Chat Nyinyir Kematian Timothy Viral, Calista FK Unud Bali Minta Maaf

admin.aiotrade 21 Okt 2025 3 menit 18x dilihat
Chat Nyinyir Kematian Timothy Viral, Calista FK Unud Bali Minta Maaf

Peristiwa yang Menggegerkan

Seorang mahasiswi dari Fakultas Kedokteran Universitas Udayana (Unud) Bali, Calista Amore Manurung, akhirnya muncul ke publik setelah menjadi sorotan karena komentarnya yang dinilai tidak berempati terkait kematian Timothy Anugerah Saputra. Ia memutuskan untuk menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepada publik dan keluarga korban.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Permintaan Maaf Terbuka

Calista mengungkapkan rasa duka cita atas kepergian Almarhum Timothy melalui akun Instagram pribadinya. Ia menjelaskan bahwa ia menyesal telah menulis komentar “Ga berasa lt 2 mah” dalam sebuah grup WhatsApp setelah kabar meninggalnya Timothy beredar.

“Selamat pagi semuanya. Perkenalkan, saya Calista Amore Manurung, mahasiswi Kedokteran Universitas Udayana, yang ada dalam screenshot chat yang sempat menjadi perbincangan beberapa waktu terakhir ini. Pertama-tama, saya ingin menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas kepergian Almarhum Timothy,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf dan doa bagi keluarga korban. Calista menyadari tindakannya telah melukai banyak pihak.

“Saya ingin menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pihak yang tidak berkenan atas perkataan dalam chat saya. Saya menyadari bahwa tindakan nir empati yang saya lakukan tidak dapat dibenarkan dalam keadaan apapun,” katanya.

Pelajaran Berharga

Calista menegaskan bahwa ia sangat menyesal atas perkataannya di grup chat mahasiswa yang kini viral di media sosial. Ia mengaku menjadikan kejadian itu sebagai pelajaran besar.

“Saya sungguh menyesal dan menjadikan kejadian ini sebagai pelajaran besar dalam hidup saya untuk lebih berhati-hati dan bersikap, lebih peka terhadap perasaan orang lain dan lebih bertanggung jawab atas setiap kata yang saya ucapkan,” katanya.

Ia juga menyampaikan permintaan maaf langsung kepada keluarga Almarhum Timothy.

“Kepada keluarga Almarhum Timothy, saya mohon maaf dengan sepenuh hati. Saya juga berterima kasih kepada pihak kampus, rumah sakit, rekan-rekan, dan seluruh masyarakat yang telah memberikan teguran serta pengingat bagi saya,” tuturnya.

Komitmen untuk Memperbaiki Diri

Calista menyatakan komitmennya untuk memperbaiki diri. Ia berjanji akan menjadikannya sebagai dorongan untuk terus memperbaiki diri dan menjadi pribadi yang lebih baik ke depannya.

“Terima kasih atas kesempatan yang diberikan untuk menyampaikan permintaan maaf ini,” imbuhnya.

Komentar Viral dan Respons Kampus

Komentar “Ga Berasa lt 2 Mah” menjadi viral setelah tangkapan layar percakapan grup chat mahasiswa Unud beredar luas di media sosial. Dalam chat tersebut, Calista menuliskan komentar tersebut setelah muncul kabar meninggalnya Timothy.

Komentar itu langsung menuai kecaman publik, karena dianggap tidak berperasaan terhadap duka yang tengah dialami keluarga korban.

Ketua Unit Komunikasi Publik Universitas Udayana, Dewi Pascarini, mengonfirmasi bahwa pihak kampus sudah menindaklanjuti kasus ini.

“Fakultas telah memanggil pelaku pemberian ucapan nir empati tersebut dan merekomendasikan pemberian nilai tidak baik untuk kemampuan soft skill. Namun itu belum sanksi akhir, keputusan akan ditetapkan rektor berdasarkan rekomendasi Satgas,” kata Dewi.

Ia menambahkan, selain Calista, dua mahasiswa Fakultas Kedokteran lainnya yang berstatus koas di RSUP Prof dr IGNG Ngoerah Denpasar juga ikut diperiksa.

“Sedang dilakukan komunikasi antara pihak dekan dan rumah sakit untuk menentukan langkah disipliner selanjutnya,” ucapnya.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan