Dalam 3 Bulan, 2 Pemotor Terjebak di Gorong-gorong Kotagede Yogya

admin.aiotrade 21 Okt 2025 2 menit 27x dilihat
Dalam 3 Bulan, 2 Pemotor Terjebak di Gorong-gorong Kotagede Yogya


Seorang pengendara sepeda motor terjatuh ke dalam galian proyek perbaikan saluran air hujan (SAH) atau gorong-gorong di Jalan Kebun Raya, Kemantren Kotagede, Kota Yogyakarta pada Senin (20/10) malam. Kejadian ini menimpa seorang warga setempat yang mengendarai kendaraan bermotor Honda Megapro.

Dalam tiga bulan terakhir, sudah ada dua kejadian serupa yang melibatkan pengendara yang terperosok ke dalam lubang bekas galian proyek. Kapolsek Kotagede, AKP Sutarto, menyampaikan bahwa proyek tersebut telah berlangsung selama tiga bulan dan baru saja dimulai awalnya.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

"Semalam satu (pengendara yang terperosok) yang dulu awal proyek satu (pengendara). Proyek sudah berjalan tiga bulan," ujar Sutarto saat dikonfirmasi, Selasa (21/10).


Dalam kejadian petang kemarin, pengendara yang terperosok diketahui bernama AN, warga Kotagede. Saat itu, AN tidak menyadari adanya genangan air di depannya. Genangan air tersebut ternyata memiliki lubang yang merupakan sisa dari galian proyek. Akibatnya, kendaraannya langsung terperosok masuk ke dalam lubang gorong-gorong.

Sutarto menjelaskan bahwa motor AN langsung dievakuasi oleh petugas. Beruntung, pengendara tidak mengalami cedera apapun.


"Pengendara sudah aman, tidak mengalami luka-luka, dan dicek oleh ambulans dari balai kota," jelasnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Yogyakarta, Umi Akshanti, mengatakan bahwa proyek saluran air hujan ini adalah proyek pemerintah kota. Proyek ini telah berlangsung selama tiga bulan dan direncanakan akan selesai pada akhir Oktober ini.

"Masih proses pengerjaan oleh pelaksana," kata Umi dalam pernyataannya.


Rencananya, hari ini DPUPKP akan melakukan pemasangan pipa crossing terakhir. Untuk mencegah terulangnya kejadian serupa, petugas juga menambahkan rambu peringatan di sekitar lokasi proyek.

Beberapa langkah antisipasi dilakukan guna memastikan keselamatan pengguna jalan. Hal ini menjadi penting mengingat lokasi proyek berada di jalur yang ramai dan sering dilalui kendaraan bermotor.

Berikut beberapa upaya yang dilakukan:
Pemasangan rambu peringatan tambahan untuk memberi informasi kepada pengemudi tentang adanya galian proyek.
Peningkatan pengawasan oleh petugas di sekitar lokasi proyek.
* Koordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan keamanan dan kelancaran lalu lintas.

Proyek perbaikan saluran air hujan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas infrastruktur kota dan mencegah terjadinya banjir. Namun, proses pengerjaan tetap harus disertai dengan langkah-langkah keselamatan yang tepat agar tidak membahayakan masyarakat sekitar.

Bagikan Artikel:
admin.aiotrade
admin.aiotrade

Penulis di Website. Berfokus pada penyajian informasi yang akurat, terpercaya, dan analisis mendalam seputar teknologi finansial.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan