Chengdong Jual 3,71 Miliar Saham BUMI, Raup Untung Rp 1,03 Triliun

admin.aiotrade 26 Des 2025 3 menit 14x dilihat
Chengdong Jual 3,71 Miliar Saham BUMI, Raup Untung Rp 1,03 Triliun


Investor Asing Kembali Lepas Saham BUMI

PT Bumi Resources Tbk (BUMI) kembali mencatatkan adanya aksi penjualan saham oleh investor asing. Setelah sebelumnya UBS melakukan pengurangan kepemilikan saham, kali ini giliran Chengdong Investment Corporation yang melaporkan penjualan saham BUMI di sepanjang Desember 2025.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Berdasarkan keterbukaan informasi yang dirilis Jumat (26/12/2025), Chengdong Investment Corporation menjual sejumlah 3.713.353.900 atau 3,71 miliar saham BUMI dengan harga transaksi berkisar antara Rp 238 hingga Rp 388 per saham. Transaksi ini berlangsung dari Senin (1/12/2025) hingga Senin (22/12/2025). Melalui penjualan ini, Chengdong Investment Corporation berhasil mengumpulkan dana segar sebesar sekitar Rp 1,03 triliun.

Sebelum transaksi, jumlah saham yang dimiliki Chengdong Investment Corporation sebesar 25,98 miliar saham atau 6,99%. Setelah transaksi, kepemilikan sahamnya berkurang menjadi 22,27 miliar saham atau 5,99%. Tujuan dari transaksi ini adalah divestasi, seperti yang disampaikan oleh manajemen BUMI dalam keterangannya.

Kepemilikan saham dalam transaksi ini dilakukan secara langsung dan termasuk dalam kategori saham biasa. Hingga akhir perdagangan Rabu (24/12/2025), harga saham BUMI turun 4,74% ke posisi Rp 362 per saham. Meskipun demikian, harga saham ini menguat 39,23% dalam sebulan terakhir dan melonjak 206,78% sejak awal tahun berjalan.

Pengambilalihan Jubilee Metals Limited

Dari sisi aksi korporasi, BUMI baru saja mengumumkan selesainya proses akuisisi lanjutan terhadap Jubilee Metals Limited (JML). Perusahaan ini merupakan salah satu perusahaan pertambangan emas yang beroperasi di Northern Queensland, Australia.

BUMI telah melakukan transaksi pengambilbagian atas sejumlah 3.312.632 saham baru yang diterbitkan oleh JML pada 18 Desember 2025 dengan nilai transaksi sebesar AUD 31.470.004 atau setara Rp 346.936.545.540. Transaksi ini terjadi pada 18 Desember 2025. Dengan penyelesaian transaksi ini, BUMI kini resmi menguasai 64,98% saham JML.

Strategi Diversifikasi Jangka Panjang

Akuisisi JML selaras dengan strategi diversifikasi jangka panjang BUMI yang menargetkan komposisi EBITDA terkonsolidasi 50:50 antara batu bara termal dan aset non-batu bara termal pada tahun 2031. Transformasi bertahap ini dirancang untuk memperkuat ketahanan BUMI, mengurangi ketergantungan pada satu siklus komoditas, serta memposisikan emiten tersebut untuk tumbuh di tengah transisi energi global.

JML diperkirakan akan memulai kegiatan penambangan pada Juli 2026 dan diperkirakan menghasilkan 9,89 ribu ons emas pada tahun 2026. Dengan penambangan ini, BUMI berharap dapat meningkatkan portofolio aset non-batu bara dan memperluas pangsa pasar di sektor pertambangan emas.

Tren Pasar dan Prospek Masa Depan

Meski harga saham BUMI mengalami penurunan pada akhir pekan lalu, tren jangka panjang tetap positif. Dengan akuisisi JML dan strategi diversifikasi yang terus berjalan, BUMI berpotensi menjadi salah satu pemain utama dalam sektor pertambangan emas di Asia. Hal ini juga memberi dampak positif terhadap kinerja keuangan perusahaan dalam beberapa tahun mendatang.

Selain itu, perusahaan juga terus memperkuat kerjasama dengan mitra internasional dan memperluas operasional di berbagai wilayah. Dengan langkah-langkah ini, BUMI siap menghadapi tantangan pasar yang semakin dinamis dan memperkuat posisinya sebagai salah satu perusahaan tambang terbesar di Indonesia.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan