
Persiapan Pemerintah Kota Surabaya Menghadapi Cuaca Ekstrem
Cuaca ekstrem yang melanda hampir seluruh wilayah Jawa Timur, termasuk Surabaya, memaksa pemerintah setempat untuk melakukan berbagai langkah antisipasi. Salah satu upaya utama yang dilakukan adalah pengurangan risiko banjir dan genangan air, khususnya di kawasan yang rentan terkena dampak cuaca buruk.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya, Syamsul Hariadi, menjelaskan bahwa pihaknya telah mengambil beberapa tindakan untuk mempersiapkan kota menghadapi musim hujan. Beberapa kegiatan yang dilakukan antara lain:
- Pengerukan saluran air
- Penambahan rumah pompa
- Pembersihan saluran drainase
Langkah-langkah ini dilakukan agar tidak terjadi banjir saat musim hujan tiba. Syamsul menegaskan bahwa pengerukan saluran sangat penting karena dapat mengurangi kapasitas saluran jika tidak dilakukan secara berkala.
Selain itu, pemeliharaan pompa air dan pintu air juga dilakukan oleh DSDABM. Tujuannya adalah memastikan peralatan tersebut berfungsi dengan baik ketika cuaca ekstrem terjadi.
Fokus pada Wilayah Selatan Surabaya
Salah satu prioritas utama pemerintah kota saat ini adalah penanganan banjir dan genangan di kawasan Surabaya selatan. Untuk itu, proyek pembangunan rumah pompa dilakukan di lima titik strategis, yaitu:
- Rumah Pompa Menanggal di belakang mal Cito
- Rumah Pompa Ahmad Yani depan Taman Pelangi
- Rumah Pompa Ketintang di kawasan Ketintang Madya
- Rumah Pompa Karah
- Rumah Pompa Rungkut Menanggal
Syamsul menyatakan bahwa semua titik ini merupakan daerah yang rawan banjir. Proyek pembangunan rumah pompa di kawasan selatan menjadi fokus utama dalam mengantisipasi banjir tahun ini.
Meski beberapa pembangunan rumah pompa tertunda, Syamsul berupaya agar proyek tersebut selesai sebelum akhir November 2025. Ia mengungkapkan bahwa progres pembangunan saat ini mencapai 70 persen, dengan sisa 30 persen yang akan diselesaikan sebagian di akhir November dan sisanya di Desember 2025.
Koordinasi dengan BMKG
DSDABM juga aktif berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk memperoleh informasi cuaca terkini. Biasanya, Pemkot Surabaya menerima peringatan tentang cuaca ekstrem satu hingga dua jam sebelumnya.
Masyarakat juga dapat mengakses informasi cuaca melalui website WOFI Juanda. Di situs tersebut, warna merah menunjukkan hujan deras, kuning untuk hujan sedang, dan hijau untuk hujan gerimis. Informasi ini membantu masyarakat lebih siap menghadapi kondisi cuaca yang tidak menentu.