China, Rusia, dan AS Tertarik Bangun Kereta Cepat Luar Jawa

admin.aiotrade 08 Des 2025 2 menit 14x dilihat
China, Rusia, dan AS Tertarik Bangun Kereta Cepat Luar Jawa

Fokus Pemeriharaan Jaringan Kereta Api

Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, menjelaskan bahwa beberapa negara seperti Tiongkok, Amerika Serikat (AS), hingga Rusia menunjukkan minat untuk berpartisipasi dalam pengembangan jaringan kereta api di luar Pulau Jawa. Menurutnya, Tiongkok adalah salah satu negara yang sangat tertarik. Selain itu, Rusia juga pernah menunjukkan ketertarikan awal. Baru-baru ini, pihak AS juga menunjukkan ketertarikan, meskipun belum secara spesifik.

"Kita baru saja bertemu dengan Amerika, tapi mereka belum secara spesifik, tetapi memang mereka tertarik pengembangan kereta api," ujar Dudy dalam media briefing di Jakarta.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Pengembangan Trans Railway

Pengembangan trans railway menjadi fokus utama pemerintah. Trans railway terdiri dari tiga jalur utama yaitu trans Sumatra, trans Kalimantan, dan trans Sulawesi tengah. Dudy mengatakan bahwa studi kelayakan (feasibility study) yang sudah ada menunjukkan pentingnya kehadiran trans railway tersebut dalam mengakomodasi kebutuhan logistik di Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi.

"Yang pasti yang ingin kita kembangkan adalah trans railway khususnya yang logistik karena kan di Kalimantan banyak wilayah-wilayah yang membutuhkan transportasi logistik sehingga diharapkan bisa menekan biaya transportasi di sana," kata Dudy.

Trans Railway di Ibu Kota Nusantara

Di sisi lain, studi kelayakan pembangunan trans railway di Ibu Kota Nusantara (IKN) masih dalam pembahasan. Menurut Dudy, studi kelayakan yang dibuat oleh OIKN akan dibandingkan dengan milik PT KAI maupun pihak swasta yang ingin terlibat dalam pembangunan trans railway IKN.

"Kita mendorong ini adalah KAI dengan pihak swasta, baik dalam negeri maupun luar negeri. Jadi kita membuka. Nah, kalau nanti terkait dengan OIKN, kita lihat dulu sampai seberapa jauh FS yang dibuat OIKN itu relevan atau match tidak dengan FS yang nanti akan dibuat oleh KAI maupun dengan pihak swasta. Itu tentunya kan pendekatannya berbeda," tutur dia.

Uji Coba ART di IKN

Terkait pengembangan jalur kereta di IKN, OIKN akhirnya memutuskan untuk mengembalikan rangkaian ART (Autonomous Rail Transit) atau kereta tanpa rel buatan CRRC Qingdao Sifang ke negara asalnya, Tiongkok. Kinerja kereta tanpa rel buatan China, CRRC Sifang yang menjalani proof of concept (PoC) alias diuji coba di Ibu Kota Nusantara memang tak sesuai harapan.

Berdasarkan evaluasi yang dilakukan oleh tim penilai independen yang berisi pakar baik dari universitas, asosiasi profesi maupun praktisi. Setelah itu, sampai saat ini rencana pembangunan jalur kereta di OIKN masih mandek dan belum ada pergantian unit ART yang dikembalikan ke Tiongkok.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan