
Penguatan IHSG Tapi Ada Saham yang Turun Tajam
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penguatan sebesar 4,5% dalam seminggu terakhir, dengan level tertinggi mencapai 8.271,72. Meski menguat secara keseluruhan, beberapa saham mengalami penurunan tajam dan masuk daftar top losers selama periode tersebut. Berikut adalah saham-saham yang mengalami penurunan terbesar:
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Daftar Saham dengan Penurunan Terbesar
- DWGL: Saham PT Dwi Guna Laksana Tbk. (DWGL) mengalami penurunan terbesar, yaitu 44,97%. Harga saham turun dari Rp865 per saham menjadi Rp476 per saham.
- GPSO: PT Geoprima Solusi Tbk. (GPSO) turun 36,36%, dari harga Rp1.100 per saham menjadi Rp700 per saham.
- MLPT: PT Multipolar Technology Tbk. (MLPT) turun 32,17%, dengan harga akhir pekan ini berada pada level Rp84.750 per saham.
- DADA: Saham DADA terkoreksi sebesar 27,54% ke harga Rp50 per saham.
- TFAS: Saham TFAS turun 23,03% ke level Rp254 per saham.
Selain itu, ada beberapa saham lainnya yang juga mengalami penurunan signifikan:
- GZCO: Turun 20,22% ke level Rp292 per saham.
- PSAB: Melemah 19,72% ke level Rp570 per saham.
- MBTO: Turun 17,61% ke level Rp234 per saham.
- ARCI: Mengalami penurunan 17,42% ke harga Rp1.185 per saham.
- HRTA: Saham HRTA melemah 17,22% ke level Rp1.250 per saham.
Data Pasar Saat Ini
Menurut P.H Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI), Aulia Noviana Utami Putri, IHSG mengalami penguatan sebesar 4,50% pada posisi 8.271,72, dibandingkan dengan 7.915,65 pada pekan sebelumnya. Kapitalisasi pasar Bursa juga meningkat sebesar 3,31% menjadi Rp15.234 triliun dari Rp14.746 triliun pada pekan lalu.
Namun, rata-rata volume transaksi harian Bursa mengalami penurunan sebesar 19,70% menjadi 30,47 miliar lembar dari 37,95 miliar lembar. Sementara itu, rata-rata nilai transaksi harian Bursa juga mengalami penurunan sebesar 18,85% menjadi Rp22,28 triliun, dari Rp27,46 triliun pada pekan sebelumnya.
Aktivitas Investor Asing
Menutup pekan ini, tepatnya pada Jumat (24/10/2025), investor asing mencatatkan nilai beli bersih sebesar Rp1,15 triliun. Namun, sepanjang tahun 2025, investor asing mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp47,31 triliun.
Daftar 10 Emitter Paling Melemah (Top Losers)
| Code | Last Week | This Week | Change | % |
|---|---|---|---|---|
| DWGL | 865 | 476 | -389 | -44,97% |
| GPSO | 1.100 | 700 | -400 | -36,36% |
| MLPT | 124.950 | 84.750 | -40.200 | -32,17% |
| DADA | 69 | 50 | -19 | -27,54% |
| TFAS | 330 | 254 | -76 | -23,03% |
| GZCO | 366 | 292 | -74 | -20,22% |
| PSAB | 710 | 570 | -140 | -19,72% |
| MBTO | 284 | 234 | -50 | -17,61% |
| ARCI | 1.435 | 1.185 | -250 | -17,42% |
| HRTA | 1.510 | 1.250 | -260 | -17,22% |
Dengan data di atas, terlihat bahwa meskipun IHSG mengalami penguatan, beberapa saham tetap mengalami penurunan signifikan. Investor perlu memantau perkembangan pasar dengan cermat agar dapat mengambil keputusan investasi yang tepat.