
Pembangunan Toilet Sekolah di Parepare Dinilai Tidak Masuk Akal
Pembangunan satu toilet SD dan SMP di Kota Parepare, Sulawesi Selatan, menarik perhatian masyarakat karena anggaran yang digunakan dinilai tidak masuk akal. Proyek ini dilakukan oleh Dinas Pendidikan Parepare sebagai bagian dari upaya peningkatan sanitasi sekolah. Namun, anggaran sebesar Rp 166 juta hanya untuk membangun satu gedung toilet membuat banyak orang terkejut.
Anggaran yang Mengkhawatirkan
Dana pembangunan toilet berasal dari Dana Alokasi Umum (DAU) yang dialokasikan sebesar Rp 3,3 miliar untuk membangun 21 toilet di berbagai SD dan SMP. Jika dibagi, setiap toilet membutuhkan dana sekitar Rp 166 juta. Anggaran tersebut dinilai sangat besar karena setara dengan harga rumah subsidi di wilayah Parepare. Sebuah rumah subsidi dengan nilai itu tidak hanya menyediakan bangunan, tetapi juga tanahnya.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Anggota DPRD Parepare, Sappe, mengungkapkan keherannya terhadap proyek ini. Ia mengatakan bahwa saat meninjau salah satu toilet yang sedang dalam pembangunan di SD Negeri 3 Ujung, ia hanya bisa menggelengkan kepala. "Kalau rumah subsidi itu ada tanahnya ada bangunannya, sementara ini toilet hanya bangunannya Rp 165 juta, tidak masuk akal," ujarnya.
Penjelasan dari DPRD
Sappe menjelaskan bahwa DPRD Parepare sempat menyetujui anggaran pembangunan toilet sekolah, tetapi yang diajukan oleh Dikbud Parepare adalah tiga bangunan terpisah. "Kami kemarin merestui karena saat itu rencananya akan ada 3 bangunan yang terpisah, tidak satu seperti ini," tegasnya.
Ia menegaskan bahwa pihaknya akan meminta keterangan lebih lanjut dari Dikbud Parepare mengenai proyek yang dianggap tidak masuk akal ini. "Iya dihentikan dulu, kita panggil Dinas untuk menjelaskan ini semua," katanya.
Penjelasan dari Dinas Pendidikan
Kadis Dikbud Parepare, Makmur, menjelaskan bahwa tujuan program ini adalah untuk menciptakan lingkungan belajar yang bersih dan sehat. "Memang ada program sanitasi toilet sekolah tahun ini," katanya.
Makmur menegaskan bahwa anggaran yang diajukan sudah wajar karena toilet dilengkapi sejumlah fasilitas. "Nanti kan kami sediakan fasilitas yang inklusif. Seperti ada wastafel, klosetnya yang duduk dan lain-lain," tambahnya.
Rencana Masa Depan
Selanjutnya, Dikbud Parepare mengupayakan perbaikan ruang kelas. "Kalau perbaikan kelas tidak bisa DAU. Tapi tahun depan itu sudah ada, kita sudah buat proposalnya ke Kementerian. Kita berupaya semuanya diperbaiki," ujarnya.
Proses Pembangunan
Proyek pembangunan toilet ini dimulai sejak awal November 2025 dan dilakukan secara bertahap di 13 SD dan 8 SMP. Rencananya, toilet yang dibangun memiliki ukuran 4x4 meter dengan tinggi 3,5 meter, memiliki 4 ruangan, serta dilengkapi kloset duduk dan wastafel.