
Kabar Chairul Tanjung Sowan ke Pesantren Lirboyo
Kabar mengenai kedatangan Chairul Tanjung ke Pesantren Lirboyo di Kota Kediri, Jawa Timur, menjadi perhatian publik. Pemilik CT Corp ini datang untuk meminta maaf kepada KH Anwar Mansyur, pengasuh pesantren tersebut, terkait penayangan video dalam satu program Trans7 yang dianggap menyinggung kalangan pesantren.
Chairul Tanjung dikenal sebagai salah satu tokoh bisnis dan media Indonesia yang memiliki pengaruh besar. Sebagai pemimpin CT Corp, ia juga dikenal sebagai "Raja Media" karena kepemilikan beberapa stasiun televisi seperti Trans7. Dalam pertemuan tersebut, ia menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepada KH Anwar Mansyur dan berjanji akan melakukan perbaikan di internal manajemen agar tidak terjadi lagi tayangan yang menyinggung atau mencederai kalangan pesantren.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
“Sowan Beliau dalam rangka permohonan maaf atas tayangan Trans7 yang telah kita ketahui bersama dan tadi bapak KH Anwar Mansyur menerima permohonan Bapak Chairul Tanjung,” ujar KH Abdul Mu'id Shohib, Juru Bicara Pesantren Lirboyo, seperti dikutip dari berbagai sumber.
Pertemuan ini juga menjadi kesempatan bagi Chairul Tanjung untuk menjelaskan rencana perbaikan yang akan dilakukan di seluruh media yang berada di bawah naungan CT Corp. Ia menegaskan bahwa langkah-langkah konkret akan segera diambil untuk memastikan tidak ada lagi konten yang tidak sesuai dengan nilai-nilai agama dan budaya pesantren.
Profil Chairul Tanjung
Chairul Tanjung lahir pada 18 Juni 1962 di Jakarta. Ia adalah seorang pengusaha sukses yang juga pernah menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI dari 19 Mei 2014 hingga 20 Oktober 2014. Sebelumnya, ia juga pernah menjabat berbagai posisi penting seperti CEO Bandung Supermall, CEO Trans Corp, Komisaris Utama PT Carrefour, serta pendiri PT Pariarti Shindutama.
Sebagai pendiri dan pemimpin CT Corp, Chairul Tanjung membangun konglomerat besar yang menaungi beberapa anak perusahaan di bidang finansial, properti, media, dan multimedia. Beberapa perusahaan yang dimilikinya antara lain Trans Corp, Bank Mega, dan CT Global Resources.
Chairul Tanjung dikenal sebagai sosok yang pantang menyerah dan memiliki komitmen tinggi dalam berbisnis. Ia berhasil membangun usahanya dari nol hingga menjadi konglomerat besar, meskipun sempat mengalami jatuh bangun selama krisis ekonomi 1998 yang mengguncang Indonesia.
Dalam bidang pendidikan, ia menempuh SD, SMP, dan SMA di Jakarta, lalu melanjutkan kuliah di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia. Ia juga mengikuti program eksekutif MBA di IPPM.
Dari segi prestasi, Chairul Tanjung pernah masuk dalam daftar 1000 orang terkaya dunia versi majalah Forbes dengan kekayaan mencapai sekitar 1 miliar USD. Selain itu, ia juga pernah mendapat penghargaan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Award pada tahun 2015 dan dikukuhkan sebagai guru besar bidang ilmu kewirausahaan di Universitas Airlangga Surabaya.
Profil KH Anwar Mansyur
KH Anwar Mansyur, yang sering dipanggil Mbah War, adalah seorang ulama khos dan pengasuh utama Pesantren Lirboyo di Kediri, Jawa Timur. Ia lahir pada 1 Maret 1938 dari pasangan KH Manshur Jombang dan Nyai Salamah, putri ketiga pendiri Pesantren Lirboyo KH Abdul Karim.
Sejak kecil, KH Anwar Mansyur menimba ilmu di berbagai pesantren, termasuk pesantren ayahnya di Pacul Gowang Jombang, Tebuireng hingga tingkat Tsanawiyah, dan akhirnya melanjutkan pendidikan di Pesantren Lirboyo sendiri. Ia dikenal sebagai sosok kiai yang amanah, istiqomah dalam beribadah dan mengajar serta fokus pada pembentukan akhlak santri sebagai prioritas utama.
KH Anwar Mansyur menekankan pentingnya mengaji dan kemampuan membaca Al-Qur'an sebagai fondasi pendidikan di pesantren. Selain itu, beliau peduli pada perkembangan pesantren putri dan pernah mendirikan Pesantren Hidayatul Mubtadiat khusus santri putri di komplek Lirboyo yang didirikan pada 15 September 1985 atas inisiatif KH Mahrus Aly dan direalisasikan oleh KH Anwar Mansyur sendiri.
Dalam kehidupan sosial, KH Anwar Mansyur juga dikenal dekat dengan masyarakat dan aktif bersilaturahmi. Sebagai seorang guru besar di pesantren, beliau sangat menekankan pendidikan agama untuk menyelamatkan generasi muda dari pengaruh buruk pergaulan bebas dan zaman yang tidak sehat.
KH Anwar Mansyur tetap menjadi figur teladan dan pengasuh tertinggi Pesantren Lirboyo hingga usia lanjut dengan komitmen tinggi dalam mempertahankan tradisi pendidikan salaf dan nilai-nilai agama Islam.
Kesimpulan
Peristiwa sowan Chairul Tanjung ke Pesantren Lirboyo menjadi sebuah momen penting dalam hubungan antara dunia bisnis dan pesantren. Pertemuan ini menunjukkan komitmen Chairul Tanjung untuk memperbaiki manajemen dan menghindari tayangan yang tidak sesuai dengan nilai-nilai agama. Di sisi lain, KH Anwar Mansyur tetap menjadi tokoh yang dihormati dan menjadi contoh dalam pendidikan dan kehidupan sosial.