Daftar Bencana Longsor Balikpapan 2024-2025, BPBD Peringatkan Bahaya Musim Hujan

admin.aiotrade 24 Okt 2025 4 menit 16x dilihat
Daftar Bencana Longsor Balikpapan 2024-2025, BPBD Peringatkan Bahaya Musim Hujan
Daftar Bencana Longsor Balikpapan 2024-2025, BPBD Peringatkan Bahaya Musim Hujan

Ancaman Bencana di Balikpapan Saat Musim Hujan

Kejadian longsor yang menewaskan seorang ibu dan anak di Jalan Batu Butok, Kelurahan Muara Rapak, Kota Balikpapan pada Minggu (19/10/2025) kembali mengingatkan warga akan potensi bencana yang bisa terjadi selama musim hujan. Kejadian ini menjadi peringatan bagi masyarakat Balikpapan, kota terbesar kedua di Provinsi Kalimantan Timur, untuk lebih waspada terhadap kondisi lingkungan sekitar.

Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Balikpapan, selama periode 2024-2025 sudah terjadi puluhan kejadian mulai dari pergerakan tanah hingga longsor. Kondisi topografi Balikpapan yang berada di daerah perbukitan membuat wilayah ini rentan terhadap risiko bencana. Bahkan, 80 persen wilayah Balikpapan merupakan kawasan perbukitan, sementara hanya 20 persen yang termasuk dataran rendah dan pesisir.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Balikpapan, Bambang Subagyo, menjelaskan bahwa potensi genangan dan banjir di daerah datar tidak bisa dihindari. Misalnya, di kawasan MT Haryono dan Balikpapan Baru, air sering tergenang saat hujan deras karena daerah tersebut dekat dengan hilir. Jika bersamaan dengan pasang air laut, genangan pasti terjadi.

Sementara itu, wilayah perbukitan justru menghadirkan risiko lain, seperti longsor dan pergerakan tanah. Setiap kali hujan deras, hampir selalu ada satu atau dua laporan pergerakan tanah, terutama di kawasan Perapatan dan Pelandasan Hilir. Bedanya, longsor di Balikpapan tidak seperti di Pulau Jawa yang bisa melanda satu RT. Biasanya hanya 1–2 rumah yang terkena dampak.

BPBD Balikpapan telah memasang berbagai rambu rawan banjir dan longsor serta melakukan sosialisasi rutin melalui kelurahan dan relawan tangguh bencana. Namun, Bambang mengakui jumlah titik rawan yang banyak membuat upaya mitigasi belum menjangkau seluruh wilayah.

Konstruksi Rumah yang Tidak Layak Menjadi Penyebab Utama

Terkait tragedi longsor di Batu Butok yang menewaskan dua orang, Bambang menegaskan bahwa penyebab utama bukanlah pergerakan tanah, melainkan konstruksi rumah yang tidak layak. Setelah diperiksa menggunakan drone, ditemukan bahwa fondasi rumah dari kayu yang menopang bangunan beton menjadi penyebab utamanya. Hal ini sudah diingatkan sebelumnya karena berbahaya, tetapi pemilik rumah tidak punya pilihan lain.

Kondisi diperparah oleh drainase yang buruk dan hujan deras saat kejadian. “Jadi bukan tanahnya yang bergerak, tapi fondasi yang amblas karena tidak kuat menahan beban bangunan dan air hujan,” tambahnya.

BPBD terus mengimbau agar warga yang tinggal di perbukitan memperhatikan aspek keselamatan konstruksi rumah. “Kalau memang harus tinggal di perbukitan, pastikan bangunan aman terhadap pergerakan tanah. Jangan memaksakan diri membangun rumah beton di atas tanah yang labil. Itu bukan hanya membahayakan diri sendiri, tapi juga tetangga di sekitar,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan agar masyarakat segera melapor jika menemukan tanda-tanda retakan tanah atau pergerakan lereng. “Masyarakat bisa menghubungi call center 112. Kami siap melakukan evakuasi kalau ada potensi ancaman terhadap jiwa,” tegasnya.

