
Proyek Jalan Tol Baru di Jabar dan Banten
Sebuah grup perusahaan nasional yang masuk dalam kelompok perusahaan terbaik Asia Pasifik, akan melakukan investasi triliunan rupiah untuk membangun jalan tol baru di Jawa Barat. Investasi ini tidak dialokasikan untuk proyek Tol Getaci, melainkan untuk proyek jalan tol sepanjang 32,3 kilometer.
Proyek Tol Getaci sendiri masih akan menjalani lelang ulang pada tahun 2026. Calon jalan tol terpanjang di Indonesia itu termasuk dalam 19 proyek jalan tol yang akan dilakukan lelang oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU) pada tahun depan.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Menariknya, grup perusahaan nasional tersebut akan memimpin sebuah konsorsium untuk membangun jalan tol yang menembus Jawa Barat hingga Banten. Proyek ini menjadi proyek jalan tol pertama yang dibangun di era Presiden Prabowo Subianto.
Kepastian pembangunan proyek jalan tol ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) serta Perjanjian Penjaminan dan Perjanjian Regres di kantor Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Jakarta, pada 3 Oktober 2025.
Bayangkan saja, kehadiran jalan tol sepanjang 32,3 kilometer ini akan memangkas waktu sangat banyak dari waktu tempuh normal 2 hingga 3 jam menjadi hanya 45 menit saja. Jalan tol ini masuk dalam Jakarta Outer Ring Road (JORR) III yang akan ikut mengurai kemacetan di lalu lintas Jakarta dan sekitarnya.
Proyek Tol Bogor-Serpong via Parung
Penandatanganan yang berlangsung pada 3 Oktober 2025 tersebut menandai akan segera dibangunnya proyek Jalan Tol Bogor-Serpong via Parung. Proyek ini menjadikannya sebagai proyek jalan tol pertama di era Presiden Prabowo Subianto.
Proyek ini akan menelan investasi sebesar Rp 12,35 triliun yang akan digarap oleh sebuah Konsorsium bernama PT Bogor Serpong Infra Selaras (BSIS) dimana leadernya adalah PT Persada Utama Selaras yang megang saham sebesar 52 persen.
Konsorsium PT BISI terdiri dari: * PT Persada Utama Infra (52%) * Jasa Marga (26%) * Adhi Karya (12%) * Hutama Karya (10%)
"Proyek ini juga mendapatkan dukungan penjaminan dari PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia, sebagai bentuk mitigasi risiko dan jaminan keinginan proyek dalam jangka panjang," ujar Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Wilan Oktavian.
Melihat dari laman resminya, PT Persada Utama Infra merupakan anak perusahaan dari PT United Tractor. Perusahaan kondang yang menyediakan alat-alat berat itu merupakan anak usaha dari PT Astra International.
Nah, PT Astra International itu pada tahun 2025 masuk dalam peringkat 118 nominasi Perusahaan Terbaik Asia Pasifik 2025. Perusahaan multinasional ini masuk menjadi salah satu dari 500 perusahaan di Asia Pasifik yang diranking oleh mingguan oleh Majalah Time asal Amerika.
Rincian Proyek Tol Bogor-Serpong via Parung
Kepala BPJT Wilan mengatakan bahwa proyek Tol Bogor-Serpong via Parung akan dibangun membentang di antara dua provinsi yakni di Jabar dan Banten. Dimana ruas jalan sepanjang 27,83 kilometer akan berada di wilayah Jawa Barat dan 4,2 kilometer berada di wilayah Banten.
Wilan memaparkan bahwa proyek tol ini akan menjadi bagian penting dari jaringan JORR III yang nantinya akan mencakup proyek Tol Kamal-Teluknaga-Rajeg (Kartaraja), Tol Sentul Selatan-Karawang Barat, dan Tol Semanan-Balaraja.
Rute jalan tol ini akan menghubungkan persimpangan Selabenda di Bogor dengan persimpangan Serpong melalui wilayah Parung, melintasi Kabupaten Bogor (Kecamatan Kemang, Ciseeng, dan Rumpin) serta sebagian Kabupaten Tangerang.
Tol ini akan dibangun dalam 4 seksi yakni: * Persimpangan Salabenda-Simpang Susun (SS) Pondok Udik sepanjang 3,97 km * Simpang Susun (SS) Pondok Udik-SS Putat Nutug sepanjang 9,27 km * SS Putat Nutug-SS Rumpin sepanjang 8,23 km * SS Rumpin-Junction Serpong sepanjang 10,56 km
Menurut data Direktorat Jenderal Pembiayaan Infrastruktur (DJPI) Kementerian PU, nilai konstruksi proyek ini mencapai Rp5,27 triliun dari total investasi Rp12,35 triliun tersebut. Setelah rampung, tol ini akan terintegrasi dengan Tol Bogor Outer Ring Road (BORR), Tol Depok-Antasari (Desari), Tol Serpong-Pondok Aren, dan Tol Serpong-Balaraja, membentuk jaringan transportasi terpadu di Jakarta Selatan.