Daftar Topan Paling Mematikan dalam Sejarah: Dari Bhola hingga Coringa

admin.aiotrade 12 Nov 2025 2 menit 15x dilihat
Daftar Topan Paling Mematikan dalam Sejarah: Dari Bhola hingga Coringa

Daftar Topan Paling Mematikan dalam Sejarah

Topan adalah salah satu bencana alam yang paling menakutkan di dunia. Dengan kekuatan yang mampu menghancurkan segala sesuatu di sekitarnya, topan telah menyebabkan kerugian besar baik secara fisik maupun manusia. Berikut ini adalah beberapa topan terparah dalam sejarah yang menewaskan ratusan ribu jiwa dan meninggalkan dampak yang sangat besar.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

1. Great Bhola Cyclone, Bangladesh (1970)

Great Bhola Cyclone adalah salah satu topan paling mematikan yang pernah tercatat. Terjadi pada 12 November 1970, badai ini menghantam Benggala Barat, India dan Pakistan Timur (sekarang Bangladesh). Gelombang badai setinggi 10,5 meter menghancurkan pulau-pulau dan garis pantai di Teluk Benggala. Kekuatan teknologi pada masa itu tidak cukup untuk memantau badai dengan akurat, sehingga banyak korban tak sempat menyelamatkan diri.

Banyak warga tidak menyadari ancaman badai, sementara yang lain tidak memiliki akses ke tempat perlindungan. Akibatnya, sekitar 300.000 hingga 500.000 jiwa tewas. Kerugian material juga sangat besar, mencapai sekitar US$86 juta.

2. Hooghly River Cyclone, India dan Bangladesh (1737)

Hooghly River Cyclone terjadi pada pagi hari 11 Oktober 1737. Badai ini menghantam wilayah delta Sungai Gangga, tepat di selatan Calcutta, India. Gelombang badai setinggi 10-13 meter serta hujan ekstrem mencapai 381 mm dalam enam jam menghancurkan banyak struktur bangunan. Total korban jiwa diperkirakan antara 300.000 hingga 350.000 orang.

3. Haiphong Typhoon, Vietnam (1881)

Haiphong Typhoon terjadi pada 8 Oktober 1881. Badai ini menerjang Teluk Tonkin dan memicu gelombang besar yang membanjiri kota Haiphong di Vietnam timur laut. Letak geografis Haiphong yang berada di tepi delta Sungai Merah memperparah dampak banjir. Korban jiwa diperkirakan sekitar 300.000 orang.

4. Coringa Cyclone, India (1839)

Coringa Cyclone terjadi pada 25 November 1839. Badai ini membawa angin kencang dan gelombang setinggi 12 meter. Seluruh pelabuhan di kawasan itu hancur, sekitar 20.000 kapal dan perahu hilang, dan sebanyak 300.000 jiwa tewas. Setelah peristiwa itu, Coringa tidak pernah dibangun kembali sepenuhnya.

5. Bengal Cyclone, Bangladesh (1876)

Bengal Cyclone terjadi pada 31 Oktober 1876. Badai ini menerjang wilayah Bangladesh yang saat itu masih bernama Bengal. Gelombang badai setinggi 12 meter membanjiri kawasan pesisir dataran rendah. Diperkirakan sekitar 200.000 orang meninggal dunia, sebagian besar akibat penyakit dan kelaparan pasca-badai.

Kesimpulan

Topan memang menjadi bencana alam yang sangat berbahaya. Dari Great Bhola Cyclone hingga Bengal Cyclone, semua peristiwa ini menunjukkan betapa pentingnya sistem peringatan dini dan persiapan yang matang. Dengan peningkatan teknologi dan kesadaran akan risiko bencana, kita dapat lebih siap menghadapi ancaman serupa di masa depan.

Bagikan Artikel:
admin.aiotrade
admin.aiotrade

Penulis di Website. Berfokus pada penyajian informasi yang akurat, terpercaya, dan analisis mendalam seputar teknologi finansial.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan