Daftar Korban Kebakaran Terra Drone: 15 Perempuan dan 7 Laki-Laki

admin.aiotrade 09 Des 2025 3 menit 11x dilihat
Daftar Korban Kebakaran Terra Drone: 15 Perempuan dan 7 Laki-Laki

Kebakaran Ruko Terra Drone: 22 Orang Tewas, Tim DVI Mulai Lakukan Identifikasi

Sebanyak 22 orang meninggal dunia akibat kebakaran yang terjadi di ruko Terra Drone, Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Selasa (9/12). Dari jumlah tersebut, sebanyak 15 di antaranya adalah perempuan dan tujuh laki-laki. Kebakaran ini menimbulkan duka mendalam bagi masyarakat dan keluarga korban.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Saat ini, tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri telah mengidentifikasi tiga jenazah korban kebakaran. Berikut adalah data identifikasi dari ketiga korban:

  • Rufaidha Lathiifunnisa (22 tahun), dengan alamat Telaga Asih, Cikarang Barat. Jenazahnya dikenali melalui sidik jari, catatan medis, dan properti pribadi.
  • Novia Nurwana (28 tahun), beralamat di Tanggamus Lampung. Identitasnya dipastikan melalui sidik jari, pemeriksaan gigi, data medis, dan properti.
  • Yoga Valdier Yaseer (28 tahun), tinggal di Metro Lampung. Identitasnya terkonfirmasi berdasarkan sidik jari, pemeriksaan gigi, data medis, dan properti.

Jenazah Novia dan Rufaidha sudah diserahkan kepada keluarga. Sementara itu, jenazah Yoga Valdier belum dapat diserahkan karena keluarga masih belum hadir di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

Tim DVI Polri melakukan pemeriksaan primer dan sekunder untuk mengidentifikasi korban, dengan melibatkan gabungan ahli dari Biddokkes Polri, Polda Metro Jaya, RSCM, dan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI).

Penyebab Kematian Korban Kebakaran

Menurut Karodokpol Pusdokkes Polri, Brigjen Nyoman Eddy Purnama Wirawan, dugaan awal penyebab kematian puluhan korban dalam kebakaran Ruko Terra Drone adalah akibat banyak menghirup gas karbondioksida (CO₂).

Berdasarkan pemeriksaan luar yang dilakukan oleh tim forensik, sebagian besar korban diduga meninggal akibat menghirup gas karbondioksida saat terjebak di dalam bangunan yang dilalap api.

Tim DVI masih bekerja melakukan identifikasi dan pemeriksaan mendetail. Namun, dari hasil pemeriksaan awal terhadap tubuh korban, tidak ditemukan luka bakar dominan yang menjadi penyebab utama kematian.

Menurut Nyoman, kondisi bangunan yang memiliki sekat-sekat dan akses keluar yang terbatas membuat korban sangat mungkin terperangkap dalam kepulan asap pekat.

Penyelidikan Terkait Unsur Pidana dan Kelalaian

Kepolisian telah memeriksa enam saksi dan masih menyelidiki kebakaran Ruko Terra Drone di Kemayoran, Jakarta Pusat. Keenam saksi tersebut terdiri dari empat karyawan dan dua orang lainnya yang merupakan bagian dari sumber daya manusia (HRD) di tempat usaha tersebut.

“Kami lakukan penyelidikan. Penyelidikan untuk membuat terang suatu kejadian apakah ada unsur pidananya atau tidak,” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra di Jakarta, Selasa (9/12).

“Kami upayakan komunikasi dan memeriksa pemilik gedung atau penanggung jawab perusahaan,” tambah Roby.

Kepolisian masih menyelidiki apakah ada unsur pidana dalam kejadian kebakaran tersebut, termasuk kelalaian. “Apakah dari pihak operator, manajemen atau pemilik gedung, juga kita masih melakukan penyelidikan,” ujar Roby.

Pemprov DKI Tanggung Biaya Korban Kebakaran

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan bahwa Pemprov DKI akan menanggung semua biaya yang dikeluarkan baik bagi korban luka maupun meninggal dunia akibat kebakaran ruko Terra Drone di Jakarta Pusat pada Selasa (9/12).

"Pemerintah DKI Jakarta akan bertanggung jawab untuk seluruh korban berapapun jumlahnya," kata Pramono di Jakarta, Selasa (9/12).

Ia menegaskan bahwa bagi korban meninggal dunia, Pemprov DKI Jakarta akan menanggung semua biaya pemakaman, hal ini untuk meringankan beban keluarga yang ditinggalkan. Begitu juga korban yang mengalami luka akibat insiden kebakaran.

"Yang luka dan sebagian nanti akan dirujuk dan kami Pemerintah DKI Jakarta yang akan menyelesaikan biayanya bagi yang luka dan sebagainya," ujarnya.

Pramono menegaskan bahwa kejadian kebakaran yang merenggut 22 jiwa itu harus menjadi pelajaran dan diharapkan di kemudian hari tidak terjadi insiden serupa. Ia meminta bagi siapapun yang mempunyai usaha dan memiliki tempat usaha agar dapat memprioritaskan jalur keselamatan.

"Kami mengharapkan bagi siapapun yang mempunyai usaha yang seperti ini, hal yang berkaitan dengan keselamatan menjadi penting. Ruko ini lantai enam, tetapi tidak dipersiapkan untuk evakuasi dan sebagainya," kata Pramono.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan