Dadang Supriatna Percaya MBG Kurangi Pengangguran di Bandung

admin.aiotrade 01 Okt 2025 3 menit 15x dilihat
Dadang Supriatna Percaya MBG Kurangi Pengangguran di Bandung

Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) Berkontribusi pada Penurunan Angka Pengangguran di Kabupaten Bandung

Bupati Bandung, Dadang Supriatna, menyatakan keyakinannya bahwa program Makanan Bergizi Gratis (MBG) dapat berkontribusi signifikan dalam mengurangi angka pengangguran di wilayahnya. Ia menilai tren pengangguran di Kabupaten Bandung telah menunjukkan penurunan yang cukup signifikan sejak tahun 2021.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

"Secara historis, angka pengangguran terbuka di Kabupaten Bandung pada tahun 2021 mencapai 8,32 persen, namun pada Desember 2024 lalu turun menjadi 6,32 persen. Ini berarti ada penurunan sebesar 2 persen setiap tahun," ujarnya saat menghadiri kegiatan Job Fair di Halaman Kantor Pemda Kabupaten Bandung, Rabu (1/10/2025).

Dadang menjelaskan bahwa MBG bersama Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) akan mampu menyerap sebanyak 18.000 angkatan kerja. Program ini direncanakan ditempatkan di berbagai titik SPPG yang tersebar di seluruh Kabupaten Bandung.

"Nah, jika program MBG ini berjalan serentak, maka sebanyak 18.000 orang akan bisa bekerja di dalamnya. Jumlah ini bukanlah angka kecil, sehingga target kami minimal 10.000 per tahun akan tercapai," jelasnya.

Kabupaten Bandung membutuhkan sebanyak 361 titik SPPG. Saat ini, baru 147 titik yang telah beroperasi, sementara sekitar 200 titik lainnya masih dalam proses persiapan. Nantinya, seluruh dapur SPPG akan melayani sebanyak 1,263 juta jiwa dari total penduduk Kabupaten Bandung yang mencapai 3,8 juta jiwa.

"Jika kita lihat saat ini, bahkan hanya 147 titik saja sudah mampu memberdayakan ribuan orang," tambahnya.

Dampak Ekonomi Mikro dari Program MBG

Selain itu, Dadang menegaskan bahwa program MBG memiliki dampak ekonomi mikro yang luas. Ia mengatakan bahwa program ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi para petani, peternak, hingga pembudidaya ikan.

"Mulai dari pembudidaya ikan, penanaman kangkung, penanaman sayur-mayur, peternakan ayam, dan juga ayam petelur serta ayam daging. Semua komponen ini akan terlibat dalam program ini," ujarnya.

Program Koperasi Desa Merah Putih yang diinisiasi oleh Presiden, menurut Dadang, akan membuat program nasional semakin terstruktur dan terarah.

"Saya yakin, jika dihitung, sebesar Rp 5 triliun per tahun, program ini akan memiliki multi-efek secara ekonomi mikro sebesar Rp 50 triliun. Mengapa? Karena uang tersebut akan beredar di kalangan masyarakat," kata Dadang.

Tantangan dan Strategi untuk Mencapai Target

Meskipun program MBG menawarkan peluang besar, masih ada tantangan yang harus dihadapi. Salah satunya adalah jumlah SPPG yang belum sepenuhnya terpenuhi. Dari total 361 titik yang dibutuhkan, baru sekitar 147 yang beroperasi, sementara sisanya masih dalam tahap persiapan.

Untuk mengatasi hal ini, pemerintah daerah berkomitmen untuk mempercepat proses persiapan dan pengoperasian SPPG. Dengan peningkatan jumlah titik SPPG, diharapkan lebih banyak masyarakat dapat menikmati manfaat dari program MBG.

Selain itu, pemerintah juga fokus pada koordinasi dengan berbagai pihak terkait, seperti pelaku usaha kecil dan menengah, petani, serta lembaga koperasi. Dengan kolaborasi ini, diharapkan program MBG dapat berjalan efektif dan memberikan dampak positif yang nyata.

Kesimpulan

Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga memiliki potensi besar dalam membantu menurunkan angka pengangguran di Kabupaten Bandung. Dengan adanya SPPG yang tersebar di berbagai titik, program ini mampu menyerap tenaga kerja dan memberikan dampak ekonomi mikro yang signifikan.

Pemerintah daerah terus berupaya mempercepat implementasi program ini agar dapat mencapai target yang ditetapkan. Dengan dukungan dari berbagai pihak, diharapkan MBG dapat menjadi salah satu solusi efektif dalam menghadapi tantangan ekonomi dan sosial di Kabupaten Bandung.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan