
Daftar Perusahaan yang Siap Melantai di Bursa Efek Indonesia pada Oktober 2025
Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat sebanyak 11 perusahaan tengah bersiap melantai di bursa melalui mekanisme initial public offering (IPO). Daftar tersebut merupakan bagian dari pipeline resmi BEI yang akan menyusul 23 emiten yang sudah lebih dulu tercatat sepanjang 2025. Hingga akhir kuartal III, BEI telah berhasil menghimpun dana sebesar Rp15,1 triliun dari seluruh aktivitas IPO tahun berjalan.
Di antara 23 perusahaan yang telah melantai, terdapat nama-nama seperti PT Chandra Daya Investasi Tbk. (CDIA), PT Indokripto Koin Semesta Tbk. (COIN), PT Bangun Kosambi Sukses Tbk. (CBDK), dan PT Merdeka Gold Resources Tbk. (EMAS). Kini, sebelas calon emiten berikutnya tengah menunggu giliran untuk tercatat di papan perdagangan BEI.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Namun, siapa saja daftar 11 saham yang akan IPO di BEI pada bulan Oktober 2025 tersebut? Apakah Superbank termasuk salah satunya?
Struktur Pipeline IPO BEI Oktober 2025
Dari data BEI, pipeline IPO kali ini terdiri dari 4 perusahaan dengan aset besar (lebih dari Rp250 miliar) dan 7 perusahaan beraset menengah (antara Rp50 miliar hingga Rp250 miliar). Adapun sektor yang mendominasi pipeline meliputi industri dasar, sektor industrial, serta transportasi dan logistik.
BEI menekankan bahwa IPO bukan sekadar langkah pengumpulan modal. Emiten yang baru tercatat diharapkan mampu menjaga kinerja jangka panjang, tata kelola perusahaan, serta kepercayaan investor, agar keberlanjutan bisnisnya tetap terjamin setelah melantai di bursa.
Benarkah Superbank Go Public dan Masuk Daftar IPO Oktober 2025?
Salah satu nama yang paling menarik perhatian publik adalah Superbank, bank digital yang sebelumnya dikenal sebagai PT Bank Fama International. Transformasi Bank Fama menjadi Superbank terjadi setelah masuknya PT Elang Mahkota Teknologi Tbk. (EMTK) atau Emtek sebagai pemegang saham.
Kabar IPO Superbank mulai beredar sejak awal 2025 dan semakin menguat pada paruh kedua tahun ini. Laporan Bloomberg pada Februari 2025 menyebut, Superbank tengah mempertimbangkan IPO dengan target dana US$200 juta hingga US$300 juta dan valuasi antara US$1,5 miliar hingga US$2 miliar.
Rumor semakin panas ketika beredar tangkapan layar dari situs e-IPO yang menampilkan rencana Superbank untuk menawarkan sekitar 35,88 juta lot saham (20,05% dari total saham) dengan rentang harga Rp250–Rp300 per lembar, dan disebut-sebut akan berlangsung pada pertengahan Oktober 2025. Meski begitu, hingga kini BEI belum memberikan konfirmasi resmi soal jadwal dan dokumen pendaftaran Superbank.
OT Group hingga Summarecon Investment Property Dirumorkan IPO Oktober 2025
Selain Superbank, sejumlah nama besar lain juga dikabarkan siap melantai di BEI. Di antaranya Orang Tua Group (OT Group), meski pihak perusahaan menyatakan belum ada perkembangan signifikan terkait rencana IPO.
Kemudian ada PT Griya Idola, entitas properti milik konglomerat Prajogo Pangestu melalui PT Barito Pacific Tbk. (BRPT). Griya Idola mengelola lahan seluas 1.200 hektare di Subang dan proyek hunian di Tangerang, namun perusahaan ini masih fokus pada pengembangan bisnis sebelum resmi IPO.
Rumor lain datang dari perusahaan tambang emas yang berafiliasi dengan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN), serta PT Summarecon Investment Property, anak usaha PT Summarecon Agung Tbk. (SMRA). Summarecon bahkan tercatat mengeluarkan biaya Rp11,13 miliar untuk persiapan IPO entitas anaknya pada laporan keuangan 2024.
Sementara itu, Bank Jakarta, bank pembangunan daerah (BPD), juga disebut sedang menyiapkan langkah serupa. Direktur Utama Bank Jakarta, Agus H. Widodo, menyebut bahwa persiapan IPO sedang dilakukan secara internal, namun pelaksanaannya masih menunggu situasi pasar yang kondusif.
Prospek Pasar Modal Indonesia
Dengan 11 calon emiten yang sedang dalam tahap akhir, BEI tetap optimis dapat mencapai target 66 perusahaan IPO di tahun 2025. Meskipun baru 23 emiten yang resmi tercatat hingga kuartal III, prospek pasar modal Indonesia masih menunjukkan tren positif, didorong oleh minat kuat dari sektor digital, properti, dan industri dasar.