Dampak Harga Minyak Global, Ini Proyeksi Kinerja Medco Energi (MEDC)

admin.aiotrade 09 Des 2025 2 menit 12x dilihat
Dampak Harga Minyak Global, Ini Proyeksi Kinerja Medco Energi (MEDC)


PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) mencatatkan penurunan kinerja sepanjang Januari hingga September 2025. Meskipun demikian, segmen usaha minyak dan gas bumi diproyeksikan mampu menjadi penggerak utama kinerja MEDC di masa depan.

Pendapatan MEDC pada kuartal III – 2025 mencapai US$ 1,76 miliar, turun sebesar 1,12% secara year on year (yoy). Sementara itu, laba bersih perusahaan mencapai US$ 85,65 juta, turun 68,66% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Menurut Senior Equity Research Kiwoom Sekuritas, Sukarno Alatas, kinerja MEDC pada awal tahun akan sangat bergantung pada beberapa faktor. Antara lain adalah sentimen pergerakan harga minyak dan gas dunia, realisasi kenaikan produksi hasil akuisisi, performa segmen listrik/EBT, arah kebijakan energi dan makro global, serta kemampuan perusahaan menjaga likuiditas dan menurunkan leverage.

“Sentimen-sentimen ini akan menentukan visibilitas pertumbuhan laba dan stabilitas margin,” ujar Sukarno kepada aiotrade, Selasa (9/12/2025).

Sukarno menambahkan bahwa awal tahun depan berpotensi menjadi fase pemulihan bagi MEDC setelah tekanan laba pada 2025. Peningkatan produksi pasca akuisisi blok migas, stabilisasi harga minyak-gas, serta dukungan bisnis listrik/EBT menjadi katalis utama penguatan margin dan arus kas.

“Jika harga energi global bergerak stabil ke atas, profitabilitas MEDC berpeluang menanjak kembali sejak kuartal pertama,” tambah Sukarno.

Adapun risiko terbesar yang dihadapi MEDC tetap datang dari volatilitas harga minyak, kontribusi negatif dari segmen non-inti seperti AMMN, serta ketidakpastian regulasi energi seperti penetapan ICP yang lebih konservatif.

“Beban utang dari pembiayaan akuisisi juga membuat MEDC sensitif terhadap fluktuasi cash-flow, sehingga disiplin deleveraging menjadi kunci pada awal tahun,” kata Sukarno.

Kepala Riset Ina Sekuritas Arief Machrus menyampaikan bahwa perusahaan sedang mengupayakan izin ekspor enam bulan yang diharapkan pada kuartal keempat 2025. Operasi diproyeksikan akan kembali normal secara bertahap seiring dengan kemajuan pembangunan smelter.

Sementara itu, divisi daya dan jasa MEDC tetap stabil, didukung oleh kontribusi penuh kuartal pertama dari FPSO Marlin dan margin yang lebih kuat dari aset terbarukan,” jelas Arief dalam risetnya pada 11 November 2025.

MEDC Chart
by TradingView

Arief memproyeksikan pendapatan dan laba bersih MEDC tahun 2025 masing-masing mencapai US$ 2,28 miliar dan US$ 167,1 juta. Adapun pada tahun 2024, MEDC mengantongi pendapatan US$ 2,39 miliar dan laba bersih mencapai US$ 367,4 juta.

Arief merekomendasikan beli saham MEDC dengan target harga Rp 1.515 per saham. Sementara Sukarno merekomendasikan buy atau trading buy saham MEDC dengan target harga Rp 1.525 – Rp 1.540 per saham.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan