
aiotrade.CO.ID – JAKARTA
Beberapa perusahaan yang bergerak di sektor perkebunan kelapa sawit memberikan pernyataan mengenai dampak bencana alam yang terjadi di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Bencana ini mencakup banjir bandang dan tanah longsor yang telah menewaskan lebih dari 1.030 orang hingga Selasa (16/12/2025). Kejadian ini turut memicu kekhawatiran pasar terhadap operasional perusahaan di wilayah yang terdampak.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
LSIP: Dampak Terbatas pada Kebun Perusahaan
PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) menyatakan bahwa dampak bencana terhadap kebun perseroan relatif terbatas. Corporate Secretary LSIP, Fajar Triadi, menjelaskan bahwa area perkebunan yang terkena genangan air di Sumatra Utara kurang dari 2% dari total luas lahan perusahaan.
“Area yang terdampak genangan air di bawah 2% dari total luas lahan perkebunan perseroan di Sumatra Utara dan kondisinya terus membaik. Hal ini tidak berdampak signifikan terhadap aspek finansial, fasilitas produksi, maupun kegiatan operasional perseroan,” ujar Fajar dalam keterbukaan informasi tertanggal 10 Desember 2025.
LSIP Chart
by TradingView
Fajar menambahkan bahwa LSIP terus memantau perkembangan di lapangan guna mengantisipasi risiko lanjutan serta memastikan kesehatan, keselamatan, dan keamanan karyawan yang bertugas di area kebun.
ANJT: Operasional Berjalan Normal
Sementara itu, PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT) memiliki kebun kelapa sawit di Sumatra Utara melalui anak usaha PT Austindo Nusantara Jaya Agri (ANJA) di Binanga dan PT Austindo Nusantara Jaya Agri Siais (ANJAS) di Padang Sidempuan.
Manajemen ANJT melaporkan bahwa operasional Kebun ANJA tetap berjalan normal dan tidak terdampak banjir maupun longsor. Seluruh aktivitas produksi di lokasi tersebut berlangsung seperti biasa.
Adapun Kebun ANJAS sempat mengalami gangguan operasional akibat curah hujan tinggi, genangan air di beberapa area kebun, serta longsor di sejumlah titik jalan poros ANJAS–Padang Sidempuan yang menghambat distribusi logistik.
“Meskipun demikian, seluruh fasilitas seperti perumahan karyawan, gudang, pabrik kelapa sawit, kantor kebun, dan klinik berada dalam kondisi aman. Seluruh karyawan dan staf juga dipastikan selamat dan sehat,” kata Direktur sekaligus Sekretaris Perusahaan ANJT, Hilman Lukito, dalam keterbukaan informasi 10 Desember.
ANJT Chart
by TradingView
Berdasarkan evaluasi awal, Hilman menegaskan dampak kejadian tersebut terhadap pendapatan perseroan diperkirakan tidak bersifat material. Jalan poros utama telah selesai diperbaiki pada 2 Desember, sehingga distribusi logistik kembali normal.
Operasional kebun dan pabrik kelapa sawit juga mulai berjalan kembali sejak 3 Desember, seiring pulihnya pasokan listrik PLN di area kebun.
Perbaikan Infrastruktur dan Prioritas Keselamatan
Saat ini, ANJT masih melakukan perbaikan lanjutan pada sejumlah infrastruktur internal, seperti jalan produksi dan jembatan penghubung antarblok, guna memastikan kegiatan operasional kembali optimal.
Perseroan menegaskan tidak ada perubahan strategi pasokan dan logistik, termasuk kebutuhan relokasi produksi atau pengalihan jalur distribusi secara permanen.
Di sisi lain, ANJT juga memastikan aspek keselamatan karyawan tetap menjadi prioritas utama. Melalui ANJAS, perseroan menyalurkan bantuan sembako kepada karyawan serta memberikan dukungan tanggap darurat dan program CSR bagi masyarakat sekitar wilayah terdampak.
“Perseroan terus melakukan perbaikan infrastruktur internal yang terdampak untuk menjaga kelancaran operasional dan memastikan kegiatan usaha berjalan secara aman dan berkelanjutan,” tutup Hilman.