Dampak negosiasi AS-Iran gagal, harga minyak dunia melonjak 2 persen hari ini

Dampak negosiasi AS-Iran gagal, harga minyak dunia melonjak 2 persen hari ini
Dampak negosiasi AS-Iran gagal, harga minyak dunia melonjak 2 persen hari ini

Kenaikan Harga Minyak Mentah Dunia Akibat Ketegangan Geopolitik

Harga minyak mentah dunia kembali mengalami kenaikan signifikan pada perdagangan, Senin (27/4/2026). Kenaikan ini dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik yang terjadi setelah gagalnya perundingan antara Amerika Serikat dan Iran, serta situasi yang memanas di Selat Hormuz.

Minyak mentah jenis Brent tercatat naik sebesar 2,22 dolar AS menjadi 107,55 dolar AS per barel. Sementara itu, minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) juga mengalami kenaikan 2,02 dolar AS menjadi 96,42 dolar AS per barel.

Kenaikan harga ini terjadi setelah Presiden Donald Trump membatalkan rencana pengiriman utusan khusus AS, yakni Steve Witkoff dan Jared Kushner, ke Pakistan untuk melanjutkan negosiasi dengan Iran. Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi sempat melakukan kunjungan ke Islamabad, namun tidak bertemu dengan perwakilan dari Amerika Serikat. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, menegaskan bahwa tidak ada agenda pertemuan antara kedua negara.

Ketegangan semakin meningkat setelah laporan bahwa Garda Revolusi Iran menaiki dua kapal kargo di sekitar Selat Hormuz, jalur pelayaran vital bagi distribusi minyak dunia. Dalam pernyataannya di platform Truth Social, Trump mengkritik keras kondisi kepemimpinan Iran dan menyebut negosiasi mengalami kebuntuan.

Analis menilai, kombinasi dari kebuntuan diplomatik dan gangguan pada jalur distribusi energi global menjadi faktor utama yang mendorong lonjakan harga minyak. Menurut laporan Al Jazeera, pembatalan tersebut terjadi usai Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, meninggalkan Islamabad tanpa menghasilkan terobosan dalam upaya mediasi konflik antara AS, Israel, dan Iran.

Trump menyebut tidak ada alasan untuk mengirim utusan tingkat tinggi jika pembicaraan diperkirakan tidak akan memberikan hasil yang menguntungkan bagi negaranya. “Jika Iran ingin bicara, mereka bisa langsung menghubungi kami,” ujar Trump. Utusan yang semula dijadwalkan berangkat adalah Steve Witkoff dan Jared Kushner.

Di sisi lain, Iran menegaskan tidak akan melakukan negosiasi langsung selama masih berada di bawah tekanan militer dan blokade ekonomi. Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menyampaikan kepada Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, bahwa krisis kepercayaan menjadi hambatan utama dalam dialog kedua negara. Iran menyoroti sejumlah faktor, seperti blokade terhadap pelabuhan, tekanan di Selat Hormuz, serta kehadiran militer AS di kawasan Laut Oman.

Teheran juga menuntut pencabutan blokade sebagai syarat utama dimulainya negosiasi resmi. Selain itu, sejumlah isu lain masih menjadi ganjalan, mulai dari program nuklir Iran, cadangan uranium yang diperkaya, aset yang dibekukan, hingga sanksi ekonomi dan tuntutan kompensasi perang yang disebut mencapai 270 miliar dolar AS.

Pasar pun kini mencermati perkembangan situasi di kawasan tersebut yang berpotensi memicu gejolak energi lebih lanjut.