Pesantren, Warisan Spiritualitas Nusantara

Pada acara penghargaan yang digelar di Jakarta, Menteri Agama, Nasaruddin Amin menyampaikan bahwa pesantren memiliki peran penting dalam sejarah peradaban Islam di Nusantara. Ia menekankan bahwa tradisi keilmuan pesantren tidak hanya berdasarkan logika rasional modern, tetapi juga memiliki dimensi spiritual yang mendalam.
Nasaruddin mengingatkan bahwa sejarah pesantren di Indonesia memiliki akar panjang, bahkan sejak abad ke-13. Contohnya adalah Pondok Santrian As’adiyah Sengkang di Sulawesi Selatan, yang didirikan pada 1930 oleh KH Muhammad As’ad. Menurutnya, tradisi pembelajaran di pesantren tidak bisa diukur dengan pendekatan modern karena sumber pengetahuan mereka berasal dari deduksi akal, tetapi juga dari aspek spiritual dan moral.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Ia menilai nilai-nilai luhur yang diwariskan para ulama terdahulu menjadi dasar bagi lahirnya santri-santri berkarakter kuat, baik secara intelektual maupun spiritual. Hal ini perlu terus dijaga di tengah tantangan zaman modern.
Pesantren Award diharapkan jadi Inspirasi Para Santri

Dirjen Pendidikan Islam Kemenag, Amien Suyitno, berharap ajang Pesantren Award menjadi inspirasi bagi seluruh santri dan pesantren di Indonesia. Penilaian terhadap kandidat juara dilakukan sejak Juli 2025.
Mudah-mudahan, ajang ini terus menginspirasi kita semua, mengapa malam ini kita mendapatkan penghargaan dan apresiasi bagi kita semua, khususnya para santri. Dengan adanya penghargaan ini, diharapkan semangat belajar dan berkontribusi bagi bangsa dapat terus tumbuh.
Daftar Pemenang Pesantren Award 2025

Pesantren Award 2025 terbagi dalam beberapa kategori, mulai dari penghargaan bagi kepala daerah pendukung pesantren, hingga santri inspiratif dan tokoh pesantren yang mendapat penghargaan seumur hidup. Saat bersamaan pula, Gerakan Wakaf Santri Nusantara oleh Menteri Agama diluncurkan.
Berikut daftar penerima Pesantren Award 2025:
- Kategori Pendukung Pesantren
- Gubernur:
- Khofifah Indar Parawansa (Jawa Timur)
- Herman Deru (Sumatera Selatan)
- Muzakir Manaf (Aceh)
-
Bupati:
- Dony Ahmad Munir (Sumedang, Jawa Barat)
- Dyah Kartika Permanasari (Kendal, Jawa Tengah)
- Muhammad Fathul Fauzy Nurdin (Bantaeng, Sulawesi Selatan)
-
Kategori Pesantren Transformatif
- Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Situbondo, Jawa Timur
- Pondok Pesantren Sunan Pandanaran, Sleman, DIY
-
Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah, Garut, Jawa Barat
-
Kategori Santri Inspiratif
- Khoirul Adib, santri Pondok Pesantren Darul Ilmi, Meteseh, Semarang
- Qotrotun Nadia, santriwati Pondok Pesantren Fadlun Minalloh, Bantul
-
Tsuroyyah Hamidah, santriwati Pondok Pesantren Sunan Drajat, Lamongan
-
Kategori Lifetime Achievement Award
- KH A. Sahal Mahfudz – Rais Aam PBNU (1999–2014) dan Ketua Umum MUI (2000–2014)
- KH Ali Yafie – Rais Aam PBNU (1991–1992), Ulama Fikih/Hukum Islam, dan Ketua Umum MUI (1999–2000)
- KH Ahmad Azhar Basyir – Ketua Umum PP Muhammadiyah (1990–1995)
- KH Achmad Siddiq – Tokoh Nahdlatul Ulama dan Rais Aam Syuriah (1984–1991)
- KH AR Fahrudin – Ketua Umum PP Muhammadiyah (1968–1990)
- Nyai Hj Sholihah Wahid – Putri KH Bishri Syansuri dan istri KH Wahid Hasyim
- KH Imam Zarkasyi – Pendiri Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo
- KH Ambo Dalle – Ulama Sulawesi Selatan, pendiri Darud Da'wah wal Irsyad Mangkoso