Inovasi Baterai Solid-State Chery yang Membuka Era Baru Mobil Listrik
Chery, produsen mobil asal Tiongkok, baru saja mengumumkan pengembangan baterai solid-state pertama mereka yang diklaim mampu menempuh jarak hingga 1.300 kilometer hanya dengan satu kali pengisian daya. Ini menjadi bukti komitmen Chery dalam menjawab salah satu kekhawatiran utama pengguna kendaraan listrik, yaitu keterbatasan jarak tempuh.
Baterai ini merupakan hasil pengembangan dari Chery Solid-State Battery Research Institute. Dengan kepadatan energi mencapai 600 Wh/kg, teknologi ini menggunakan sistem elektrolit padat terpolimerisasi in-situ serta katoda mangan kaya litium. Kedua komponen ini membuat baterai lebih efisien, aman, dan memiliki daya tahan tinggi. Chery berencana melakukan uji coba percontohan pada tahun 2026 dan peluncuran skala luas pada 2027.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Baterai yang Lebih Aman
Salah satu keunggulan utama baterai solid-state Chery adalah tingkat keamanannya yang sangat tinggi. Dalam pengujian ekstrem, baterai ini ditusuk menggunakan paku dan dibor dengan bor listrik tanpa mengalami kebakaran atau bahkan mengeluarkan asap. Hasil ini menunjukkan bahwa baterai ini jauh lebih aman dibanding baterai litium-ion konvensional yang rentan terhadap panas berlebih dan risiko ledakan. Dengan peningkatan keamanan ini, baterai solid-state diharapkan menjadi standar baru bagi kendaraan listrik masa depan.

Chery Siap Bersaing dengan BYD dan CATL
Langkah Chery memperkenalkan baterai solid-state ini juga dianggap sebagai strategi untuk menantang dominasi dua raksasa industri baterai Tiongkok, yakni BYD dan CATL. Kedua perusahaan tersebut telah lebih dulu mengembangkan baterai solid-state mereka dan berencana memulai produksi skala kecil pada 2027.
Chery tidak ingin sekadar menjadi pengikut. Dengan memamerkan inovasi lebih awal, mereka ingin menunjukkan kemampuan riset dan pengembangan teknologi yang kompetitif, sekaligus memperkuat citra sebagai pemain global di industri kendaraan listrik.

Masa Depan Cerah Baterai Solid-State
Banyak analis menyebut baterai solid-state akan menjadi "game changer" dalam transisi menuju mobil listrik. Keunggulan baterai jenis ini meliputi jarak tempuh yang lebih jauh, waktu pengisian yang lebih cepat, dan umur pakai yang lebih panjang dibanding baterai litium-ion biasa.
Menurut laporan EVTank, pengiriman baterai solid-state global diperkirakan mencapai 614 GWh pada tahun 2030, dengan nilai pasar lebih dari 29 miliar euro, atau sekitar 10 persen dari total industri baterai dunia. Dengan langkah berani Chery ini, persaingan di industri baterai kendaraan listrik akan semakin ketat. Jika target produksi pada 2027 tercapai, Chery berpotensi menjadi salah satu pelopor utama revolusi baterai solid-state, sekaligus mengubah arah masa depan kendaraan listrik di dunia.
