
Daihatsu Siapkan Seluruh Produk untuk Menggunakan BBM Etanol 10 Persen
PT Astra Daihatsu Motor (ADM) telah memastikan bahwa seluruh produk yang dijualnya sesuai dengan spesifikasi bahan bakar yang mengandung Etanol 10 persen (E10) di Indonesia. Hal ini disampaikan oleh Sri Agung Handayani, Marketing Director & Corporate Communication Director ADM, saat berada di acara Japan Mobility Show di Tokyo beberapa waktu lalu.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Menurut Sri Agung, Daihatsu memiliki riset dan pengembangan yang memastikan seluruh kendaraan aman digunakan dengan bahan bakar etanol. Ia menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai pengujian untuk memastikan kesiapan teknologi kendaraan dalam menghadapi perubahan komposisi bahan bakar.
Namun, ia juga mengingatkan para konsumen untuk menggunakan oktan sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan oleh pabrikan. Hal ini penting agar mesin kendaraan tetap dalam kondisi optimal dan tidak mengalami kerusakan akibat penggunaan bahan bakar yang tidak sesuai.
Kesesuaian kendaraan Daihatsu dengan BBM Etanol mencakup berbagai segmen, mulai dari Low Cost Green Car (LCGC) hingga model di atasnya. Dengan demikian, konsumen dapat memilih kendaraan yang sesuai dengan kebutuhan dan preferensi mereka.
Pemerintah Akan Terapkan E10 sebagai Kewajiban
Sebelumnya, pemerintah melalui Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memberikan informasi penting terkait bahan bakar minyak (BBM). Menurutnya, pemerintah akan menerapkan mandatori campuran etanol 10 persen (E10) pada BBM.
Saat ini, pencampuran etanol pada BBM baru diterapkan sebesar 5 persen (E5) pada produk Pertamax Green 95. Namun, pemerintah sedang merancang untuk meningkatkan proporsi etanol menjadi 10 persen.
"Ke depan, kita mendorong untuk ada E10. Kemarin juga kami rapat dengan Bapak Presiden, Bapak Presiden sudah menyetujui untuk direncanakan mandatori 10 persen etanol," ujar Bahlil dalam acara bertema Indonesia Langgas Energi di Sarinah, Jakarta.
Tujuan Penggunaan Etanol
Langkah ini dilakukan untuk menekan penggunaan energi fosil dan mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar. Etanol sendiri berasal dari tanaman yang tumbuh di dalam negeri seperti tebu, jagung, dan singkong. Dengan demikian, penggunaan etanol tidak hanya membantu menjaga keseimbangan ekonomi energi nasional, tetapi juga berkontribusi pada pengurangan emisi karbon.
Selain itu, penggunaan etanol disebut lebih ramah lingkungan dibandingkan bahan bakar fosil. Hal ini karena proses produksi etanol lebih bersih dan dapat diproduksi secara lokal, sehingga mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan.
Kesimpulan
Dengan adanya rencana pemerintah untuk menerapkan E10, produsen mobil seperti Daihatsu telah mempersiapkan diri untuk memenuhi standar tersebut. Konsumen juga perlu memperhatikan spesifikasi kendaraan agar bisa menggunakan BBM etanol dengan aman dan efisien. Dengan kolaborasi antara pemerintah, industri otomotif, dan masyarakat, penggunaan etanol diharapkan dapat menjadi solusi berkelanjutan dalam pengelolaan energi nasional.