
Festival Fashion dan Musik 2025: Membangun SDM Unggul dengan Kekayaan Budaya Lokal
Festival Fashion dan Musik 2025 yang digelar di Grage Mall Cirebon tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga menjadi platform strategis bagi Kota Cirebon untuk menggabungkan kearifan lokal dengan inovasi digital. Acara ini dirancang untuk menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul di sektor ekonomi kreatif, sekaligus mempercepat pembangunan kota.
Pembukaan festival dilakukan langsung oleh Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati. Ia menyampaikan bahwa acara ini merupakan manifestasi nyata dari percepatan pembangunan kota, yang berfokus pada peningkatan kualitas SDM, penguatan ekonomi berbasis budaya, serta pemberdayaan sosial dan budaya.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Kolaborasi Tiga Pilar Pembangunan
Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota menegaskan bahwa festival ini adalah laboratorium pembelajaran konkret bagi generasi muda. Kegiatan ini mendukung tiga misi utama pembangunan Kota Cirebon:
- Peningkatan kualitas SDM yang berdaya saing
- Penguatan produktivitas ekonomi berbasis kearifan lokal
- Penguatan pemberdayaan sosial dan budaya
“Ini adalah panggung untuk mencetak SDM yang unggul, kompetitif, dan berkarakter. Kita tidak hanya mencari bakat, tetapi juga membentuk mentalitas pemenang,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa industri fashion dan musik memiliki potensi masif sebagai penggerak ekonomi daerah. Dengan mengemas batik, motif khas, dan melodi tradisional ke dalam desain modern, Kota Cirebon membuktikan bahwa budaya harus ‘hidup, bergerak, dan menjadi inspirasi’ serta dapat diubah menjadi produk unggulan yang membuka lapangan kerja.
Penggerak Ekonomi Kreatif Didorong Konten Digital
Salah satu fokus penting dari festival ini adalah peran vital ekosistem digital dalam mempromosikan budaya. Apresiasi khusus diberikan kepada 10 content creator Cirebon yang dianggap berjasa memperkuat gaung budaya lokal di berbagai platform media sosial.
Wakil Wali Kota secara khusus menantang para kreator muda ini untuk mengambil peran lebih besar. “Teman-teman content creator adalah jembatan antara karya desainer lokal dan penonton global. Jadikan konten tentang Kota Cirebon sebagai trending topic,” tegasnya, menyoroti pentingnya literasi digital dalam mengangkat potensi daerah.
Kepala Disbudpar Kota Cirebon, Agus Sukmanjaya, menambahkan bahwa festival ini adalah ruang tumbuh bagi generasi muda untuk berekspresi. “Semua itu hanya bisa diwujudkan melalui pelibatan seluruh stakeholder, terutama anak muda,” katanya.
Sinergi Antara Pemerintah, Desainer, Musisi, dan Content Creator
Pemerintah Kota Cirebon berharap kolaborasi sinergis antara pemerintah, desainer, musisi, dan content creator dapat membentuk ekosistem kreatif yang kuat. Dengan energi muda dan kekayaan budaya lokal yang menjadi bahan baku, Kota Cirebon optimistis memperkuat posisinya sebagai pusat kreativitas di wilayah Ciayumajakuning dan mewujudkan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan sosial melalui aktivitas kreatif.