
Ki Anom Suroto, Dalang Legendaris yang Meninggal Dunia
Ki Anom Suroto, seorang dalang legendaris yang dikenal luas dalam dunia seni pertunjukan wayang kulit, telah meninggal dunia pada Kamis (23/10/2025) di Rumah Sakit Dr Oen Kandang Sapi Solo, Jawa Tengah. Ia menghembuskan napas terakhir setelah berjuang melawan sakit yang dideritanya.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Kepala Desa Juwiring, Sugiyarta (51), menyatakan bahwa Ki Anom Suroto telah memberikan kontribusi besar terhadap Kecamatan Juwiring, tempat kelahirannya. "Beliau asli Desa Juwiring. Mewarisi darah ayahnya," ungkap Sugiyarta saat diwawancarai aiotrade.
Latar Belakang Keluarga Seniman
Ki Anom Suroto lahir dalam keluarga seniman; ayahnya, Ki Sadiyun Hardjodarsono, juga merupakan seorang dalang terkenal pada masanya. Sugiyarta menjelaskan bahwa seluruh saudara Ki Anom juga terjun ke dunia dalang. "Saudara Pak Anom itu semuanya dalang. Warsina, Bagong juga dalang terkenal," kata Sugiyarta.
Meskipun Ki Anom Suroto telah tinggal di Solo bersama keluarganya setelah menikah, namanya tetap melekat dengan Juwiring. "Memang yang terkenal sudah membesarkan nama Juwiring, intinya gitu. Dengan adanya Pak Anom Suroto, Juwiring terkenal," tambahnya.
Keterlibatan dalam Acara Bersih-Bersih
Setiap tahun, Desa Juwiring mengadakan kegiatan bersih desa, dan Ki Anom Suroto atau keluarganya selalu terlibat dalam acara wayang kulit. "Yang dalang dari keluarga Ki Sadiyun. Setelah meninggalkan putranya Pak Anom Suroto, Warsina, Bagong, mungkin putranya Pak Anom Suroto juga tiap tahun di sini (wayangan)," jelas Sugiyarta.
Ki Anom Suroto terakhir kali mendalang di Juwiring sekitar dua tahun lalu. Sejak itu, ia tidak lagi tampil karena masalah kesehatan, namun selalu menyempatkan diri untuk hadir dalam acara bersih desa, baik sebagai dalang maupun mendampingi putranya.
Prosesi Pemakaman
Setelah prosesi pemakaman, jenazah Ki Anom Suroto dimakamkan di pemakaman keluarga di Juwiring, Klaten, Jawa Tengah, pada Kamis sore. Sebelumnya, jenazah disemayamkan di Kebon Seni Timasan, Makamhaji, Kartasura, Jawa Tengah.
Warisan dan Pengaruh yang Tak Terlupakan
Ki Anom Suroto tidak hanya dikenal sebagai dalang, tetapi juga sebagai sosok yang sangat dekat dengan masyarakat Desa Juwiring. Kontribusinya dalam menjaga tradisi wayang kulit dan partisipasinya dalam kegiatan budaya lokal membuatnya menjadi tokoh penting dalam sejarah daerah tersebut.
Dari generasi ke generasi, warisan seni yang dibawakan oleh Ki Anom Suroto akan terus diwariskan oleh keluarganya, khususnya anak-anaknya yang juga terjun ke dunia dalang. Hal ini membuktikan bahwa seni wayang kulit tidak hanya sekadar pertunjukan, tetapi juga bagian tak terpisahkan dari identitas budaya Jawa.