Daftar 10 emiten bank kelas KBMI 1 yang disorot OJK, bagaimana prospek sahamnya?

admin.aiotrade 09 Jan 2026 3 menit 9x dilihat
Daftar 10 emiten bank kelas KBMI 1 yang disorot OJK, bagaimana prospek sahamnya?

Sebanyak 10 emiten perbankan masuk kelompok Bank Berdasarkan Modal Inti (KBMI) 1 atau dengan modal inti di bawah Rp 6 triliun, dan diminta Otoritas Jasa Keuangan atau OJK untuk naik kelas menjadi KBMI 2. Bagaimana prospek sahamnya?

OJK menyurati bank-bank KBMI 1 pada akhir Oktober 2025 untuk memperkuat permodalan, melalui konsolidasi atau langkah strategis lainnya. Hal ini menyusul langkah otoritas yang membuka opsi penghapusan kategori bank KBMI 1.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Berdasarkan Statistik Perbankan OJK per Juni 2025, terdapat 61 bank berstatus KBMI 1 dengan total 3.474 kantor. Berdasarkan pantauan aiotrade.co.id,10 di antaranya tercatat di Bursa Efek Indonesia atau BEI, yakni:

  1. PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB)
  2. PT Bank Nationalnobu Tbk (NOBU)
  3. PT Bank Oke Indonesia Tbk (DNAR)
  4. PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO)
  5. PT Krom Bank Indonesia Tbk (BBSI)
  6. PT Bank Artha Graha Internasional Tbk (INPC)
  7. PT Bank Bumi Arta Tbk (BNBA)
  8. PT Bank of India Indonesia Tbk (BSWD)
  9. PT Bank Ganesha Tbk (BGTG)
  10. PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK)

aiotrade.co.id juga merangkum besaran modal inti beberapa emiten bank yang masuk kategori KBMI 1, merujuk pada laporan keuangan hingga kuartal III 2025, di antaranya

  • PT Bank Oke Indonesia Tbk (DNAR): Rp 3,83 triliun
  • PT Bank Nationalnobu Tbk (NOBU): Rp 3,82 triliun
  • PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB): Rp 4 triliun
  • PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO): Rp 3,35 triliun
  • PT Krom Bank Indonesia Tbk (BBSI): Rp 3,39 triliun
  • PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK): Rp 3,24 triliun

Senior Analyst Research Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta Utama mengatakan, saham emiten KBMI 1 belum direkomendasikan untuk dibeli.

“Rata-rata saham mereka kurang likuid dan valuasinya cenderung tinggi. Biasanya pergerakan akan membaik kalau ada aksi korporasi seperti merger atau right issueuntuk meningkatkan modal dan likuiditas,” ujar Nafan kepada aiotrade.co.id pada Jumat (9/1).

Alasan OJK Minta Bank KBMI 1 Perkuat Modal

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan imbauan formal untuk memperkuat fundamental, lewat surat, sudah dikirim sejak akhir Oktober 2025.

Kebijakan untuk mendorong bank KBMI 1 meningkatkan modal, merupakan bagian dari strategi OJK memperkuat struktur dan ketahanan perbankan nasional, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Dian menuturkan, penguatan permodalan dan kapasitas bank menjadi penting di tengah percepatan digitalisasi, ketidakpastian ekonomi global, peningkatan risiko siber dan tuntutan transformasi teknologi. Langkah ini diharapkan mampu menjaga keberlanjutan pertumbuhan perbankan nasional.

“Pendekatan OJK saat ini masih bersifat persuasif. Kami mendorong dan mungkin juga akan memberikan insentif kepada bank yang melakukan konsolidasi,” ujar kata Dian dalam Rapat Dewan Komisioner OJK pada November 2025.

Menurut Dian, OJK tidak ingin bank-bank KBMI 1 hanya sekadar bertahan secara bisnis, tetapi juga mampu berkontribusi memperkuat sistem perbankan nasional.

Ia menambahkan, meski pengelompokan bank masih berbasis modal inti, dalam praktik pengawasan OJK juga mempertimbangkan faktor lain seperti kesiapan transformasi digital, infrastruktur teknologi, keamanan siber, dan manajemen risiko. Faktor-faktor ini kini menjadi bagian dari dialog pengawasan dan akan memengaruhi penyempurnaan kerangka klasifikasi bank ke depan.

OJK menilai bank-bank kecil masih memiliki ruang untuk memperkuat modal dan meningkatkan skala usaha, baik melalui cara organik maupun anorganik.

Otoritas juga meminta bank-bank KBMI 1 melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja bisnis, permodalan, kualitas aset, tata kelola dan prospek jangka panjang. Bank diminta mengidentifikasi opsi penguatan modal serta peluang konsolidasi yang sesuai dengan karakteristik masing-masing.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan