
Persiapan Libur Akhir Tahun yang Matang
Pemerintah mengingatkan wisatawan dan pelaku pariwisata untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, khususnya curah hujan tinggi di berbagai destinasi wisata menjelang libur akhir tahun. Prediksi dari BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) menyebutkan bahwa bulan Desember akan mengalami curah hujan yang cukup tinggi. Hal ini memerlukan persiapan lebih matang, termasuk koordinasi dengan Basarnas setempat.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Peringatan ini disampaikan oleh Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa dalam acara Jumpa Pers Akhir Tahun 2025 di Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat, Selasa (16/12/2025). Ia menekankan pentingnya pengawasan cuaca serta aspek keamanan dan keselamatan dalam berwisata saat libur akhir tahun.
Surat Edaran untuk Pemerintah Daerah dan Pelaku Wisata
Menyambut libur akhir tahun, Menteri Pariwisata telah menerbitkan surat edaran yang ditujukan kepada pemerintah daerah, asosiasi, dan pelaku pariwisata. Dalam surat tersebut, pemerintah meminta agar pemerintah daerah melakukan koordinasi intensif, terutama dengan asosiasi seperti PHRI. Selain itu, perlu adanya keterlibatan pihak kesehatan, keamanan di destinasi wisata, dan PMI (Palang Merah Indonesia).
Selain itu, pihak Polri juga diminta untuk bekerja sama dalam menjaga keamanan di tempat wisata. Dengan demikian, semua pihak dapat bersinergi dalam memastikan kelancaran dan keamanan selama masa liburan.
Penerapan Manajemen Risiko di Destinasi Wisata
Kementerian Pariwisata juga mendorong penerapan manajemen risiko di destinasi wisata, terutama di daerah yang memiliki risiko tinggi. Penerapan ini merujuk pada modul CHSE (Cleanliness, Health, Safety, dan Environmental Sustainability), yang mencakup penanggulangan kebencanaan dan pengelolaan pengunjung.
Modul ini telah disebar ke berbagai daerah dan kepada pengelola daya tarik wisata. Ni Luh Puspa berharap modul ini diterapkan secara baik sehingga wisatawan dapat merasakan kenyamanan dan keamanan selama liburan.
Proyeksi Kunjungan Wisatawan
Ni Luh Puspa memaparkan bahwa pada Desember 2025 diproyeksikan akan ada sekitar 1,5 juta kunjungan wisatawan mancanegara (wisman). Sementara itu, untuk wisatawan nusantara, hasil survei Kementerian Perhubungan menunjukkan bahwa sekitar 100 juta orang akan melakukan perjalanan selama bulan Desember 2025.
Dengan jumlah wisatawan yang begitu besar, Kementerian Pariwisata mendorong semua pihak untuk bersiap menghadapi lonjakan pergerakan wisnus dan wisman selama periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Data Mobilitas Masyarakat
Sebelumnya, data dari Kementerian Perhubungan menunjukkan bahwa sebanyak 42,01 persen penduduk Indonesia atau sekitar 119,5 juta orang diperkirakan akan melakukan perjalanan selama periode Nataru. Angka ini meningkat 2,71 persen dibandingkan libur akhir tahun sebelumnya, seiring dengan meningkatnya mobilitas masyarakat.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyebutkan bahwa sebagian besar mobilitas masyarakat masih terkonsentrasi di Pulau Jawa, dengan Jawa Barat sebagai daerah asal terbesar dan Jawa Tengah menjadi tujuan utama pergerakan masyarakat. Tujuan perjalanan didominasi oleh provinsi Jawa Tengah sebesar 20,23 juta orang, diikuti oleh Jawa Timur dan Jawa Barat.
Dari total masyarakat yang bepergian, sekitar 21,28 persen atau 60,53 juta orang diperkirakan melakukan perjalanan pada dua momentum sekaligus, yakni saat perayaan Natal dan Tahun Baru.