
Cuaca Ekstrem di Kotim, Kerugian Mencapai Ratusan Juta Rupiah
Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, pada Kamis (6/11/2025) sore menyebabkan kerugian besar. Angin kencang disertai hujan deras di Desa Pelantaran, Kecamatan Cempaga Hulu, membuat atap Alfamart terlepas dan menimpa rumah warga di sekitarnya.
Berdasarkan laporan kaji cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim, peristiwa terjadi sekitar pukul 16.00 WIB. Angin dengan kecepatan hingga 56 kilometer per jam menerjang kawasan tersebut dan menyebabkan bagian atap minimarket berukuran sekitar 15 x 10 meter terbang.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam, menyebutkan total kerugian yang dialami pihak Alfamart diperkirakan mencapai Rp60 juta. Material atap yang terbuat dari baja ringan dan seng beterbangan hingga beberapa meter dari lokasi semula akibat kuatnya hembusan angin.
“Kerusakan paling parah terjadi di bangunan Alfamart. Hampir seluruh atap bagian depan terlepas dan beberapa bagian dinding juga mengalami retak,” ujar Multazam, Jumat (7/11/2025).
Tak hanya bangunan komersial, satu rumah warga di sekitar lokasi juga mengalami kerusakan. Rumah milik Widia Rahma, warga RT 07 RW 04 Desa Pelantaran, mengalami kebocoran dan kerusakan pada bagian atap dengan taksiran kerugian mencapai Rp15 juta.
Meski demikian, BPBD memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, beberapa aktivitas warga sempat terganggu karena sisa material atap yang berserakan di sekitar bangunan. Arus listrik di kawasan itu juga sempat diputus sementara untuk menghindari potensi bahaya.
Tim BPBD bersama Bhabinkamtibmas dan petugas Polsek Cempaga Hulu segera turun ke lapangan melakukan pendataan dan kaji cepat. Proses pemeriksaan sempat terkendala hujan gerimis dan arus listrik yang belum dapat dimatikan selama kegiatan berlangsung.
Multazam menambahkan, pemilik ruko telah dimintai keterangan oleh pihak kepolisian terkait tanggung jawab atas kerugian yang juga menimpa rumah warga di sebelahnya. “Pemilik ruko bersedia menanggung sebagian kerugian yang diakibatkan oleh terlepasnya atap tersebut,” ujarnya.
BPBD mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi beberapa hari ke depan. Berdasarkan data BMKG Stasiun Meteorologi H Asan Sampit, potensi hujan deras disertai angin kencang masih tinggi hingga pertengahan November, bahkan bisa berlanjut sampai Februari 2026.
Dampak Cuaca Ekstrem di Wilayah Kotim
Peristiwa cuaca ekstrem ini tidak hanya merusak infrastruktur, tetapi juga memberikan dampak psikologis bagi warga setempat. Beberapa keluarga mengaku kaget dan khawatir terhadap kondisi lingkungan mereka. Selain itu, aktivitas sehari-hari seperti belanja dan transportasi terganggu akibat adanya sisa-sisa material yang berserakan.
Beberapa langkah telah dilakukan oleh pihak berwenang untuk mengatasi masalah ini. BPBD bersama dengan aparat desa dan polisi melakukan pendataan kerusakan secara detail. Selain itu, pihak pengelola Alfamart juga telah menunjukkan kesediaannya untuk bertanggung jawab atas kerusakan yang terjadi.
Selain itu, masyarakat juga diajak untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem. BPBD memberikan edukasi tentang cara menghadapi bencana alam, termasuk langkah-langkah pencegahan dan perlindungan diri.
Persiapan Menghadapi Cuaca Ekstrem
Dalam rangka menghadapi cuaca ekstrem yang masih bisa terjadi, BPBD Kotim menyarankan kepada masyarakat untuk: * Memperkuat struktur bangunan, terutama atap dan dinding. * Menyimpan barang berharga di tempat yang aman. * Menjaga kebersihan lingkungan untuk mencegah genangan air. * Mengikuti informasi cuaca dari instansi terkait.
Selain itu, masyarakat juga diminta untuk tidak panik dan tetap tenang saat menghadapi situasi darurat. Dengan persiapan yang baik, risiko kerugian dapat diminimalkan.