Dampak Redenominasi Rupiah pada Emas, Kata World Gold Council

admin.aiotrade 12 Nov 2025 3 menit 16x dilihat
Dampak Redenominasi Rupiah pada Emas, Kata World Gold Council

Penjelasan World Gold Council Mengenai Rencana Redenominasi Rupiah

World Gold Council (WGC) menyatakan bahwa rencana redenominasi rupiah yang sedang disiapkan oleh pemerintah tidak akan langsung memengaruhi pasar emas di Indonesia. Meskipun demikian, kebijakan ini tetap berpotensi menimbulkan efek sekunder terhadap persepsi investor.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Shaokai Fan, Head of Asia Pacific (ex-China) dan Global Head of Central Banks WGC, menjelaskan bahwa redenominasi hanya akan menghapus angka nol dari nominal harga barang atau aset, tanpa mengubah nilai riilnya. Oleh karena itu, perubahan tersebut tidak akan secara langsung memengaruhi harga emas.

“Sebetulnya tidak ada dampak langsung antara redenominasi rupiah dengan emas karena redenominasi hanyalah memangkas angka nol dari harga suatu barang atau aset,” ujar Shaokai di Jakarta, Rabu (12/11/2025).

Namun, ia juga mengingatkan bahwa kebijakan ini bisa menimbulkan dampak sekunder, seperti penurunan tingkat kepercayaan investor internasional terhadap pasar Indonesia jika prosesnya tidak dilakukan dengan hati-hati.

Meski begitu, Shaokai tetap optimistis bahwa redenominasi dapat membantu pemerintah dalam mengendalikan inflasi dan memperkuat perekonomian nasional dalam jangka panjang. Ia menambahkan bahwa dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang meningkat, minat masyarakat terhadap emas juga akan meningkat.

Tujuan dan Proses Redenominasi Rupiah

Redenominasi rupiah menjadi salah satu dari empat rancangan undang-undang (RUU) baru yang disusun Kementerian Keuangan (Kemenkeu) berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 7 Tahun 2025 tentang Rencana Strategis Kemenkeu 2025–2029.

Tujuan utama dari RUU Redenominasi adalah untuk meningkatkan efisiensi perekonomian, menjaga stabilitas nilai rupiah, memperkuat daya saing nasional, serta mempertahankan daya beli masyarakat.

RUU ini ditargetkan rampung pada tahun 2027. Proses penyusunan RUU ini juga melibatkan berbagai stakeholder, termasuk lembaga keuangan, bank sentral, dan para ahli ekonomi.

Dampak Jangka Panjang

Dari sisi jangka panjang, redenominasi diperkirakan akan memberikan manfaat signifikan bagi perekonomian Indonesia. Dengan penghapusan angka nol, transaksi keuangan akan lebih mudah dan efisien. Hal ini juga dapat mempermudah sistem pembayaran dan pengelolaan keuangan di berbagai sektor.

Selain itu, redenominasi juga diharapkan dapat meningkatkan kredibilitas mata uang rupiah di pasar internasional. Dengan stabilitas nilai rupiah yang lebih baik, investor asing akan lebih percaya untuk menanamkan modal di Indonesia.

Namun, penting untuk diingat bahwa keberhasilan implementasi redenominasi sangat bergantung pada pelaksanaannya. Pemerintah harus memastikan bahwa proses ini dilakukan dengan transparan, terkoordinasi, dan didukung oleh semua pihak terkait.

Peran Emas dalam Ekonomi Indonesia

Emas tetap menjadi aset yang diminati oleh masyarakat Indonesia, terutama dalam kondisi ketidakpastian ekonomi. Meskipun redenominasi tidak langsung memengaruhi harga emas, kebijakan ini bisa memengaruhi persepsi investor terhadap stabilitas ekonomi negara.

Dengan pertumbuhan ekonomi yang stabil dan inflasi yang terkendali, permintaan emas di pasar domestik diperkirakan akan tetap tinggi. Emas juga akan tetap menjadi alat investasi yang aman dan berharga bagi masyarakat.

Kesimpulan

Rencana redenominasi rupiah merupakan langkah strategis yang bertujuan untuk memperkuat perekonomian Indonesia. Meskipun tidak memiliki dampak langsung terhadap harga emas, kebijakan ini tetap berpotensi memengaruhi persepsi investor. Oleh karena itu, penting bagi pemerintah untuk menjalankan proses ini dengan hati-hati dan transparan agar mendapatkan dukungan dari berbagai pihak.

Bagikan Artikel:
admin.aiotrade
admin.aiotrade

Penulis di Website. Berfokus pada penyajian informasi yang akurat, terpercaya, dan analisis mendalam seputar teknologi finansial.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan