
PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mencatatkan kinerja keuangan yang sangat positif pada semester pertama tahun 2025. Laba bersih perusahaan mencapai USD 1,6 miliar atau sekitar Rp 26,7 triliun berdasarkan kurs rupiah terhadap dolar AS sebesar Rp 16.686 per dolar. Kinerja ini menjadi bukti bahwa strategi perusahaan dalam mengelola bisnis serta ekspansi operasional telah memberikan dampak signifikan.
Andre Khor, Chief Financial Officer sekaligus Direktur PT Chandra Asri Pacific Tbk, menjelaskan bahwa pencapaian ini tidak lepas dari aktivitas akuisisi yang dilakukan perusahaan. Salah satu langkah penting adalah pengambilalihan Aster Chemicals and Energy Pte. Ltd. dari Shell pada April 2025 lalu. Akuisisi ini menjadi salah satu faktor utama yang mendukung kenaikan laba bersih perusahaan.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
"Kontribusi utama berasal dari pencairan keuntungan yang didapat melalui akuisisi dengan harga rendah, yang dikenal sebagai bargain purchase accounting atau negative goodwill," ujar Andre dalam pernyataan resmi yang dirilis pada Rabu (1/10).
Selain itu, pendapatan bersih Chandra Asri Group mengalami lonjakan signifikan sebesar 236,2 persen, mencapai USD 2,91 miliar atau sekitar Rp 48,6 triliun. Peningkatan ini terjadi di berbagai sektor bisnis perusahaan, yaitu:
- Bisnis kilang: USD 1,17 miliar
- Bisnis kimia: USD 1,68 miliar
- Bisnis infrastruktur: USD 56,7 juta
Sementara itu, adjusted EBITDA perusahaan tercatat sebesar USD 1,7 miliar. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan mampu mempertahankan profitabilitas yang tinggi meskipun sedang melakukan investasi besar-besaran. Belanja modal TPIA pada semester I 2025 meningkat menjadi USD 181,9 juta, naik dari periode yang sama pada tahun sebelumnya yang hanya tercatat sebesar USD 158,6 juta.
Dalam hal struktur keuangan, liabilitas perusahaan juga meningkat sebesar 117,2 persen atau setara dengan USD 5,91 miliar. Namun, hal ini diimbangi oleh kenaikan ekuitas yang mencapai 62,2 persen menjadi USD 4,76 miliar. Total aset perusahaan pun melonjak hampir dua kali lipat, mencapai USD 10,68 miliar.
Kenaikan aset dan ekuitas tersebut menunjukkan bahwa perusahaan semakin stabil dan memiliki kemampuan untuk mengembangkan bisnis di masa depan. Dengan kinerja yang kuat pada paruh pertama 2025, Chandra Asri Pacific Tbk tampaknya siap untuk terus berkembang dan memperkuat posisinya di pasar industri kimia dan energi.