Optimisme Askrindo Menghadapi Tantangan Keuangan di Tahun 2026
PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) mengungkapkan bahwa dampak keuangan pascabencana berpotensi membuat kinerja perseroan pada tahun 2026 menjadi lebih menantang. Meski demikian, manajemen tetap optimistis bahwa Askrindo mampu menjaga tren pertumbuhan bisnisnya.
Direktur Keuangan & Plt. Direktur Teknik Askrindo, Leonardo Henry Gavaza, menjelaskan bahwa optimisme ini didukung oleh berbagai indikator yang menunjukkan kinerja penjaminan kredit yang solid, terutama dari segmen Kredit Usaha Rakyat (KUR). Selain itu, tingkat klaim dinilai masih relatif terkendali dan proses penyelesaian klaim berjalan dengan baik.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
"Untuk 2026 memang agak tricky (tidak mudah) sebenarnya kalau dari organik bisnis kita yakin bisnis akan bertumbuh. Karena capaian KUR menunjukkan pertumbuhan cukup baik, klaim cukup baik dan syariah juga baik. Jadi kami optimis profitabilitas 2026 bisa lebih baik lagi," tegasnya dalam diskusi di Jakarta, Jumat (19/12/2025).
Askrindo Cermati Dua Faktor yang Bisa Pengaruhi Kinerja di Tahun Depan

Menurutnya, dampak bencana perlu dicermati secara lebih mendalam karena berpotensi menimbulkan dua konsekuensi utama. Pertama, dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
"Prioritas belanja APBN (akan dialihkan sebagian) untuk pemulihan wilayah terdampak bencana diperkirakan dapat mempersempit ruang fiskal bagi sektor lainnya, sehingga berpotensi memengaruhi aktivitas ekonomi secara keseluruhan," tegasnya.
Faktor kedua berkaitan dengan bencana yang berpotensi memicu lonjakan klaim dalam jumlah yang signifikan. Meski demikian, hingga saat ini perseroan masih melakukan kajian karena proses pemulihan masih berlangsung, sehingga besaran klaim yang akan masuk belum dapat dipastikan.
"Itu lagi kami analisa, kira-kira dampaknya seberapa besar ke profitabilitas dan bantuan seperti apa yang bisa kami dapatkan dari pemerintah untuk menanggulangi klaim yang muncul. Kedua faktor ini mungkin akan mempengaruhi profitabilitas kita di 2026," tegasnya.
Oleh karena itu, manajemen menegaskan akan terus memantau serta menganalisis dampak bencana secara lebih komprehensif.
Kinerja Keuangan Hingga Kuartal III Catatakan Laba Rp687,4 Miliar

Jika dirinci, kinerja keuangan Askrindo hingga kuartal III 2025 tercatat solid dengan laba setelah pajak sebesar Rp687,4 miliar. Angka tersebut melonjak 591,6 persen secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Capaian tersebut menyumbang sekitar 48 persen dari total laba konsolidasi Indonesia Financial Group (IFG) yang mencapai Rp1,4 triliun, sekaligus menegaskan peran strategis Askrindo dalam menopang kinerja grup. Pertumbuhan laba ini terutama ditopang oleh hasil underwriting yang mencapai Rp838,8 miliar, atau tumbuh 172,1 persen secara yoy.
“Hingga November 2025, laba induk Askrindo telah mencapai sekitar Rp687 miliar. Dengan capaian tersebut, kami optimistis laba induk perseroan pada akhir tahun dapat melampaui angka tersebut,” tegasnya.
Rincian Perkiraaan Laba Konsolidasi Askrindo Akhir Tahun Tembus Rp1 Triliun

Selain dari induk usaha, kontribusi kinerja juga diharapkan berasal dari anak usaha. Di antaranya, PT Jaminan Pembiayaan Askrindo Syariah (JPASA) diperkirakan mampu membukukan laba sekitar Rp100 miliar hingga Rp150 miliar hingga akhir 2025. Sementara itu, anak usaha lainnya, seperti Nasional Reasuransi Indonesia (NasRe/Nasri), saat ini difokuskan pada upaya perbaikan kinerja serta penguatan pencadangan.
Manajemen menargetkan profitabilitas seluruh anak usaha secara agregat dapat mencapai minimal Rp200 miliar.
“Jika dijumlahkan, pada 2025 kinerja Askrindo secara konsolidasi berpotensi menembus di atas Rp1 triliun. Namun, angka detailnya akan saya sampaikan pada bulan depan,” tegasnya.