Kinerja Saham di Akhir Tahun 2025
Pada hari terakhir perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2025, sejumlah saham menunjukkan kinerja yang berbeda. Beberapa saham berhasil mencatatkan kenaikan signifikan dan masuk dalam daftar top gainers, sementara yang lain justru mengalami penurunan dan masuk dalam jajaran top losers.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Saham PT Chitose International Tbk. (CINT) menjadi yang paling naik pada hari terakhir perdagangan BEI. CINT mengalami kenaikan hingga 34,81% ke Rp244 per saham. Diikuti oleh saham PT PP Presisi Tbk. (PPRE) yang naik 25,36%, dan saham PT Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk. (RMKO) yang menguat 24,73% ke Rp464.
Selain itu, beberapa saham lainnya juga mengalami penguatan. PT Polychem Indonesia Tbk. (ADMG) naik 21,55%, sedangkan PT Golden Flower Tbk. (POLU) menguat 19,90%. Sementara itu, saham PT RMK Energy Tbk. (RMKE) menguat hingga 18,50%.
Beberapa saham lain seperti PT Nusatama Berkah Tbk. (NTBK) turut menguat 17,76%, PT Arkora Hydro Tbk. (ARKO) naik 17,24%, saham PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk. (NSSS) menguat 14,91%, dan saham PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk. (MBSS) menguat 14,65%.
Saham yang Terpuruk di Akhir Tahun
Di sisi lain, saham PT Ulima Nitra Tbk. (UNIQ) memimpin dalam jajaran top losers dengan terkoreksi 14,83% ke Rp356 per saham. Diikuti oleh saham PT Mustika Ratu Tbk. (MRAT) yang terkoreksi 14,78%, serta saham PT Pudjiadi Prestige Tbk. (PUDP) yang melemah 14,29%.
Pelemahan juga dialami oleh saham PT Optima Prima Metal Sinergi Tbk. (OPMS) yang ambles hingga 13,46%, saham PT Eka Sari Lorena Transport Tbk. (LRNA) melemah 11,63%, saham PT Victoria Care Indonesia Tbk. (VICI) terkoreksi 11,11%, dan saham PT Pacific Strategic Financial Tbk. (APIC) terkoreksi 8,75%.
Tiga saham terakhir yang turut masuk dalam jajaran top losers adalah PT Bank Capital Indonesia Tbk. (BACA) yang melemah 7,14%, PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (ADRO) melemah 6,94%, dan saham PT Estetika Tata Tiara Tbk. (BEEF) melemah hingga 6,94%.
Kinerja IHSG pada Tahun 2025
Secara keseluruhan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan kinerja yang sangat baik pada tahun 2025. IHSG menguat sebesar 22,13% sepanjang tahun berjalan (year to date/ytd). Selama tahun ini, IHSG juga mencatatkan berbagai rekor baru.
Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Iman Rachman menyampaikan bahwa rekor harga tertinggi sepanjang sejarah (all time high/ATH) BEI tercapai pada 8 Desember 2025 di level 8.711. Iman juga menyebutkan bahwa kapitalisasi pasar BEI telah menembus Rp16.000 triliun.
“Setahun ini 24 kali all time high. Jadi pencapaian ini tidak saja merupakan kerja dari OJK, SRO, dan Bursa, tapi sumbangsih kita semua, termasuk stakeholder pasar modal,” ujar Iman dalam konferensi pers akhir tahun pasar modal, di Jakarta, Selasa (30/12/2025).
Meskipun demikian, IHSG gagal menyentuh level 9.000 yang sebelumnya digadang-gadang akan tercapai. Sebelumnya, Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa optimistis IHSG dapat menembus level 9.000 hingga akhir kuartal IV/2025.
Dia mengatakan fundamental IHSG masih kuat untuk saat ini. Indeks komposit juga masih bertengger di rata-rata harga psikologis 8.000.