
aiotrade.CO.ID, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto akan memberikan penghargaan 10 Pahlawan Nasional dalam rangka peringatan Hari Pahlawan yang digelar di Istana Negara, Jakarta Pusat pada Senin (10/11/2025). Pantauan dari lokasi menunjukkan bahwa foto para penerima penghargaan sudah dipasang di Istana Negara.
Berikut adalah daftar 10 Pahlawan Nasional yang akan dianugerahkan pada tahun 2025:
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
- Abdurrahman Wahid alias Gus Dur (Jawa Timur)
- Jenderal Besar Soeharto (Jawa Tengah)
- Aktivis buruh Marsinah (Jawa Timur)
- Diplomat dan mantan Menteri Hukum (Menkum) Mochtar Kusumaatmajadja (Jawa Barat)
- Hajjah Rahmah El Yunusiyah (Sumatra Barat)
- Mantan komandan RPKAD (Kopassus) Jenderal (Purn) Sarwo Edhie Wibowo (Jawa Tengah)
- Sultan Muhammad Salahuddin (NTB)
- Ulama asal Bangkalan Syaikhona Muhammad Kholil (Jawa Timur)
- Penguasa Partuanan Raya Tuan Rondahaim Saragih Garingging (Sumatra Utara)
- Gubernur Papua pertama Zainal Abidin Syah (Maluku Utara)
Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyebutkan bahwa sekitar 10 nama akan diumumkan, termasuk Presiden ke-2 Republik Indonesia, Soeharto. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Prasetyo Hadi setelah menghadiri rapat terbatas (ratas) di kediaman pribadi Presiden Prabowo di Kertanegara 4, Jakarta Selatan, pada hari Ahad (9/11/2025) malam WIB.
"Besok, insya Allah akan diumumkan," ujar Prasetyo Hadi.
Pengumuman ini menjadi momen penting dalam memperingati Hari Pahlawan, yang bertujuan untuk mengenang jasa-jasa para tokoh yang telah berkontribusi besar bagi bangsa dan negara. Dengan penambahan 10 nama baru, jumlah pahlawan nasional semakin berkembang, mencerminkan keragaman latar belakang dan kontribusi masing-masing tokoh.
Beberapa dari mereka memiliki latar belakang yang berbeda, mulai dari tokoh politik, pejuang kemerdekaan, hingga tokoh agama dan sosial. Misalnya, Gus Dur dikenal sebagai tokoh yang memperjuangkan demokrasi dan pluralisme. Sementara itu, Marsinah adalah aktivis buruh yang sangat berpengaruh dalam perjuangan kelas pekerja.
Selain itu, ada juga tokoh-tokoh yang berasal dari daerah-daerah seperti Sumatra Barat, Jawa Timur, dan Maluku Utara. Hal ini menunjukkan bahwa penghargaan ini tidak hanya diberikan kepada tokoh nasional, tetapi juga kepada individu-individu yang berjasa di tingkat lokal.
Dalam konteks historis, penghargaan Pahlawan Nasional biasanya diberikan kepada seseorang yang telah meninggal, namun dalam beberapa kasus, penghargaan ini juga diberikan kepada tokoh yang masih hidup. Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi dan kontribusi mereka dalam membangun bangsa.
Pemilihan tokoh-tokoh ini juga menunjukkan bahwa pemerintah ingin memberikan penghargaan kepada berbagai kalangan, baik dari kalangan militer, politik, maupun masyarakat sipil. Hal ini dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus berjuang demi kemajuan bangsa.
Dengan adanya pengumuman ini, masyarakat diharapkan lebih memahami dan menghargai perjuangan para pahlawan, serta menjaga semangat persatuan dan kesatuan dalam membangun Indonesia yang lebih baik.