkan permintaan yang kuat dari masyarakat terhadap aset kripto. Selain itu, ia juga menyoroti peningkatan peran pasar derivatif dalam ekosistem aset kripto nasional.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
“Kami melihat adanya tren yang sangat menarik di mana kontribusi transaksi derivatif terhadap total transaksi aset kripto nasional melonjak menjadi sekitar 28 persen pada Kuartal III 2025. Angka ini naik dari kuartal sebelumnya yang hanya sebesar 17 persen. Pertumbuhan ini menandakan adanya pendewasaan pasar dan meningkatnya adopsi produk yang lebih beragam oleh konsumen,” ujar Subani dalam keterangan tertulis, Senin, 20 Oktober 2025.
Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat bahwa total transaksi aset kripto mencapai Rp 360,30 triliun sepanjang Januari hingga September 2025. Dari jumlah tersebut, total nilai transaksi aset kripto pada pasar spot mencapai Rp 136,31 triliun atau naik 16 persen dibandingkan kuartal II 2025 yang tercatat sebesar Rp 117,52 triliun.
Subani menjelaskan bahwa pertumbuhan yang lebih signifikan terjadi di pasar derivatif. CFX mencatat nilai transaksi derivatif kripto melonjak 118 persen menjadi Rp 52,71 triliun pada periode yang sama, naik dari Rp 24,17 triliun pada kuartal sebelumnya. Adapun total transaksi derivatif sepanjang 2025 tercatat sebesar Rp 86,25 triliun.
Menurut Subani, jika jumlah di atas digabungkan, total nilai transaksi aset kripto spot dan derivatif telah mencapai Rp 446,55 triliun pada periode Januari hingga September 2025. “Sementara dari sisi jumlah konsumen, data OJK menyebut jumlah konsumen aset kripto di Indonesia mencapai 18,08 juta per Agustus 2025,” katanya.
Optimisme terhadap Momentum Pasar Aset Kripto
Subani optimistis momentum positif di pasar aset kripto Indonesia dapat berlanjut dan berkontribusi pada perekonomian Indonesia. Hasil studi Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM UI) menemukan bahwa transaksi aset kripto pada 2024 yang senilai Rp 651 triliun telah menyumbang 0,32 persen pada Pendapatan Domestik Bruto (PDB) dan 333 ribu lapangan kerja.
Dengan strategi yang tepat, Subani mengatakan kontribusi aset kripto tersebut akan tumbuh secara eksponensial dalam tiga sampai lima tahun ke depan.
Empat Langkah untuk Meningkatkan Kontribusi Industri Aset Kripto
Menurut Subani, ada empat langkah yang bisa meningkatkan kontribusi industri aset kripto terhadap perekonomian Indonesia:
- Penegakan hukum terhadap platform yang tak berizin, agar tercipta level playing field yang adil.
- Pengembangan produk yang inovatif dan berizin, seperti stablecoin, derivatif, crypto backed financing, dan tokenisasi real world asset (RWA).
- Perluasan akses pasar bagi investor institusional asing, agar dapat memperdalam likuiditas lokal.
- Penguatan literasi dan edukasi mengenai aset kripto kepada masyarakat.
“Ketika upaya-upaya di atas dapat dilakukan secara optimal melalui kolaborasi dari seluruh pemangku kepentingan, maka kami yakin bahwa industri aset kripto dapat memberikan multiplier effect untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional ke depan,” kata Subani.