Daftar saham IPO paling menguntungkan 2025

admin.aiotrade 25 Des 2025 2 menit 15x dilihat
Daftar saham IPO paling menguntungkan 2025


Jakarta – Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat kedatangan 26 emiten baru melalui aksi penawaran umum saham perdana (Initial Public Offering/ IPO), dengan total dana yang berhasil terhimpun sebesar Rp 18,11 triliun.

Berdasarkan data yang dikumpulkan, dari 26 saham pendatang baru tersebut, sebanyak 16 saham mengalami penguatan dari harga IPO, satu saham ditutup flat, dan sisanya sembilan saham mengalami penurunan.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Salah satu saham pendatang baru yang menunjukkan kenaikan signifikan adalah PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN). Sejak melantai pada 9 Juli 2025 di harga Rp 100, saham COIN sudah melesat hingga 3.490% menjadi Rp 3.590.

Berikutnya, ada beberapa saham lain yang juga mengalami kenaikan besar. PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) melonjak 769,05%, PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) naik 768,42%, dan PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) meningkat 723,91%.

Selain itu, saham PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE) juga mengalami kenaikan sebesar 187,23%, sementara PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) dan PT Sinar Terang Mandiri Tbk (MINE) masing-masing melonjak 114,29% dan 113,89%.

Di sisi lain, beberapa saham pendatang baru mengalami penurunan. Salah satunya adalah PT Raja Roti Cemerlang Tbk (BRRC), yang menjadi saham pendatang baru dengan penurunan terbesar. Dari harga IPO di Rp 210, saham BRRC turun 48,57% menjadi Rp 108 per Rabu (24/12).

Penurunan signifikan juga terjadi pada saham PT Jantra Grupo Indonesia Tbk, PT Cipta Sarana Media Tbk (KAQI), dan PT Pelayaran Jaya Hidup Baru Tbk (PJHB) yang masing-masing terkoreksi 42,37%, 40,15%, dan 33,33%.

Selain itu, BEI masih memiliki rencana IPO dari sembilan perusahaan. Rinciannya adalah:

  • Dua perusahaan dengan aset skala kecil
  • Empat perusahaan dengan aset skala menengah
  • Enam perusahaan dengan aset skala besar

Dengan adanya peningkatan jumlah emiten baru dan kenaikan harga saham yang signifikan, BEI terus menjadi pusat investasi bagi para pemodal. Namun, penurunan harga saham pada beberapa emiten juga menjadi perhatian, terutama dalam hal manajemen risiko dan pengambilan keputusan investasi.

Pengembangan pasar modal di Indonesia tetap menjadi fokus utama, terutama dalam mendukung pertumbuhan ekonomi melalui pendanaan perusahaan-perusahaan baru. Kehadiran banyak saham pendatang baru ini memberikan peluang bagi investor untuk memperluas portofolio mereka, namun juga memerlukan analisis yang matang sebelum melakukan investasi.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan