
LUMAJANG, aiotrade.app
Pemerintah Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 50 juta untuk setiap dusun dalam Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2026. Dana ini akan digunakan untuk meningkatkan keamanan di setiap desa yang ada di wilayah tersebut.
Dana dusun ini merupakan salah satu janji politik Bupati dan Wakil Bupati Lumajang, Indah-Yudha, saat berkampanye dalam Pilkada lalu. Saat itu, mereka berjanji akan menganggarkan dana dusun sebesar Rp 100 hingga Rp 300 juta setiap tahun. Namun, karena adanya pemotongan dana transfer dari pemerintah pusat ke daerah sebesar Rp 266 miliar pada 2026, pemerintah kabupaten memutuskan untuk menurunkan besaran dana dusun menjadi hanya Rp 50 juta per dusun.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Bupati Lumajang, Indah Amperawati, memastikan bahwa dana dusun akan mulai diberikan pada tahun 2026. Meskipun jumlahnya tidak sesuai dengan yang dijanjikan selama kampanye, yaitu Rp 100-300 juta per dusun, namun ia menjelaskan bahwa anggaran yang disediakan sudah sesuai dengan kemampuan pemerintah kabupaten.
"Kita berikan dana dusun sebesar Rp 50 juta tahun depan. Semula dijanjikan Rp 100 juta, tapi kita sudah sampaikan ke AKD (Asosiasi Kepala Desa) bahwa kemampuan kita hanya Rp 50 juta per dusun," ujar Indah akhir pekan lalu.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Lumajang, Bayu Ruswantoro, menjelaskan bahwa total dusun di Lumajang adalah 863. Artinya, pemerintah kabupaten akan menggelontorkan anggaran sebesar Rp 43.150.000.000 untuk seluruh dusun di Lumajang.
"864 dusun, tahun ini kita hapus 1 dusun jadi 863 dusun," kata Bayu.
Bayu menambahkan bahwa dana dusun yang dialokasikan oleh Pemkab Lumajang akan masuk dalam anggaran dana desa (ADD) yang penggunaannya sudah ditentukan atau earmark. Penggunaan dana ini difokuskan pada peningkatan keamanan di setiap dusun. Beberapa di antaranya meliputi:
- Pemasangan lampu penerangan jalan umum
- Honor linmas (linmas adalah lembaga kewilayahan yang bertugas sebagai pengawas keamanan)
- Pemasangan wifi dusun
- Pemasangan kamera CCTV
"Penggunaannya ditentukan, bupati fokus untuk peningkatan keamanan, jadi bisa digunakan untuk honor linmas, cctv, dan sebagainya," terang Bayu.
Dengan alokasi dana dusun yang lebih besar dibandingkan sebelumnya, pemerintah kabupaten berharap dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat di setiap dusun. Meskipun jumlahnya tidak sepenuhnya sesuai dengan janji kampanye, langkah ini dianggap sebagai upaya untuk tetap memberikan manfaat kepada masyarakat dengan mempertimbangkan kondisi keuangan daerah.