Saat ini BPBD Balikpapan memiliki enam unit UPT (Unit Pelaksana Teknis) yang tersebar di seluruh kecamatan untuk mempercepat respons jika terjadi bencana. “Harapan kami, masyarakat tidak ragu melapor. Lebih baik siaga lebih awal daripada menyesal belakangan,” kata Bambang.

Potensi Longsor Saat Hujan Deras

Data terbaru BPBD Balikpapan yang diperbarui pada 23 Oktober 2025 pukul 12.00 Wita mencatat total 56 kejadian, terdiri atas 6 longsor dan 50 pergerakan tanah. Meski jumlahnya menurun dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 93 kejadian (18 longsor dan 75 pergerakan tanah), ancaman bencana masih tinggi, terutama di wilayah padat penduduk dengan kontur berbukit.

“Ada penurunan kejadian tahun ini, tapi kewaspadaan tidak boleh turun. Potensi longsor masih ada, terutama saat intensitas hujan meningkat,” ujarnya.

Bambang menyebut Balikpapan Tengah menjadi kawasan paling rawan karena padat bangunan di lereng dan banyak titik dengan drainase buruk. “Tanah di sana mudah jenuh air, sehingga rawan bergerak ketika hujan deras,” jelasnya.

Sementara di wilayah Balikpapan Kota juga tergolong padat dan banyak berdiri bangunan tua. “Khusus Telaga Sari dan Prapatan, kondisi tanah campuran pasir dan batu membuatnya rawan bergeser,” tambahnya.

Adapun wilayah Balikpapan Utara mengalami perkembangan permukiman pesat dengan banyak lahan hasil urukan. BPBD menilai hal tersebut turut berkontribusi terhadap instabilitas tanah.

Sebaran Kejadian Longsor di Balikpapan Selama 2024-2025

  1. Kecamatan Balikpapan Tengah – 20 kejadian (2 longsor, 18 pergerakan tanah)
  2. Gunung Sari Ilir: 1 longsor, 1 pergerakan tanah
  3. Gunung Sari Ulu: 2 longsor, 8 pergerakan tanah
  4. Karang Jati: 3 pergerakan tanah
  5. Karang Rejo: 2 pergerakan tanah
  6. Mekar Sari: 1 longsor, 5 pergerakan tanah
  7. Sumber Rejo: 1 longsor, 4 pergerakan tanah

  8. Kecamatan Balikpapan Kota – 22 kejadian (3 longsor, 19 pergerakan tanah)

  9. Damai: 1 longsor, 4 pergerakan tanah
  10. Klandasan Ilir: 2 longsor, 3 pergerakan tanah
  11. Klandasan Ulu: 1 pergerakan tanah
  12. Prapatan: 1 longsor, 5 pergerakan tanah
  13. Telaga Sari: 7 pergerakan tanah

  14. Kecamatan Balikpapan Utara – 9 kejadian (1 longsor, 8 pergerakan tanah)

  15. Batu Ampar: 1 pergerakan tanah
  16. Graha Indah: 1 longsor, 2 pergerakan tanah
  17. Gunung Samarinda: 2 pergerakan tanah
  18. Muara Rapak: 1 longsor, 2 pergerakan tanah

  19. Kecamatan Balikpapan Selatan – 2 pergerakan tanah

  20. Damai Baru: 1 pergerakan tanah
  21. Sepinggan Baru: 1 pergerakan tanah

  22. Kecamatan Balikpapan Barat – 2 pergerakan tanah

  23. Baru Ilir: 1 pergerakan tanah
  24. Baru Tengah: 1 pergerakan tanah

  25. Kecamatan Balikpapan Timur – 1 pergerakan tanah

  26. Manggar: 1 pergerakan tanah


Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan