Daftar Camilan Terlezat di Dunia, Batagor Masuk 5 Besar

admin.aiotrade 17 Des 2025 3 menit 27x dilihat
Daftar Camilan Terlezat di Dunia, Batagor Masuk 5 Besar

Daftar Camilan Terenak Dunia Versi TasteAtlas

TasteAtlas, sebuah situs yang khusus mengulas berbagai makanan dan minuman dari seluruh dunia, baru-baru ini merilis daftar camilan terenak di dunia. Daftar ini dibuat berdasarkan penilaian para penikmat kuliner internasional dengan skor berkisar antara 4,5 hingga 4,7 bintang. Berikut adalah beberapa camilan yang menduduki posisi teratas dalam daftar tersebut.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Guotie, Dumpling Renyah dari Tiongkok

Guotie menjadi camilan terbaik dengan skor tertinggi yaitu 4,7 bintang. Dumpling khas Tiongkok Utara ini dimasak dengan teknik pan-fried, di mana bagian bawahnya digoreng hingga renyah sementara bagian atasnya dikukus. Hasilnya adalah tekstur kontras yang menarik. Guotie sangat populer sebagai street food dan sering disajikan dengan saus celup.

Hamamatsu Gyoza, Varian Gyoza dengan Teknik Unik

Hamamatsu gyoza merupakan varian gyoza khas Jepang yang juga mendapat skor 4,7 bintang. Keistimewaannya terletak pada teknik hanetsuke, yaitu menyusun gyoza membentuk lingkaran sehingga bagian bawahnya menyatu menjadi lapisan renyah. Hidangan ini kerap disajikan bersama tauge untuk memberi keseimbangan rasa segar.

Roti Canai, Camilan Berlapis dari Asia Tenggara

Roti canai memperoleh rating 4,6 bintang dan dikenal luas di Asia Tenggara. Roti ini dibuat dari adonan tepung yang dilipat berulang kali hingga menghasilkan lapisan lembut di dalam dan renyah di luar. Roti canai biasanya disantap dengan kari, tetapi juga populer dengan berbagai isian modern.

Batagor Indonesia Kalahkan Gyoza Jepang

Batagor atau bakso tahu goreng menempati posisi dengan rating 4,6 bintang, unggul dari gyoza Jepang yang memperoleh 4,5 bintang. Batagor merupakan dumpling ikan goreng khas Bandung yang terinspirasi oleh kuliner Tionghoa. Namun diolah dengan cara digoreng hingga garing. Sajian ini disiram saus kacang, kecap manis, sambal, dan perasan jeruk limau, menghasilkan rasa gurih, manis, dan segar yang khas.

Kepta Duona, Roti Goreng dari Lithuania

Kepta duona adalah camilan sederhana berupa roti gandum hitam goreng yang mendapat rating 4,6 bintang. Roti ini biasanya dibumbui bawang putih atau diberi topping modern seperti keju dan mayones. Kepta duona populer sebagai camilan bar dan pendamping minuman.

Karantika, Kudapan Lembut dari Afrika Utara

Karantika atau calienté berasal dari Aljazair dan Maroko dengan rating 4,6 bintang. Hidangan ini terbuat dari tepung chickpea yang dipanggang hingga bagian luar berkerak dan bagian dalam lembut. Karantika sering disantap bersama roti dan saus pedas.

Gyoza Jepang, Camilan Klasik yang Tetap Digemari

Gyoza Jepang berada di bawah batagor dengan rating 4,5 bintang. Dumpling ini diisi campuran daging dan sayuran, lalu dimasak dengan berbagai teknik seperti pan-fried, direbus, atau digoreng. Gyoza lazim disajikan sebagai pendamping ramen atau camilan bersama saus cuka dan minyak wijen.

Kesimpulan

Dari daftar tersebut, terlihat bahwa camilan tradisional dari berbagai negara memiliki daya tarik yang kuat di kalangan penikmat kuliner internasional. Batagor Indonesia, dengan karakter rasa yang kuat dan mudah diterima secara global, berhasil mengungguli gyoza Jepang. Hal ini menunjukkan bahwa camilan lokal dapat bersaing dengan makanan internasional, bahkan mendapatkan pengakuan dari para ahli kuliner.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan