Dana Pemprov Sumut yang Terbuang di Bank Capai Rp 3,1 Triliun, Peringkat 8 Nasional

admin.aiotrade 21 Okt 2025 2 menit 17x dilihat
Dana Pemprov Sumut yang Terbuang di Bank Capai Rp 3,1 Triliun, Peringkat 8 Nasional
Dana Pemprov Sumut yang Terbuang di Bank Capai Rp 3,1 Triliun, Peringkat 8 Nasional

Dana Pemda yang Menganggur di Bank Mencapai Rp 234 Triliun

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa masih banyak dana pemerintah daerah (pemda) yang menganggur di bank. Angka tersebut mencapai sebesar Rp 234 triliun, yang menjadi rekor tertinggi dalam lima tahun terakhir. Data ini berdasarkan laporan Kementerian Keuangan dan menunjukkan tren peningkatan dari tahun ke tahun.

Daftar Wilayah dengan Dana Mengendap Terbanyak

Dari data yang dipublikasikan oleh Kemenkeu, wilayah-wilayah dengan dana mengendap terbanyak adalah:

AioTrade Autopilot
πŸ”₯ SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
  1. Provinsi DKI Jakarta – Rp 14,6 triliun
  2. Jawa Timur – Rp 6,8 triliun
  3. Kota Banjar Baru, Kalimantan Selatan – Rp 5,1 triliun
  4. Provinsi Kalimantan Utara – Rp 4,7 triliun
  5. Jawa Barat – Rp 4,1 triliun
  6. Kabupaten Bojonegoro – Rp 3,6 triliun
  7. Kabupaten Kutai Barat – Rp 3,2 triliun
  8. Sumatra Utara – Rp 3,1 triliun
  9. Kabupaten Kepulauan Talaud – Rp 2,6 triliun
  10. Kabupaten Mimika – Rp 2,4 triliun
  11. Kabupaten Badung – Rp 2,2 triliun
  12. Kabupaten Tanah Bumbu – Rp 2,11 triliun
  13. Provinsi Bangka Belitung – Rp 2,10 triliun
  14. Jawa Tengah – Rp 1,9 triliun
  15. Kabupaten Balangan – Rp 1,8 triliun

Penyebab Dana Menganggur

Purbaya menjelaskan bahwa besarnya dana yang menganggur bukan disebabkan oleh kurangnya anggaran, melainkan karena lambatnya realisasi belanja APBD. Ia menyatakan bahwa pemerintah pusat telah menyalurkan dana ke daerah secara cepat, dan kini tinggal bagaimana daerah memanfaatkannya untuk pembangunan yang bermanfaat bagi masyarakat.

β€œPemerintah pusat sudah menyalurkan dana ke daerah dengan cepat. Sekali lagi, (untuk) memastikan uang itu benar-benar bekerja untuk rakyat,” ujar Purbaya dalam acara Pengendalian Inflasi Daerah 2025 di Kantor Kemendagri, Jakarta, Senin (20/10/2025).

Ia menambahkan bahwa rendahnya serapan anggaran membuat simpanan uang daerah di bank terus menumpuk. Realisasi belanja APBD sampai triwulan ketiga tahun ini masih melambat, sehingga meningkatkan jumlah dana menganggur di bank hingga Rp 234 triliun.

Perkembangan Dana Mengendap dalam Lima Tahun Terakhir

Berdasarkan data yang dipaparkan Purbaya, jumlah anggaran daerah yang menganggur di perbankan menunjukkan tren naik turun dalam lima tahun terakhir. Catatan Kementerian Keuangan dilakukan setiap akhir September sejak 2021 hingga 2025.

  • 2021: Rp 194,1 triliun
  • 2022: Rp 223,8 triliun
  • 2023: Rp 211,7 triliun
  • 2024: Rp 208,6 triliun
  • 2025: Rp 234 triliun (tertinggi dalam lima tahun terakhir)

Pesan untuk Daerah

Purbaya menekankan bahwa dana yang dialokasikan pusat sudah tersedia dan siap digunakan untuk pembangunan di setiap wilayah. Ia meminta daerah untuk segera menggunakan dana tersebut, jangan menunggu akhir tahun, dan gunakan untuk pembangunan yang produktif dan bermanfaat langsung bagi masyarakat.

β€œPesan saya sederhana, dananya sudah ada, segera gunakan, jangan tunggu akhir tahun. Gunakan untuk pembangunan yang produktif dan bermanfaat langsung bagi masyarakat,” tegasnya.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan