
aiotrade,
JAKARTA – Puluhan aktivis masyarakat adat melakukan aksi protes di lokasi Konferensi Iklim PBB (COP30) yang berlangsung di Kota Belem, Brasil, pada Selasa (11/11/2025). Mereka memasuki area konferensi dan terlibat bentrokan dengan petugas keamanan. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk tuntutan untuk mengambil langkah nyata dalam melindungi hutan serta mengatasi krisis iklim global.
Dalam aksinya, para demonstran menyerukan perhatian lebih besar terhadap isu-isu lingkungan dan hak-hak masyarakat adat. Mereka membawa bendera dan poster dengan slogan seperti “Tanah kami bukan untuk dijual.” Nato, salah satu pemimpin adat Tupinamba, menyampaikan bahwa masyarakat adat tidak bisa hidup hanya dengan uang. Ia menekankan pentingnya menjaga tanah dari ancaman bisnis agraria besar, eksplorasi minyak, serta aktivitas ilegal seperti penambangan dan penebangan liar.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Petugas keamanan berusaha menghalangi massa dengan mendorong mereka mundur dan menggunakan meja sebagai penghalang. Seorang saksi mata melaporkan bahwa seorang petugas keamanan dibawa menggunakan kursi roda setelah mengalami cedera pada perut. Sementara itu, seorang petugas lainnya luka sobek di atas mata akibat lemparan stik drum besar dari arah massa. Petugas juga menyita beberapa tongkat kayu berat dari para demonstran.
Setelah bentrokan, para pengunjuk rasa akhirnya membubarkan diri. Mereka sebelumnya bergabung dengan ratusan peserta lain yang berbaris menuju lokasi konferensi. Setelah situasi membaik, petugas keamanan mengizinkan delegasi keluar dari gedung setelah meminta mereka tetap berada di dalam area sampai aman.
Sebelumnya, ada beberapa demonstran yang berhasil menembus barikade keamanan di pintu utama COP30, menyebabkan dua petugas mengalami luka ringan dan kerusakan kecil pada fasilitas. Juru bicara konferensi menyatakan bahwa petugas keamanan Brasil dan PBB telah mengambil langkah-langkah sesuai protokol keamanan. Otoritas Brasil dan PBB sedang menyelidiki insiden tersebut, dan lokasi acara sudah kembali aman. Perundingan COP30 tetap berjalan seperti biasa.
Pintu utama lokasi konferensi ditutup sementara untuk perbaikan dan akan kembali dibuka pada Rabu pagi. Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva menegaskan bahwa masyarakat adat memiliki peran penting dalam negosiasi COP30 kali ini.
Sejak awal pekan ini, puluhan pemimpin adat di Brasil tiba di Belem dengan perahu untuk ikut serta dalam perundingan dan menyuarakan aspirasi mereka agar lebih diikutsertakan dalam pengelolaan hutan. Dalam wawancara terpisah, tokoh dan kepala adat ternama Raoni Metuktire atau dikenal sebagai Kepala Suku Raoni mengatakan kepada Reuters bahwa banyak komunitas adat kecewa dengan proyek industri dan pembangunan yang terus mengancam hutan. Ia mendesak pemerintah Brasil untuk memberdayakan masyarakat adat dalam melestarikan hutan Amazon. Raoni menyerukan agar pemerintah memberikan lebih banyak kekuasaan kepada masyarakat adat untuk menjaga kelestarian Amazon.