Contoh Khutbah Jumat 24 Oktober 2025: Bijak Bermedia, Ikhlas Menjaga Persaudaraan

admin.aiotrade 24 Okt 2025 4 menit 17x dilihat
Contoh Khutbah Jumat 24 Oktober 2025: Bijak Bermedia, Ikhlas Menjaga Persaudaraan
Contoh Khutbah Jumat 24 Oktober 2025: Bijak Bermedia, Ikhlas Menjaga Persaudaraan

Contoh Khutbah Salat Jumat: Keikhlasan dalam Tengah Arus Informasi yang Tidak Jelas

Khutbah Pertama

Alhamdulillah, kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT, Tuhan semesta alam. Kita memohon pertolongan-Nya, meminta ampunan atas segala kesalahan, serta berlindung kepada-Nya dari keburukan diri sendiri dan kejelekan perbuatan. Siapa yang diarahkan oleh Allah, maka tidak akan tersesat, dan siapa yang disesatkan, maka tidak ada yang dapat membimbingnya.

Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah, yang satu tanpa sekutu. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Semoga shalawat serta salam senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarga dan para sahabatnya.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Ma’asyiral Muslimin, rahimakumullah,

Kita diingatkan untuk senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan menjalankan semua perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Hanya dengan ketakwaan, hidup kita akan penuh berkah dan aman baik di dunia maupun di akhirat.

Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,

Kita hidup di zaman yang penuh kemudahan, tetapi juga penuh tantangan. Teknologi informasi kini sudah menyentuh seluruh aspek kehidupan. Dalam hitungan detik, kabar apa pun bisa menyebar ke seluruh dunia — baik yang benar, maupun yang salah.

Sayangnya, tidak sedikit di antara kita yang dengan mudah percaya dan menyebarkan berita tanpa memastikan kebenarannya. Padahal, Allah SWT telah mengingatkan dalam firman-Nya:

“Wahai orang-orang yang beriman, apabila datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya, yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.”

(QS. Al-Hujurat: 6)

Ayat ini menegaskan, sebelum kita menyebarkan informasi, terlebih dahulu harus tabayyun — memastikan kebenarannya. Sebab, berita yang salah bisa menimbulkan fitnah, perpecahan, bahkan kebencian di antara sesama umat.

Jamaah yang berbahagia,

Selain bijak dalam menyikapi informasi, kita juga diajarkan untuk menanamkan keikhlasan dan toleransi dalam kehidupan berbangsa dan beragama.

Indonesia adalah negeri yang besar dan majemuk. Kita hidup berdampingan dengan banyak suku, budaya, dan agama. Maka, menjaga keharmonisan dan menghormati perbedaan adalah bagian dari ajaran Islam yang luhur.

Rasulullah SAW bersabda:

“Tidak sempurna iman seseorang di antara kalian hingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.”

(HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini menegaskan pentingnya empati, kasih sayang, dan toleransi. Seorang muslim sejati bukan hanya baik kepada sesama muslim, tetapi juga berbuat adil dan menghormati siapa pun di sekitarnya.

Ma’asyiral Muslimin,

Keikhlasan adalah kunci ketenangan hidup di tengah dunia yang serba cepat dan penuh persaingan.

Allah SWT berfirman:

“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama...”

(QS. Al-Bayyinah: 5)

Ikhlas berarti berbuat hanya karena Allah, bukan demi pujian atau popularitas di media sosial. Di tengah arus informasi yang sering kali mendorong kita untuk pamer, berlomba-lomba mencari perhatian, keikhlasan menjadi benteng agar amal kita tidak sia-sia.

Cara Mengatasinya:

  • Tabayyun (verifikasi) setiap informasi sebelum membagikannya.
  • Bijak menggunakan media sosial, hindari komentar yang memecah belah.
  • Bangun niat ikhlas dalam setiap aktivitas, termasuk di dunia maya.
  • Tingkatkan literasi digital dan agama agar tidak mudah terprovokasi.
  • Perkuat ukhuwah (persaudaraan) lintas agama dan budaya demi menjaga persatuan Indonesia.

Penutup Khutbah Pertama

Marilah kita jadikan perkembangan teknologi sebagai sarana untuk menyebarkan kebaikan, bukan kebencian. Gunakan jari kita untuk menulis hal-hal yang menenteramkan, bukan yang menyesatkan.

Semoga Allah SWT menjaga negeri kita dari fitnah, perpecahan, dan berita bohong yang menyesatkan.

أقول قولي هذا وأستغفر الله لي ولكم، فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم.

Khutbah Kedua

Alhamdulillah, Tuhan semesta alam, dan akhirat bagi orang-orang yang bertakwa. Tidak ada kezaliman selain terhadap orang yang dzalim.

Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah, yang satu tanpa sekutu. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya.

Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,

Mari kita perkuat keimanan dengan keikhlasan, dan jadikan perbedaan sebagai kekayaan bangsa. Tumbuhkan semangat saling menghormati, karena Islam hadir sebagai rahmat bagi seluruh alam.

“Dan tidaklah Kami mengutus engkau (Muhammad) melainkan sebagai rahmat bagi seluruh alam.”

(QS. Al-Anbiya: 107)

Mari kita berdoa agar Allah SWT menjaga bangsa Indonesia dari perpecahan, menanamkan keikhlasan dalam hati kita, dan menjauhkan kita dari fitnah dunia maya yang menyesatkan.

Doa Penutup

اللهم اغفر للمسلمين والمسلمات، والمؤمنين والمؤمنات، الأحياء منهم والأموات.

اللهم أصلح لنا ديننا الذي هو عصمة أمرنا، وأصلح لنا دنيانا التي فيها معاشنا، وأصلح لنا آخرتنا التي إليها معادنا، واجعل الحياة زيادة لنا في كل خير، واجعل الموت راحة لنا من كل شر.

Abdul Allah,

“Sesungguhnya Allah menyuruh berlaku adil, berbuat kebajikan, memberi kepada kerabat, dan melarang perbuatan mungkar, keji, serta aniaya. Ia memberi peringatan kepada kalian agar kalian ingat.”

Faza dzhkurullaha al-azhim yadzkurkum, wasykuruhu ‘ala ni’mihii yazidkum, wa ladzikrullahi akbaru, wallahu ya3lamu maa tashna3un.

Demikian contoh khutbah Jumat 24 Oktober 2025.

Bagikan Artikel:
admin.aiotrade
admin.aiotrade

Penulis di Website. Berfokus pada penyajian informasi yang akurat, terpercaya, dan analisis mendalam seputar teknologi finansial.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan