Kebakaran Gedung Terra Drone: 22 Korban Meninggal Dunia

Kebakaran besar yang terjadi di Gedung Terra Drone menewaskan sebanyak 22 orang. Tim dokter dari Rumah Sakit Polri berhasil mengidentifikasi 10 jenazah korban kebakaran tersebut. Para korban dinyatakan meninggal akibat menghirup asap dan gas berbahaya.
“Berdasarkan pemeriksaan oleh staf dan personel forensik kami, penyebab kematian korban berujung pada terhirupnya asap dan gas karbon monoksida (CO),” ujar Karo Dokpol Pusdokkes Polri, Brigjen Nyoman Eddy Purnama, Rabu (10/12/2025).
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Hasil pemeriksaan laboratorium juga memperkuat temuan tersebut. Para korban dilaporkan mengalami luka bakar, yang terlihat dari tanda-tanda lebam pada jenazah serta pemeriksaan darah sederhana yang menunjukkan kadar karbon monoksida tinggi.
“Gas ini sangat beracun karena menggantikan oksigen yang seharusnya masuk ke dalam tubuh. Akibatnya, keracunan gas dapat menyebabkan kematian,” jelasnya.
[Foto] Kondisi Ruko PT Terra Drone Usai Terbakar dan Menewaskan 22 Orang
Fakta Terkait Kebakaran Gedung Terra Drone
Sebanyak 22 orang meninggal dunia dalam kebakaran yang terjadi di Gedung Terra Drone. Kebakaran besar terjadi di gedung tersebut yang berlokasi di Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat pada Selasa (9/12) siang. Dugaan awal penyebab kebakaran adalah ledakan baterai drone jenis lithium-ion.
“Berdasarkan keterangan awal, kebakaran diduga berasal dari baterai drone yang terbakar. Namun, penyebab pastinya masih dalam penyelidikan oleh tim labfor,” ujar Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Sustayo Purnomo Condro, di Jakarta, Selasa (9/12).
Daftar Korban Kebakaran Gedung Terra Drone yang Teridentifikasi
Dalam upaya identifikasi, tim dokter juga memeriksa struktur gigi dan barang-barang yang menempel pada tubuh korban. RS Polri Kramat Jati berhasil mengidentifikasi 10 dari 22 jenazah korban kebakaran di kantor Terra Drone. Berikut daftar korban kebakaran gedung Terra Drone yang telah teridentifikasi:
- Pariyem, perempuan, 31 tahun, asal Lampung Barat
- Muhammad Arief Budiman, laki-laki, 24 tahun, asal Mampang Prapatan, Jakarta Selatan
- Muhammad Apriyana, laki-laki, 40 tahun, asal Sudimara Jaya, Tangerang Selatan
- Ninda Tan, perempuan, 32 tahun, asal Serpong Utara, Tangerang Selatan
- Della Yohana Simanjuntak, perempuan, 22 tahun, asal Kebayoran Lama, Jakarta Selatan
- Nasa Elia Sabita Nuralziza, perempuan, 27 tahun, asal Tanah Abang, Jakarta Pusat
- Atinia Isnaini Rasyidah, perempuan, 18 tahun, asal Makasar, Jakarta Timur
- Rufaidha Lathiifunnisa, perempuan, 22 tahun, diidentifikasi melalui sidik jari, catatan medis, dan barang bawaan
- Novia Nurwana, perempuan, 28 tahun, diidentifikasi melalui sidik jari, gigi, catatan medis, dan barang bawaan
- Yoga Valdier Yaseer, laki-laki, 28 tahun, diidentifikasi melalui sidik jari, gigi, catatan medis, dan barang bawaan
Upaya Identifikasi Korban Kebakaran
Korban kebakaran gedung Terra Drone kini telah teridentifikasi sebagian oleh tim RS Polri, dengan berbagai upaya forensik seperti pemeriksaan sidik jari, gigi, catatan medis, dan barang bawaan. Insiden tragis ini menekankan pentingnya langkah pencegahan kebakaran di tempat kerja, serta kesiapsiagaan terhadap risiko bahan berbahaya, agar jumlah korban serupa dapat dikurangi di masa mendatang.